Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 34 SEBUAH KONS**PIRASI


__ADS_3

Ruby nampak berjalan malas-malasan menuju parkiran. Langkah kakinya ikut terasa berat, sama beratnya seperti kedua matanya yang sejak tadi pagi, susah payah agar ia tetap terjaga.


Gadis cantik itu berjalan dalam satu rombongan muda mudi yang hendak segera pulang. Sedangkan Safir dan Queen masih ada kegiatan sekolah yang harus mereka lakukan.


"Ini semua gara-gara Om Om itu, udah bikin aku keppo ngalah-ngalahin detektif," gumam Ruby menyalahkan Zen.


"By mau pulang dengan aku nggak? Sepertinya sopir kamu belum datang," tawar remaja lelaki teman sekelas Ruby.


Ruby baru ingat kalau tadi lagi yang mengantar ke sekolah itu Zen bukan Pak Totok. "Nggak usah, aku tunggu supir aku saja disini," tolak Ruby.


"Kalau begitu aku duluan,"


Ruby bergegas menuju parkiran tempat para sopir menunggu kepulangan siswa-siswi di sana. Saat itu juga, kedua mata Ruby melebar saat melihat Zen yang bersandar di pintu mobil sambil membalas sapaan ramah para gadis seusianya yang terkesima dengan lelaki yang menggunakan kaca mata hitam. Senagaja banget Zen berulah.


Para remaja itu langsung menghadap Ruby saat Zen melambaikan tangannya ke arah Ruby. Membuat para gadis seusia Ruby beralih melihat arah tangan Zen melambaikan tangan.


"Ruby ..." sapa salah satu dari mereka, saat Ruby melangkah mendekat.


"Iya ..."


"Dia siapa kamu By, kenalin dong," Pinta para gadis di sana secara bersamaan.


Ruby tersenyum, tiba-tiba saja ia jadi merasa tidak suka dengan keadaan ini. " Langsung saja ajak berkenalan, mumpung orangnya ada di sini. Aku masuk mobil duluan ya," Ruby melirik Zen sebentar, dan langsung masuk ke dalam mobil lebih dulu.


"Mas, boleh kenalan nggak?" tanya para gadis saat Zen ingin mengikuti jejak Ruby memasuki mobil.


"Lain kali ya, Ruby sudah buru-buru harus segera ke lokasi pemotretan," tolak Zen jujur.


Zen langsung menatap Ruby yang memejamkan matanya setelah Zen duduk di kursi kemudi.

__ADS_1


Ruby langsung membuka kedua matanya saat wangi parfum Zen begitu sangat dekat dengannya. Kedua mata Ruby membulat saat melihat wajah Zen hanya berjarak beberapa centimeter, ke dua mata Zen bahkan menatap mata Ruby lekat.


"O-om ngapain sih?" tanya Ruby gugup. Tangan Ruby spontan menurunkan punggung jok mobil agar wajahnya menjauh dari wajah Zen.


"Kamu belum menggunakan safety belt, By."


Jantung Ruby terasa tidak aman saat ini. "Kan bisa memberitahu By, Om." Ruby terlihat kesal.


"Aku pikir istri ku ini tertidur karena semalam begadang mencari tahu sosok suaminya ini," Zen sengaja mengingatkan Ruby.


Ruby hanya bisa mengedipkan kedua matanya dengan sangat cepat, saat melihat Zen tersenyum padanya. Sedangkan Zen semakin tertarik dengan apapun yang ada di Ruby.


"Jangan senang begitu, By mencaritahu demi kebaikan adik By."


"Ahhh ... Benar juga," Zen pura-pura kecewa.


Zen bergegas melajukan mobilnya. Agar mereka segera sampai di lokasi tujuan.


"Kalau mengantuk tidur saja By. Nanti aku bangunkan saat sampai di lokasi," tutur Zen saat mobil berhenti tepat di lampu merah.


"By sudah nggak ngantuk lagi," Ruby bergegas mengambil dompetnya dan mengambil uang pecahan lima ribu. Kemudian Ruby menekan tombol untuk menurunkan kaca mobil.


"Aku nggak rugi nunggu dia selama ini," batin Zen saat Ruby memberikan uang ke pengamen dan badut.


Setelah tiga puluh menit menempuh perjalanan, Akhirnya mereka berdua sampai di lokasi. Ruby bergegas keluar dari mobil dan langsung menuju ruang make up.


"Assalamualaikum ..."


"Waalaikumsalam ..." jawab Reina dan beberapa staf lainnya.

__ADS_1


"Maaf ya Tante, eh kok jadi Tante sih," Ruby membekap mulutnya sendiri. "Aduh By harus panggil apa?"


"Seperti biasanya juga nggak apa-apa By."


Ruby mengedarkan pandangan karena teman-teman model lainnya sudah tidak nampak di sana.


"Yang lain pada dimana Tan, eh Kak maksudnya," Ruby jadi merasa gagap sendiri memanggil Reina sekarang.


"Yang lain sudah pada pulang, bagian mereka sudah selesai. Oh iya karena hari ini hari terakhir By, jadi Tante mau, By mempromosikan produk bagian baju couple ya," tutur Reina.


"Loh baju couple kan bagian Mbak Sinta sama Mas Harun, kenapa di lempar ke Ruby?" terus terang saja, Ruby merasa heran sekaligus aneh. Apa lagi baju couple muslim memang di khususkan untuk model yang memiliki pasangan.


"Harun sedang keluar kota makannya Sinta tadi Tante suruh ambil bagian kamu."


"Terus Ruby di pasangkan sama siapa?" tanyanya pasrah.


"Itu ..."


Ruby langsung menoleh, melihat arah tunjuk Reina. "Sama Om itu?" tanya Ruby tidak percaya.


"Tentu saja, kan Om itu suami Ruby." Ruby menatap semua orang disana. Bagaimanapun, pernikahannya dengan Zen sangat di rahasiakan karena Ruby yang belum cukup usia. "Semua orang di sini tidak akan menyebar luaskan pernikahan kalian By."


Ruby mengapa Reina yang tersenyum dan nampak meyakinkannya. Kemudian Ruby menatap Zen yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.


"Apa ini sebuah kons**pirasi?" batin Ruby menaruh curiga pada kedua anak mertuanya tersebut.


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2