
"Om, Maira tidur sama Queen ya malam ini."
"Hah!" wajah Zen seketika tercengang saat Queen memboking istrinya. Tadi kan niat Zen, malam ini mau begadang. Bisa hancur rencananya kalau seperti ini.
"Malam ini saja ya Om, Queen mau meeting sama Maira," pintanya memelas.
"Meeting apaan?" Zen jadi penasaran.
"Urusan perempuan, Om nggak boleh tahu. Boleh gak nih? Kalau nggak boleh ya Queen tetep maksa "
"Hanya malam ini kan?" tuntut Zen.
"Iya Om."
Dua pasangan sah para senior tentu saja hanya bisa menahan tawa saat melihat wajah Zen yang jelas pasrah. Mengalah pada ponakannya, mumpung keponakannya bertemu dengan istrinya.
Karena waktu sudah semakin malam, semua orang meninggalkan rumah keluarga dan memasuki kamar masing-masing.
"Aku bebersih dulu ya, nanti aku ke atas," ucap Ruby saat pintu lift terbuka di lantai dua.
"Jangan di kekang loh Om, Maira ku."
Zen merangkul Ruby mengajak sang istri keluar dari lift Bersamaan dengan Hendri dan Reina, karena kamar mereka, satu lantai dengan Zen.
Wajah Zen menoleh kebelakang. "Maira mu itu Rubynya Om, wleeekkk," Zen sengaja menjulurkan lidah untuk menggoda Queen.
"Dasar Om bucin," teriak Queen bersamaan dengan pintu lift yang akan tertutup.
Melihat hal itu membuat Divya terkekeh dengan sikap kekanakan Om nya itu. Sedangkan Vian hanya bisa merasakan cemburu, yang menguasai hatinya sendiri.
"Salahkah aku cemburu seperti ini?" batin Vian.
***
__ADS_1
"Ikhlas nih, By tidur dengan Queen?" tanya Ruby setelah keluar dari kamar mandi.
"Ikhlas sih, tapi ..."
"Ikhlas kok ada tapinya sih Mas?"
Zen yang sejak tadi tiduran di atas ranjang, ia bergegas turun untuk menghampiri Ruby yang akan berganti baju.
"Mas. By mau ganti baju tidur dulu," ucap Ruby saat Zen memeluknya dari belakang. "Mas sengaja goda By ya?" todong Ruby saat Zen mendaratkan bibirnya pada pundak Ruby yang terbuka. Membuat banyak kecupan yang membuat tubuh Ruby merinding tiba-tiba.
"Tapi aku gagal bikin kamu begadang," ungkap Zen menyesuaikan kata yang menggantung.
Ruby mengusap tangan Zen yang melingkar di perutnya. "Jadi boleh nggak nih, By tidur sama Queen?"
Ruby tidak ingin meninggalkan suaminya dalam keadaan galau.
"Boleh kok sayang."
"Kalau boleh kapan ini mau lepasin pelukannya, Mas? By mau ganti baju tidur."
"Perasaan tadi yang nempel bukan By deh."
Setelah menggunakan baju tidur serba panjang. Ruby mencari jilbab jumbo di dalam lemari. Jilbab yang menjuntai panjang hingga di bawah boko*ngnya.
"Mas, By ke kamar Queen sekarang ya?"
"Peluk dulu sini."
Zen sudah merentangkan kedua tangannya, tentu saja Ruby dengan cepat menghampiri Zen dan langsung menghambur ke pelukan suaminya.
"Nggak pakai parfum?" tanya Zen sambil mengendus aroma Ruby. Karena biasanya, Ruby selalu menggunakan wewangian yang sangat Zen suka, saat akan tidur.
"By mau keluar dari kamar loh mas, kalau pake wangi-wangian bisa-bisa ada jin iprit nemplok sama By."
__ADS_1
Zen terkekeh karena setiap kali Ruby selesai mandi atau setelah menggunakan parfum
Zen lah yang nemplok pada Ruby, untuk menghirup aroma sang istri.
"Sudah sana, jangan malam-malam ngobrolnya. Ingat, besok kamu kuliah."
Cup
Ruby mendaratkan kecupan di pipi Zen. "Siap sayang. Good night suami ku," ucap Ruby sambil menarik pipi Zen.
Setelah keluar dari kamar, Ruby bergegas menuju lift. Menuju ke lantai tiga, dimana kamar Divya, Alvian, dan Queen berada.
Ting
Lift sampai di lantai tiga. Alangkah terkejutnya Ruby saat akan keluar dari lift, kedua mata Ruby melihat Vian yang berdiri di depan lift
"Eh Kak Vian," sapa Ruby canggung. "Permisi."
"Boleh aku bicara dengan mu sebentar saja?" pinta Vian. Membuat langkah Ruby terhenti.
"Kalau ingin bicara dengan By, kenapa tidak sejak tadi kak? Ini sudah waktunya kita semua istirahat."
"Karena aku harus bicara berdua dengan mu."
"Maaf kak, kalau Kakak ajak By berduaan saat berbicara, By nggak mau. By takut ada orang yang salah paham, terutama suami By. Permisi ya Kak."
Vian hanya bisa melihat punggung Ruby yang semakin menjauh.
"Nggak mungkin kan Kak Vian masih suka sama aku?"
Tiba-tiba saja perasaan Ruby jadi tidak enak. Tapi Ruby berusaha menepis prasangkanya sendiri. Mungkin saja besok, Vian akan berbicara disaat ada orang lain disana, terutama suaminya.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️