Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 17 LELAKI YANG MELAMAR RUBY


__ADS_3

Sekitar satu tahun yang lalu, Arjuno yang usianya sudah hampir mencapai kepala lima itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Walau ini belum saatnya untuk pulang ke rumah. Tapi lelaki yang semakin nampak berwibawa di usianya yang semakin menua itu, harus segera pulang. Karena sang istri sudah beberapa kali menghubunginya, memintanya untuk segera pulang karena ada seseorang yang tiba-tiba datang ke rumah mereka dan ingin menemuinya.


Selama di perjalanan, Arjuno banyak Mengira-ngira kenapa anak lelaki yang dulu selalu menjadi musuhnya datang ke rumahnya dadakan seperti ini.


Arjuno langsung keluar dari mobil ketika mobilnya berhenti tepat di dekat sebuah mobil mewah. Arjuno langsung melangkah lebar, untuk segera memasuki rumah.


"Assalamualaikum ..."


"Waalaikumsalam," jawab istri dan juga lelaki muda yang sedang menunggu Arjuno.


Zantisya langsung berdiri dan menghampiri suaminya, lalu mencium punggung tangannya. "Alhamdulillah, akhirnya Mas pulang juga."


Lelaki muda yang usianya kisaran dua puluh tujuh tahunan itu langsung berdiri melihat Arjuno. Lelaki yang ia tunggu sejak beberapa jam yang lalu. "Om ..." Ia bersalaman dan mencium punggung tangan lelaki paruh baya tersebut.


"Maaf, saya baru pulang. Saya baru baca pesan setelah selesai meeting. Ayo duduk."


Arjuno duduk berdampingan bersama sang istri sedangkan lelaki tampan itu duduk tepat di depan mereka.


Baik Arjuno maupun Zantisya di buat tidak menyangka karna pada akhirnya, mereka bertemu lagi dengan anak bos pemilik stasiun televisi itu.


"Seharusnya saya yang meminta maaf sama Om dan Tante, karena saya datang bukan di saat yang tepat."

__ADS_1


Sejujurnya Arjuno masih belum percaya, bocah tengil yang bertemu dengannya dan sang istri beberapa tahun silam, kini bocah itu berada di depannya. Bocah yang kini sudah nampak dewasa, tampan, dan sangat gagah, yang sesekali mereka lihat di layar televisi.


"Tidak apa-apa. Ada keperluan apa kamu jauh-jauh datang kesini?" tanya Arjuno tanpa basa basi.


Lelaki muda itu menunduk dalam. Ia mengatur dirinya yang mulai gugup. Belum lagi detak jantungnya yang mulai bekerja keras seolah ingin lari dari tempatnya.


Lelaki itu mengambil sebuah kotak kecil yang ada di saku jas formalnya. "Bismillahirrahmanirrahim ..." Lelaki itu membuka kotak kecil yang terdapat lambang hati lalu menyodorkan benda itu di hadapan Arjuno dan Zantisya.


Arjuno dan Zantisya tentu saja terkejut melihat benda mungil di hadapan mereka. Sebuah kotak kecil yang menampilkan sebuah perhiasan kecil yang seharusnya di sematkan di sebuah jari manis seorang perempuan.


Arjuno dan Zantisya tidak ingin berkomentar lebih dulu, dan tidak ingin menduga tentang banyak hal. Pasangan suami istri yang sangat serasi itu menatap serius dan penuh tanya pada lelaki muda di depan mereka.


Lelaki muda itu menatap bergantian Arjuno dan Zantisya. "Kedatangan saya kesini, karena niat baik saya yang secara langsung ingin melamar gadis kecil yang dulu saya temui terakhir kali."


"Saya melamar secara pribadi terlebih dahulu Om, Tante."


"Zayn Dzuhairi Sucipto. Kamu tidak salah alamat datang ke rumah orang kan?" tanya Arjuno yang masih terkejut dengan ucapan Zen barusan.


Zen menatap yakin ke arah Arjuno. Zen bahkan sempat berpikir kalau Arjuno dan Zantisya lupa terhadapnya. Tapi mendengar Arjuno menyebut nama lengkapnya, membuat Zen merasakan lega begitu saja.


"Tidak Om. Saya kesini benar-benar ingin melamar Ruby Al Humaira. Anak Om dan Tante yang saya temui terakhir kali saat di pantai dulu." jawabnya cepat dan sangat yakin.


Pasangan suami istri itu saling bertatapan, sejujurnya mereka berdua di buat tidak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.

__ADS_1


"Dengarkan saya baik-baik, Ruby masih kecil. Baru saja naik kelas dua SMA. Bagaimana mungkin kamu melamar anak kami yang masih jauh dari kata dewasa?"


"Zen tahu om. Zen melamarnya sekarang karena Zen takut di tikung orang lain. Zen berharap, Om dan Tante merestui Zen menjadi pendamping hidup Ruby. Zen akan datang lagi, melamar Ruby dengan cara yang benar bersama kedua orang tua Zen, di saat Om dan Tante sudah memperbolehkan Ruby menjadi pendamping hidup Zen."


.


.


.


Yusuf dan Nissa langsung tersenyum bahagia setelah mengetahui bahwa anak merekalah yang lamarannya telah di terima oleh Ruby. Merasa bangga pada anak lelaki satu-satunya, karena sudah berani melamar anak perempuan Arjuno.


"Pak Arjuno bikin saya deg degan saja. Saya pikir siapa yang menikung lamaran kami. Ternyata kami di tikung anak sendiri."


"Saya juga tadi saat di perjalanan pulang sudah deg degan pak Yusuf. Saya pikir bapak sudah akan meminta anak kami untuk menikah dengan Zen secepatnya."


"Lalu bagaimana lagi ceritanya?" tanya Nissa.


Nissa benar-benar penasaran bagaimana ekspresi anaknya saat bertemu dengan Ruby yang sudah menjadi remaja.


Bersambung ...


Mohon maaf ya kalau jalan ceritanya lambat🙏 Aku sudah kasih banyak spoiler di beberapa bab siapa yang lamar Ruby 🤗 dan sekarang sudah terjawab ya 😍 sebentar lagi kok mereka ketemu jadi mohon sabar ya🥰

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2