Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 26 PANGGIL ORANG TUA MU


__ADS_3

"Heh ... mau kabur kemana kamu?" Pekik Arjuno mengikuti langkah larinya Zen. "Tanggung jawab kamuuu ..."


Zen yang sudah lari cepat keluar rumah, tentu saja tidak mendengar kalimat terakhir yang di teriakkan Arjuno.


"Heh bocah, berhentiii ..." Arjuno mulai kalang kabut mengejar Zen. Jelas dari segi tenaga, Zen sudah pasti lebih energik untuk lari-larian seperti sekarang.


"Nggak mau," teriak Zen masih menghindar. "Lagian yang salah masuk kamar kan Ruby, jadi jangan salahkan Zen kalau semalam Zen apa-apain." Ucap Zen seolah terus menyiram minyak pada diri Arjuno yang sudah berapi-api.


"Heh bocah tengik, mau kemana kamu?" tanya Arjuno kuat saat Zen lari menuju gerbang utama.


"Nyelametin diri Om."


"Balik sini sekarang kamu Zen. Kamu harus tanggung jawab sudah nyentuh anak ku," teriak Arjuno. Ia sudah menghentikan langkah larinya, duduk jongkok menyentuh jantungnya yang berdegup kencang.


"Yes!" teriak Zen dalam hati. Zen langsung balik badan, "Ooommm ..." Zen lari menghampiri Arjuno karena khawatir. Takut juga terjadi apa apa sama ayah sang pujaan hati. "Om baik-baik saja kan?"


Arjuno yang tengah menunduk sambil menyentuh dadanya, ia tersenyum penuh kemenangan. "Kena kamu bocah tengik."


"Aw sakit Om ..." pekik Zen saat telinganya di jewer Arjuno. "Om nipu Zen?" tanyanya yang merasa terjebak.


"Bagus kalau kamu sadar," ucap Arjuno kesal. "Ngaku sekarang, apa yang kamu lakukan ke anak gadis ku?" tuntut Arjuno yang butuh penjelasan.


"Ya yang seperti Om lihat di video lah," ucap Zen jujur.


"Yang sebelum ke video, apa yang kamu lakukan ke Ruby?" tanya Arjuno yang masih curiga. Bukannya menjawab, Zen malah tersenyum penuh arti membuat Arjuno semakin menarik telinga Zen.

__ADS_1


"Aw sakit Ooommm ..."


"Ngaku sekarang kamu Zen."


"Iya-iya Zen ngaku, Zen nggak ngapa-ngapain Ruby, Om. Mana mungkin Zen yang mode anak soleh melakukan hal yang tidak-tidak. Tapi ..."


"Tapi apa?" sungut Arjuno karena Zen menggantung ucapannya.


"Kalau Zen tahu ada Ruby di kamar Zen, sudah pasti Zen apa-apain. Biar Zen cepat di nikahkan sama Ruby."


Kedua mata Arjuno mendelik. "ZEEENNN ..."


"Sakit Om, jangan kuat-kuat nariknya. Memangnya Om mau, punya calon mantu ganteng tapi daun telinganya protol?"


"Jangan dong Om, Sumpah demi apapun Om, Zen nggak apa-apain Ruby. Kalau orang tua Zen tahu, remuk nanti badan Zen di hajar Nda," Zen malah terdengar curhat terhadap Arjuno. Mengingat bagaimana Nissa menghajarnya saat salah paham.


"Om nggak perduli ya Zen. Pokoknya kamu harus bawa orang tua kamu ke sini. Kamu harus tanggung jawab karena sudah tidur dengan Ruby."


"Maksud Om?"


"Malam ini juga, kamu harus nikahi Ruby. Enak saja kamu mau membujang setelah nyentuh anak ku."


"Serius Om?" tanya Zen belum percaya. Tapi hatinya sudah bersorak riang gembira. Zen sangat antusias.


"Iya." Jawab Arjuno pasrah. Berharap ini adalah keputusan yang tepat menikahkan anaknya di saat masih belia.

__ADS_1


"Kalau tahu akan begini, sudah sejak dulu Zen tiduri Ruby saja. Biar cepat menikah," celetuk Zen dengan ide konyolnya.


Ctak ...


"Awww ... sakit Om." keluh Zen sambil mengusap jidatnya.


"Kamu hanya menikahi Ruby untuk tanggung jawab karena kalian sudah tidur bersama. Ingat, Ruby masih sekolah. Dia masih kecil Zen. Kamu paham kan?"


"Mubazir dong Om, sudah menikah tapi nggak di apa-apain. Memangnya Om nggak pengin cepat punya cucu?"


"Zen!"


"Iya, Om iya. Zen tahu." Ucapnya pasrah.


"Dan satu hal lagi, kamu harus mengulang dari awal untuk mendapatkan hati Ruby."


Sekarang Zen lah yang bingung dengan ucapan Arjuno barusan.


Bersambung ...


lanjut nanti ya, mau nulis di sebelah dulu 🙏


Mampir ke apk F yok, cari saja judul novel KETIKA HATI TELAH TERBAGI karya Nia Masykur 🤭


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2