Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 120 RIVAL DALAM BERDOA


__ADS_3

Vian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, setelah melihat mobil yang di tumpangi Hendri dan Reina menuju bandara.


Kedua mata Vian terpejam mengingat bagaimana gilanya, tingkah usahanya karena begitu terobsesi ingin mendapatkan Ruby.


Cinta memang gila. Merusak akal sehat hingga kesulitan untuk berfikir dengan benar.


Rasa sesal Vian semakin menumpuk, karena telah berlaku kurang ajar pada Nissa, dan kini menyiksa hati Vian sendiri. Entah bagaimana cara Vian untuk memperbaiki semuanya.


"Maafkan Vian, Oma, Opa."


***


Beberapa jam kemudian, Reina dan Hendri sudah sampai rumah sakit. Mereka berdua langsung menuju tempat dimana Adam memberi tahu keberadaan semua orang yang menunggu di rumah sakit.


"Nda," Reina langsung memeluk Nissa. Sebisa mungkin, Reina menahan diri agar tidak menangis. Karena melihat Nissa yang menangis sambil memeluk Reina saja, membuat tubuh Reina terasa lemas.


"Nda takut, Kak. Nda belum siap."


"Rere yakin, Ayah pasti kuat. Ayah kan ingin gendong cucu twins baby boy dari Adek sama By. Kita berdoa sama-sama Nda."


Sebisa mungkin Reina mencoba untuk menguatkan Nissa, walau dirinya juga sedang merasa gelisah.


"Maafin Zen ya Kak, Mas. Kalau saja Zen menyelesaikan semuanya dengan baik-baik. Semua ini nggak akan terjadi."


"Sudah. Mas juga kalau di posisi kamu pasti melakukan hal yang sama."


"Ruby kamu tinggal di apartemen Dek?"

__ADS_1


"Tadi Zen ajak kesini Kak. Terus Zen suruh pulang sama Tante Luna."


"Jadi gimana keadaan Ayah?"


Adam langsung menceritakan keadaan Yusuf sesuai dengan yang di sampaikan oleh dokter tadi.


Tak lama setelah selesai menceritakan semuanya. Ponsel Adam berdering, Adam menerima panggilan seseorang dari seberang sana, lalu memberikan ponselnya pada Nissa.


"Halo, assalamualaikum,"


"Waalaikumsalam. Oma."


Mendengar suara cucunya yang membuat ia dan Yusuf khawatir semalam, membuat Nissa senang karena Vian menghubunginya.


Nissa langsung menjauhi semua orang, agar obrolannya tidak terdengar yang lain.


"Vian baik-baik saja nak disana? Papa sama Mama nggak marahin Vian kan?"


"Enggak Oma. Papa sama Mama nggak marahin Vian kok. Bagaimana keadaan Opa, Oma?"


"Doakan agar Opa cepat sehat dan bisa berkumpul bersama lagi ya."


"Ini semua pasti gara-gara Vian."


"Sudah. Jangan menyalahkan diri sendiri. Yang penting kedepannya Vian belajar mengikhlaskan semuanya, dan berbaikan sama Om. Kalian saudara nak, jangan menginginkan apa yang bukan hak Vian."


"Vian minta maaf, karena sudah kurang ajar sama Oma."

__ADS_1


"Oma maafkan."


"Tolong sampaikan ke Opa, Vian juga minta maaf karena susah membuat keributan di keluarga. Vian menyesal."


"Kenapa Vian tidak datang kesini saja. Opa pasti senang dan cepat sembuh kalau Vian datang."


"Vian belum bisa bertemu dengan Om dan juga Maira. Vian butuh waktu, Oma. Tapi Vian pasti akan meminta maaf ke Om dan Maira dengan cara yang benar. Termasuk meminta maaf secara langsung pada Oma dan Opa."


Waktu terus berjalan, hingga waktu sudah malam Nissa, Reina, dan Zen yang menunggu di depan ruang ICU belum juga mendapatkan kabar kalau Yusuf sudah sadarkan diri.


Namun dokter menyampaikan perkembangan Yusuf kalau tekanan darahnya sudah mulai turun, dan detak jantung yang sudah tidak terdengar bergemuruh.


Nissa masuk ke ruang ICU setelah menggunakan pakaian yang di sediakan rumah sakit.


Nissa menggenggam tangan Yusuf dan mencium punggung dan telapak tangan Yusuf, setelah mendaratkan tubuhnya di kursi.


"Ayy," panggil Nissa berbisik. "Tadi Vian telpon.


Dia menanyakan keadaan Ayy. Vian juga mendoakan agar Ayy cepat sembuh. Vian mengatakan keadaannya baik-baik saja, jadi Ayy jangan terlalu mengkhawatirkannya lagi."


"Tadi Pak Arjuno dan Tisya datang kesini. Mereka juga mengkhawatirkan Ayy. Bukankah ayy yang nggak sabaran menunggu pesta pernikahan Zen dan Ruby. Tadi Zen bilang akan membatalkan semuanya. Bangun ya Ayy, aku janji kalau Ayy bangun aku akan ikut berdoa agar kita di kasih twins baby boy dari By dan Zen. Aku nggak akan jadi rival Ayy lagi dalam berdoa. Katanya Ayy ingin main bola sama cucu kembar."


Nissa mengusap air matanya. "Aku belum siap Ayy. Tolong kasihani aku ..."


Bersambung ...


Duh jiwa lawak ku kemana ini???

__ADS_1


😭😭😭


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2