Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 98 PERSIAPAN UNTUK ANAK DAN CUCU


__ADS_3

Zen melihat ballroom di sebuah hotel, salah satu gedung mewah milik DS Group. Zen harus mantau secara langsung persiapan yang sudah hampir selesai. Karena satu minggu lagi, acara pesta pernikahan akan di langsungkan.


Para pegawai yang lalu lalang sedang melakukan tugasnya, merasa sangat senang karena mereka di pantau langsung oleh pemilik acar sekaligus bos mereka.


"Alhamdulillah, sudah hampir rampung."


"Duh jadi deg degan nih Bos," ucap Alan.


Zen menatap Alan keheranan. "Lah ngapa kamu yang deg degan?"


"Cosplay jadi Bu Bos, gimana perasaannya saat tahu di kasih kejutan seperti ini?"


"Jangan ngawur kamu ya Al. Bisa-bisanya kamu yang model celurut kaya gini mau jadi istri ku yang super cantik itu," ucap Zen, kesal.


"Aaa ... ada nggak sih laki-laki model kaya Pak Bos? Pengen juga ngerasain di bucinin setiap hari," tutur Alan mengkhayal. Sepertinya Alan tidak sadar, khayalannya salah arah.


Mendengar ucapan Alan, membaut kedua mata Zen mendelik. Menatap Alan tajam.


Duk ...


"Awww ..." ringis Alan karena Zen menendang kuat kakinya.


"Heh jangan bilang kamu nggak nikah-nikah, nggak mau aku antar ngelamar Nabila karena kamu mau jadi kaum banyak warna?" Zen sampai merinding ketakutan.


"Astagfirullah Pak Bos. Jangan negatif thinking dong," tutur Alan menyadari, Zen tidak paham maksudnya.


"Ya gimana aku nggak negatif thinking," Zen kembali bergidik ngeri. "Jangan dekat-dekat aku, kamu Al."


"Setelah pesta ini selesai, antar aku lamar Nabila."


"Heh jangan nikahi anak orang, demi nutupi asli mu, Al."


"Lah emboh wes," Alan pergi meninggalkan Zen karena bingung menjelaskan.

__ADS_1


"Loh kan aku yang lagi marah, ngapian malah itu celurut yang ngambek?" gumam Zen.


"Heh Al. Kamu sudah suruh sopir ke bandara belum?" teriak Zen bertanya.


"Sudah." Jawabnya lantang.


.


.


.


"Bibi, apa semua kamar sudah di siapkan?" tanya Nissa yang sejak tadi sibuk di dapur.


"Sudah Bu."


"Tolong di cek sekali lagi ya Bi. Jangan sampai ada kamar yang kelewatan belum di bersihkan."


Sejak tadi pagi, Nissa sibuk di dapur bersama dengan beberapa Art. Nissa sangat antusias membuat menu masakan, untuk menyambut anak dan cucu-cucunya.


"Vian pasti suka di masakin ini," gumam Nissa dengan wajah bahagia.


Dari ke tiga cucunya, yang paling lama tidak berjumpa secara langsung adalah Vian. Terakhir bertemu saat lebaran tahun lalu.


"Ya ya ya, yang anak sama cucunya mau datang. Sampai lupa kalau suaminya belum makan," sindir Yusuf sambil mengambil piring yang ada di dapur. Padahal di ruang makan sudah tersedia piring disana. Dasarnya Yusuf saja, caper.


Mendengar ucapan Yusuf membuat para Art terkekeh geli. Mereka sangat senang melihat keharmonisan pasangan suami istri yang menjadi Bos mereka.


Di usia yang sudah tidak lagi muda, Yusuf dan Nissa selalu saja terlihat romantis dan bahagia. Hubungan yang unik, karena hubungan pernikahan bukan hanya berperan sebagai suami dan istri saja.


Nissa yang tersindir langsung menoleh menatap Yusuf. Senyum nyengir Nissa yang telah khilaf melupakan sang suami benar-benar mengalihkan dunia Yusuf. (Duuuhhh tua tua lebay🤣)


"Ya Allah, Ayy. Maaf," Nissa melihat sang suami yang kini menuju ruang makan. "Bi, tolong teruskan dulu ya, saya mau nemenin Bapak makan dulu," Nissa langsung menyusul Yusuf ke ruang makan.

__ADS_1


"Maaf ya Ayy," Nissa merebut piring yang di pegang Yusuf dengan senyum yang masih saja terlihat manis di mata Yusuf. Nissa segera mengambilkan makanan untuk Yusuf.


"Anak sama cucu belum sampai rumah saja aku sudah di anggurin, gimana nanti kalau mereka sudah di rumah?"


"Ya Allah. Om ku satu ini, bisa-bisanya cemburu sama anak cucu sendiri. Maaf ya Ayy, aku terlalu semangat."


"Aku takut kamu kelelahan sayang. Dari beberapa hari yang lalu coba, kamu sibuk buat kue ini kue itu," omel Yusuf Mash berlanjut. "Padahal itu semua bisa di beli, kenapa malah nyusahin diri sendiri."


"Rasanya beda Ayy. kebahagiaan ku juga beda rasanya, saat nanti anak-anak menikmati makanan hasil buatan aku sendiri."


Demi meluluhkan hati Yusuf, Nissa memilih menyuapi Yusuf. Tentu dengan senang hati, Yusuf menerima setiap suapan yang Nissa berikan.


.


.


.


"Alhamdulilah akhirnya kita sudah sampai juga," ucap Reina sambil terus melangkah bersama untuk segera keluar bandara.


"Belum sampai Mam, karena menuju rumah Oma, Opa masih satu jam lagi," tutur lelaki yang sudah menyelesaikan pendidikan S1-nya.


"Itu pun kalau ngga macet," tambah Divya.


"Haduh, Queen rasanya sudah ingin mendarat di kasur."


"Sudah, ayo cepat jalannya. Biar kita cepat masuk mobil dan cepat sampai rumah," tutur Hendri.


Bersambung ...


Kolaborasi novel ini namanya 🤣 Duhhh Om Yusuf dan Nissa kalian itu mengalihkan duniaku 🤭


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2