Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 76 YAKIN, GADIS ITU BUKAN AKU


__ADS_3

"Yang di maksud Kak Vian bukan aku kan?" tanya hati Ruby karena fokus mendengarkan obrolan Zen dan Vian. "Apa aku perlu mengatakannya?" lanjut batin Ruby. Ia menatap wajah Zen yang sedang berbincang dengan Vian.


"Tapikan aku sudah menolaknya waktu itu. Ini juga sudah lama, aku yakin yang di maksud Kak Vian bukan aku. Pasti sudah ada gadis lain yang di sukai Kak Vian," Ruby hanyut dengan pikirannya sendiri. Ruby yakin kalau yang di maksud Vian bukan lah dirinya. Ruby takut Zen menilainya lain jika dia menceritakan perihal pernyataan perasaan Vian dulu. "Ya, aku yakin kak Vian sudah punya gadis singel yang di sukainya.


Cup


Bubar sudah lamunan panjang Ruby setelah Zen mengecup bibirnya.


"Mas."


"Sedangkan memikirkan apa?" tanya Zen sambil membawa tubuh Ruby agar bangun dan duduk di pangkuannya.


Ruby menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil. "Nggak memikirkan apa-apa. Mas sudah selesai video callnya?"


"Baru juga selesai. Kamu di dalam rumah sama aku saja kenapa rapet banget begini sih By?" protes Zen karena kesulitan merayapkan tangannya.


"Kan biasanya Ruby juga selalu begini."


"Ini sudah nggak biasa, kalau berdua begini aku lebih suka kamu menggunakan pakaian yang seperti semalam."


"Emoh lah Mas. Sekalipun tipis begitu, belinya tuh mahal Mas. Bisa-bisanya Mas sobek baju tipis itu ..."


Zen yang sudah gemas melihat bibir Ruby yang berceloteh, tanpa pikir panjang Zen menghentikan ucapan Ruby menggunakan bibirnya.

__ADS_1


Ruby tentu terkejut mendapatkan serangan Zen secara dadakan. Namun, tak berselang lama, Ruby memilih memejamkan mata, disaat Zen sudah menyesap lembut bibirnya.


Zen merapatkan tubuh Ruby agar mereka tak berjarak. Sedangkan Ruby langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Zen. Membuat sesapan mereka semakin dalam.


Walau terasa belum lihai tapi Ruby mencoba menyeimbangi belitan lidah Zen yang terus mengajaknya berperang.


Tangan Zen yang tidak ingin menganggur langsung bergerak menurunkan resleting baju terusan yang di gunakan Ruby.


Zen melepaskan pertemuan bibir mereka, untuk meloloskan dress yang melekat di tubuh Ruby. Tidak ingin tubuhnya yang hampir tak berbenang seorang diri, Ruby juga melepaskan kaos yang di gunakan Zen. Tentu saja pergerakan agresif Ruby ini membuat Zen merasa senang.


Ruby kembali duduk di pangkuan Zen, dengan kaki yang berasa di antara tubuh Zen. Mereka kembali berpagut seolah hasrat sudah menguasai keduanya.


Zen melepaskan pengaman yang membelit dada Ruby, lalu melemparnya asal-asalan.


"Maaasss ..." lolos juga akhirnya lenguhan Ruby, disaat bibir Zen pindah tempat ke lehernya.


Zen menyusuri leher Ruby menggunakan lidahnya, meninggalkan sebuah kecupan, sesapan, dan juga sebuah gigitan yang membuat Ruby terus merintih.


Belum lagi, dengan sengaja Zen menabrakkan inti tubuh mereka yang masih dalam pengamanan. Membuat Ruby semakin hanyut dibawa Zen.


Bahkan setelah mereka melakukan penyatuan untuk kedua kalinya, Ruby sempat berfikir kalau Zen terasa begitu pro. Tidak ada pergerakan amatiran seperti dirinya. Namun Ruby tidak berfikir negatif tentang suaminya seperti awal dulu.


Zen yang sudah tidak tahan, langsung beranjak membawa Ruby dari ruang televisi. Spontan saja, kedua kaki Ruby membelit di tubuh Zen dan kedua tangan yang semakin erat mengekang leher Zen, karena takut jatuh sekalipun Zen mencengkram tubuhnya erat.

__ADS_1


Tidak ingin jauh sampai tujuan, lokasi yang di pilih Zen saat ini adalah kamar tamu, yang masih ada barang pribadi Ruby disana.


Zen langsung merebahkan tubuh Ruby dan membuatnya mengungkungi Ruby. Mengendalikan Ruby di bawah kuasa Zen.


Zen kembali menyesap bibir Ruby, bertukar saliva dengan rasa minat dan menggebu.


Setelah puas dengan bibir Ruby Zen kembali mengabsen leher Ruby bersamaan dengan tangan Zen yang bermain dengan dua benda kembar.


Lenguhan Ruby semakin menjadi saat lidah Zen sedang menari indah, memainkan dua ujung manik kecil di dada Ruby secara bergantian.


Suasana semakin memanas saat Zen kembali mere*mas kuat daging kembar dan menyesap kuat, juga meninggalkan gigitan.


Tubuh Ruby semakin bergetar dan semakin melenguh saat bibir Zen bergerak turun pelan-pelan dan semakin turun hingga kecupan Zen mendarat di perut Ruby yang terasa begitu tegang.


Kedua mata Ruby yang sejak tadi terpejam menikmati sentuhan lembut Zen, seketika terbuka lebar saat Zen hendak meloloskan celana leggingnya.


"Maaasss ..." pekik Ruby kuat sampai mengagetkan Zen.


"Kenapa?"


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2