Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 79 BUCIN


__ADS_3

Ruby mundur satu langkah dengan wajah tertunduk. Entah kenapa, hatinya terasa sakit saat ini. Tiba-tiba saja Ruby jadi ingin di akui di depan banyak orang kalau dia adalah istri Zayn Dzuhairi Sucipto.


"Apaan sih By lebay banget, hanya seperti ini saja kamu mau nangis," batin Ruby sambil mencoba menahan air matanya agar tidak terjun bebas. "Telpon suami kamu saja langsung, gitu aja kok repot. Ya kali, sudah sampek sini mau pulang gitu aja," Ruby berbincang seorang diri.


Baru saja Ruby ingin mengambil ponselnya di dalam tas. Benda pipih Ruby itu bergetar tanda ada yang sedang menghubunginya.


"Nda," gumam Ruby. Jari tangan Ruby menggeser icon berwarna hijau untuk menerima panggilan suara dari Nissa. "Assalamualaikum Nda."


"Waalaikumsalam ... Nda ganggu By nggak."


"Nggak kok Nda. Kenapa Nda?"


"Nggak apa-apa, Nda hanya rindu By. Sekarang By lagi di mana?"


"Di kantor. Eh anu Nda maksudnya ...,"


"By di ajak Zen ke kantor? Memangnya nggak kuliah?" Nissa jelas tahu jadwal kuliah Ruby.


"Kuliah Nda. Tapi jadwal mata kuliah terakhir kosong jadi By datang ke kantor. Karena kata Bapak scurity kalau mau bertemu Mas Zen harus buat janji, jadi By mau telpon Mas. Eh kebetulan Nda telpon By."


"Hah!" Nissa sungguh tidak menerima anak menantunya mau bertemu dengan anaknya harus membuat janji dulu. Namun, Nissa sadar karena pernikahan Zen dan Ruby belum di umumkan secara langsung pada seluruh pegawai yang ada.


"By sekarang di sebelah mana?" Nissa mengganti panggilan suara menjadi panggilan video.

__ADS_1


Ruby segera mengganti panggilan video. "By masih di lobby Nda."


"Berikan ponsel By ke scurity yang ada di sana."


Ruby menoleh, menatap dua scurity yang sedang berbincang dan sesekali menatapnya.


"Nda, saya mau bicara sama bapak," ucap Ruby setelah kembali mendekati dua scurity.


Meskipun penuh tanya kenapa seseorang dari gadis kecil di depan mereka itu ingin berbicara dengan mereka, salah satu scurity menerima uluran ponsel Ruby dan langsung menatap layar ponselnya Ruby.


"I-ibu Nissa," keduanya sampai tergagap melihat ibu dari pimpinan perusahaan, yang ternyata sedang berbincang dengan gadis kecil itu.


"Pak tolong antar anak saya ke lift. Biarkan anak saya sesuka hati datang menemui Zen."


"Terimakasih Pak."


Setelah Ruby masuk ke lift khusus, scurity itu kembali lagi ke depan dimana ia bekerja.


"Apa anak tadi, anak angkatnya pak Yusuf dan Bu Nissa?" tanyanya.


"Bis jadi." jawab scurity satunya.


***

__ADS_1


Ruby keluar setelah pintu lift terbuka. Kakinya melangkah mengikuti arahan Nissa di mana ruang kerja Zen berada.


Ruby mengetuk pintu ruang kerja Zen beberapa kali, namun, sepertinya tidak ada orang di dalam sana.


"Mungkin suami By sedang menemui klien di luar atau di ruang meeting. By masuk saja ya nak, sandinya tanggal lahir Zen."


Ruby memasukkan 6 digit angka. "Salah Nda."


"Kalau salah, berarti tanggal lahir Ruby. Sudah dulu ya sayang, Nda mau temani ayah makan siang dulu."


"Iya Nda."


Setelah Nissa mematikan panggilan videonya. Ruby kembali memasukkan 6 digit angka, tanggal lahirnya.


Klek


Benar. Password ruang kerja Zen menggunakan tanggal lahir Ruby. Ah, Lebih tepatnya tanggal lahirnya Al.


"Dasar Om Om bucin," gumam Ruby sambil masuk ke ruang kerja sang suami.


Bersambung ...


insha Allah lanjut malem ya🙏🤗

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2