
Yusuf dan Nissa bergegas untuk bersiap. Tentu saja tujuan mereka untuk segera datang ke rumah Arjuno dan Zantisya, orang tua Ruby. Perempuan yang selama ini di cintai Zen, sampai tidak pernah sekalipun dekat dengan perempuan mana pun.
Yusuf dan Nissa bahkan tidak memberi tahu siapapun perihal kepulangan mereka untuk apa ke Reina, Hendri, dan juga keluarga lainnya.
Sedangkan Arjuno yang memang masih berada di salah satu restorannya, begitu mendapat telepon dari sang istri. Arjuno tentu saja bergegas untuk segera pulang.
Sepanjang perjalanan, Arjuno jadi banyak Mengira-ngira. Apa tujuan pemilik DS Group datang kerumahnya secara tiba-tiba.
"Assalamualaikum ..." Salam Arjuno saat memasuki rumah.
"Waalaikumsalam ..." Jawab Zantisya, Yusuf, dan juga Nissa.
Arjuno langsung menyalami Yusuf dan Nissa. "Maaf ya pak Yusuf, pasti lama menunggu saya." Ucap Arjuno setelah duduk di dekat Zantisya.
"Justru saya yang seharusnya meminta maaf, karena telah mengganggu waktu bekerja pak Arjuno," ucap Yusuf tidak enak hati.
"Tidak mengganggu kok pak, hanya cek bulanan saja. Jadi, bagaimana kabar pak Yusuf dan keluarga?"
Dua keluarga itu saling bertukar kabar, saling berbincang mengingat kembali pertemuan tidak sengaja di antara mereka.
Sebelum ke penyampaian inti, tentu saja Yusuf memilih bosa basi agar keakraban di antara dua keluarga terjalin lebih dulu.
.
.
.
Sejak bangun tidur siang, Ruby dan Arfan berada di ruangan game. Ruangan khusus yang di sediakan untuk ke dua anak Arjuno yang hobby sekali main game. Sangat jomplang dengan Safir yang hobbynya membaca buku.
__ADS_1
Seperti biasanya Ruby dan Arfan selalu sedia bedak untuk mencemongi wajah mereka bagi siapa yang kalah. Dan sudah dapat di tebak, Arfan lah yang selalu kalah.
Entah berapa kali Ruby membedaki wajah Arfan sampai tak berupa. Arfan sendiri sudah tahu selalu kalah nge-game tapi hari-harinya selalu menantang Ruby.
Sedangkan Ruby yang suka menjahili adiknya bahkan sampai adiknya menangis, sekalipun Ruby tidak pernah mau untuk berpura-pura kalah dari adiknya.
"Arfaaannn ..." Teriak Ruby kuat karena dengan senagaja Arfan membaluri seluruh wajah Ruby menggunakan bedak. Membuat wajah Ruby berwarna putih penuh taburan bedak.
Ruby langsung beranjak dari tempat duduknya untuk mengejar Arfan yang sudah lari keluar dari ruangan mereka.
"Arfaaannn... berhenti nggak?" teriak Rubby sambil lari ngebut.
"Kapok suruh siapa menang terus," ucap Arfan sambil terus lari. "Kasih kesempatan gitu kak biar Arfan menang sekali saja."
Kedua bocah itu tidak sadar kejar-kejaran sampai keluar masuk melewati ruang tamu beberapa kali. Membuat para orang tua hanya melongo melihat adegan kejar-kejaran adik dan kakak itu.
"Makanya kalau nggak bisa main game itu nggak usah nantang kakak."
Ruby langsung menghentikan langkah larinya dan langsung menghadap Zantisya.
"Iya Bun ..."
"Astagfirullah ..." Arjuno menepuk jidatnya sendiri saat melihat wajah anak gadis kesayangannya penuh dengan bedak.
Sedangkan Yusuf dan Nissa malah menahan tawa melihat wajah gadis yang bernama Ruby tersebut.
"Loh Opa dan Omanya Queen kenal sama orang tua By?" Ruby yang melupakan wajah belepotannya dan langsung mendekati sofa.
"Loh, By sudah ketemu dengan Opa Omanya Queen?" tanya Zantisya.
__ADS_1
"Sudah Bun."
Ruby dengan polosnya menyalami tangan Nissa dan mencium punggung tangan Nissa. "Allahuakbar ..." Pekik Ruby saat melihat punggung tangan Nissa terkena bedak yang memenuhi wajahnya. "Maaf ya Oma ..." Ruby langsung mengusap punggung tangan Nissa agar bedaknya hilang.
"Sudah tidak apa-apa."
"Kalau begitu By masuk dulu, mau cuci muka."
Sejujurnya Nissa dan Yusuf ingin bertanya pada Ruby, perihal kapan mereka bertemu.
"Ehm ... Jadi begini pak Arjuno, Bu Tisya. Kedatangan saya dan istri saya sebenarnya karena ada sesuatu hal dengan niat baik yang harus saya sampaikan."
Arjuno dan Zantisya tentu menatap sepasang suami istri itu dengan serius.
"Iya pak, Bagaimana?" tanya Arjuno.
"Niat kami datang kesini untuk melamar Ruby Al Humaira anak perempuan Bapak Arjun dan Bu Tisya untuk anak laki-laki kami Zayn Dzuhairi Sucipto. Saya sangat berharap dua keluarga kita semakin terjalin dekat karena anak-anak kita."
Arjuno dan Zantisya saling tatap. Bingung juga mau menyampaikan bagaimana saat ini.
Arjuno menarik nafas dalam-dalam. "Terimakasih bapak Yusuf dan Bu Nissa sudah datang ke rumah kami dengan niat yang sangat baik. Kami sangat menghargai niat baik bapak dan ibu tapi ..."
Yusuf dan Nissa saling bergenggam tangan, tidak sanggup mendengar ucapan Arjuno yang sepertinya tidak mengenakan.
"Sudah ada yang datang melamar anak kami, dan semalam Ruby menerima lamaran itu."
Genggaman tangan Nissa dan Yusuf semakin kuat. "Ayah ... Belum apa-apa masak anak kita sudah jadi sad boy sejak dini." Ucap Nissa mengingat nasib anaknya yang memendam rasa sejak lama untuk Ruby. "Bu Tisya, mumpung belum ada janur kuning melengkung, tolong beri tahu Ruby kalau Zen sudah jatuh cinta pada Ruby sejak mereka kecil. Siapa tahu Ruby mau berubah pikiran."
"Kalau boleh tahu, siapa lelaki yang lamarannya sudah di terima Ruby, pak Arjuno?" tanya Yusuf serius.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️