
"Maaasss ..." pekik Ruby kuat sampai mengagetkan Zen.
"Kenapa?" tanya Zen setelah mengangkat wajahnya. Menatap Ruby dengan wajah yang syarat akan gairah.
"Stop Mas, jangan di lanjutkan."
"Kenapa?" protes Zen karena hasratnya sudah memuncak sampai ke ubun-ubun. "Apa masih sakit?"
"Sedikit, tapi bukan itu masalahnya."
"Lalu apa?" tanya Zen sudah nggak sabaran. Yang benar saja, suasana sudah panas-panasnya tapi Ruby malah menghentikan semuanya.
"Maaf Mas, tapi By lagi bulanan," ucap Ruby pelan dengan wajah yang sudah memerah.
"Hah!"
"By lupa bilang Mas, maaf."
Ruby benar-benar tidak enak hati jadinya. Dia juga merasa heran pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya terbuai sentuhan Zen sampai tubuhnya hampir tak berbenang.
"Ya Allah Byyy ..." Zen menenggelamkan wajahnya ke dalam perut Ruby. "Kenapa kamu nggak ingat sejak awal By."
"Maaf Mas," Ruby mengusap kepala Zen.
"Berapa hari biasanya By?"
"7 hari Mas."
__ADS_1
"7 hari?" pekik Zen.
Satu minggu memang tidak lah lama. Namun, bagi Zen saat ini, 7 hari jelas sangat lama. Kan lagi mode anget-angetnya, yang benar saja harus puasa.
"Aaahhh ..." teriak Ruby saat Zen menyesap kuat perut Ruby dan meninggalkan gigitan disana.
Zen berharap dengan menenggelamkan wajahnya di perut Ruby, bisa mendinginkan suhu tubuhnya yang terasa panas. Namun, sepertinya cara yang di pilih Zen tidak tepat. Karena nyatanya, tubuhnya semakin memanas.
Zen langsung beranjak dari atas tubuh Ruby, lalu turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi tanpa mengatakan apa pun pada Ruby.
"Mas!" panggilnya. "Apa Mas Zen marah?" tanya hati Ruby saat melihat tubuh Zen sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.
Zen langsung menghidupkan shower agar seluruh tubuhnya segera dingin. Agar sesuatu yang menegang kembali kebentuk asal. Zen terlalu pusing saat ini.
"Ya Allah nasib ku gini amat," keluh Zen meratapi diri sendiri. "Kenapa juga istri kecil ku ini menyerahkan diri di saat mendekati jadwal bulanan," gerutu Zen semakin menjadi. "Kalau aku menahan diri seperti sebelum ngerasain gimana enaknya tempe penyet, aku pasti bisa. Lah ini, semalam sama tadi pagi kan buat tempe penyet. Masih enak-enaknya tapi aku wajib puasa," Zen merasa frustasi sampai mengacak-acak rambutnya.
"Apa Mas marah sama aku ya?" gumam Ruby.
Sudah satu jam Ruby duduk di tepi ranjang dengan pakaian yang lengkap, menunggu Zen. Tapi lelaki yang di tunggu-tunggu tidak juga keluar dari kamar mandi.
Ruby bergegas mendekati pintu kamar mandi. Baru saja Ruby akan mengetuk pintu kamar mandi, tiba-tiba saja pintu sudah terbuka. Menampilkan tubuh Zen yang hanya tertutup handuk, membelit pinggangnya. Membuat mereka saling berpandangan.
"Mau ke kamar mandi?" tanya Zen.
Ruby menggelengkan kepalanya pelan. "Kenapa Mas lama sekali di dalam kamar mandi? Mas marah sama By?"
Tangan Zen yang sudah mengeriput akibat terlalu lama berdiri di bawah air shower, mengusap wajah Ruby. "Aku nggak marah sayang. Ayo ke kamar atas, aku harus menggunakan baju."
__ADS_1
Ruby menurut saja dengan ajakan Zen, saat lelaki itu merangkul pundak Ruby dan bergegas keluar dari kamar tamu.
"Ayo tidur," ajak Zen setelah menggunakan pakaian lengkap.
Mereka berdua naik ke atas ranjang. Memasukkan tubuh mereka di bawah selimut. Zen membawa Ruby dalam pelukannya.
"Baca doa By," bisik Zen.
"Iya Mas. Sudah kok."
Mereka berdua hanya terus berpelukan. Sekalipun belum tertidur, tapi kedua mata mereka terpejam.
"Kenapa Mas, nggak banyak bicara seperti biasanya?" batin Ruby masih menilai janggal perubahan Zen. Membuat Ruby merasa bersalah, tapi ya mau gimana? Namanya juga bulanan sudah menjadi kodratnya perempuan.
Tidak ingin kalut dengan pikirannya sendiri, Ruby akhirnya tertidur lelap dalam dekapan Zen.
Zen merenggangkan dekapannya saat merasakan nafas Ruby yang teratur dan detak jantung yang terasa normal.
Zen menata posisi tidur Ruby agar lebih nyaman. Setelah itu, Zen mengusap wajah tenang Ruby.
"Tujuh hari lagi, aku makan habis kamu By," Zen tersenyum menyeringai dengan pikirannya sendiri.
Setelah itu, Zen segera ikut tidur, menyusul sampai mana mimpi Ruby. Dan melingkarkan tangannya pada perut Ruby.
Bersambung ...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️
__ADS_1