Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 55 MIMPI ERO**TIS


__ADS_3

Nissa dan Yusuf bergegas pulang setelah melihat keadaan apartemen yang akan di tinggali Zen dan Ruby. Nissa ikut menata semau pakaian Ruby di dalam lemari.


Nissa juga memenuhi isi kulkas untuk persediaan kedua anaknya, kalau-kalau Zen dan Ruby akan memasak sendiri.


"Om ngapain ngikut aku ke sini?" tanya Ruby sambil menatap Zen penuh selidik.


"Mau menagih persyaratan," ucap Zen dengan wajah berbinar cerah.


"Kenapa sekarang? Kenapa nggak besok saja?" protes Ruby. Tubuhnya sudah bergetar kalau harus memulai persyaratan yang di ajukan Zen sekarang.


"Jangan ngelupa ya By. Kemarin kamu sendiri yang setuju dengan persyaratan yang aku minta."


"Bisa nggak di diskon durasinya?" tawar Ruby memelas.


"Ya Allah, By. Kita hanya perlu bersikap seperti dulu, terus pelukan sebelum kerja dan sepulang kerja. Hanya sepuluh menit loh. Mudahkan?"


"Nah itu maksud aku, Om. Kan sebelum dan sepulang kerja. Kenapa sekarang?"


"Opening By."


"Om," pekik Ruby terkejut. Karena dengan cepat, Zen mengangkat tubuh Ruby agar duduk di tepi meja makan.


"Balas pelukan ku, By." Bisik Zen.


Ragu-ragu kedua tangan Ruby membalas pelukan Zen. "Hanya sepuluh menit."


"Hem."


Zen semakin mempererat pelukannya saat kedua tangan Ruby melingkar di tubuhnya. Zen dapat merasakan tubuh Ruby yang bergetar saat wajah Zen menyusup di tengkuk Ruby.

__ADS_1


"Sekarang dengarkan aku baik-baik Ruby Al Humaira."


"Aku belum ingin mendengar penjelasan apapun dari Om."


"Dengar aku baik-baik," Zen semakin bertambah erat memeluk Ruby. "Aku terima jika kamu menilai ku miring By. Tapi coba tanyakan pada hati mu, benarkah aku seperti penilaian mu itu? Atau kamu hanya berlindung diri dengan menyebut aku seorang ga*y karena kamu menepis perasaan yang sebenarnya ada di dalam hati mu."


"Aku nggak punya perasaan apapun dengan Om."


Zen tersenyum. "Apa aku tadi mengatakan pada mu untuk menepis perasaan mu pada ku?"


Bibir Ruby langsung mengatup setelah Zen berkata demikian.


"Sebenarnya ..."


"Sudah sepuluh menit Om."


"Ok!"


"Terimakasih."


.


.


.


"Akhirnya aku bisa tidur dengan bebas," gumam Ruby sambil merebahkan diri. Tak lama setelah melakukan adegan pelukan tadi. Ruby langsung mengambil pakaiannya yang ada di kamar Zen. Ruby pindahkan ke kamar yang di tempati Ruby saat ini.


"Pintu sudah di kunci dengan sangat aman. Aku nggak perlu khawatir, kalau Om Zen masuk ke kamar ku secara diam-diam."

__ADS_1


Ruby kembali mengingat adegan pelukan mereka tadi. Dengan cepat Ruby mengusir pikirannya sendiri. Akan lebih baik Ruby memejamkan mata dan mulai mengarungi mimpi.


Tepat pukul 01.00 WIB, Zen keluar dari kamarnya. Lalu menuruni anak tangga satu persatu untuk menuju ke suatu ruangan.


Zen langsung memasukkan password ruangan yang jelas terkunci dari dalam. "Dasar gadis polos. Asal percaya saja di bilang password pintunya rusak," gumam Zen sambil menutup kembali pintu kamar yang di tempati Ruby.


Zen langsung mendekati ranjang, di mana Ruby terlelap di sana. Jantung Zen rasanya mulai lari maraton saat mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Menatap wajah cantik Ruby di bawah pencahayaan lampu yang temaram.


Rambut Ruby terlihat panjang. Membuat tangan Zen langsung mengusap puncak kepala Ruby.


"Kamu cantik By," gumam Zen. Lelaki itu kemudian mendekatkan wajahnya pada telinga Ruby. "Aku cinta kamu, Ruby Al Humaira," bisik Zen.


Ruby mengerjapkan kedua matanya saat mendengar alarm ponselnya. Ruby menggeliatkan tubuhnya sambil mengerang malas. Merasakan tubuhnya yang terasa pegal-pegal.


Ruby bergegas menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. Setelah buang air kecil, Ruby langsung menuju ke wastafel untuk mencuci wajah.


Ruby baru bisa melihat tubuhnya dengan jelas saat wajahnya sudah segar. Menatap wajahnya sendiri dengan seksama.


Seketika Ruby langsung mendekatkan wajahnya pada kaca saat melihat ada sesuatu yang aneh di lehernya. "Ini kenapa merah begini?" gumam Ruby sambil menyentuh tanda merah di lehernya.


Ruby kembali mengingat-ingat, karena ia merasa memimpikan sesuatu. Ruby langsung membekap mulutnya saat mengingat mimpinya semalam.


Semalam Ruby merasa bermimpi, ada seseorang yang menimpa tubuhnya. Memberikan kecupan di seluruh wajahnya.


"Aaa ..." Ruby seketika berteriak dan langsung lari ke ruang shower untuk membasahi seluruh tubuhnya, saat mengingat dirinya mengerang pelan di dalam mimpi. Menikmati sesapan benda lembut di lehernya.


"Apa semalam aku bermimpi Ero**tis?" gumam Ruby sambil menggosok seluruh tubuhnya yang sudah basah kuyup.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2