Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 57 MELIHAT BINTANG


__ADS_3

"Sudah berapa lama menikah?" Tanya perempuan yang usianya 21 tahunan.


Saat ini, Ruby dan Tiara sedang berjalan menuju parkiran mobil. Sudah tiga mata kuliah yang mereka ikuti di hari pertama kuliah.


"Sudah enam bulanan Kak," jawab Ruby.


"Wah kalian pasti lagi anget-angetnya jadi pengantin baru ya By?"


"Anget gimana Kak?" tanya Ruby dengan wajah penuh tanya.


"Ya anget buat begituan," kedua tangan Tiara menguncup lalu menyatukan ujung jari ke dua tangannya, memberi kode. Tiara menatap wajah Ruby yang bertanya-tanya. "Maaf ya By, kamu sama suami kamu belum pernah melakukan hubungan se*ks?" tanya Tiara to the point.


Ruby tersenyum canggung, sambil menggelengkan kepalanya. "Belum pernah Kak."


"Terus kenapa kamu nikah muda?"


"Hanya terjadi kesalahan satu malam yang sebenarnya di antara kami tidak terjadi sesuatu. Tapi Ayah By, meminta pertanggung jawaban karna By sudan di sentuh."


"Tapi suami kamu ganteng kan By?" Tiara hanya berniat menggoda. Karena wajah Ruby nampak berbinar saat ini.


Ruby tersenyum dengan wajah yang nampak bahagia. "Sepertinya begitu kak."


"Kalau ganteng ya ganteng saja By. Kenapa pake sepertinya," ujar Tiara. "Aku menikah sudah dua tahun."


"Wah sudah lama ya kak. Tapi, Kakak kok baru sekarang kuliah? Senagaja libur dulu ya?"


"Karena baru menemukan lelaki yang tepat mungkin," Tiara terkekeh setelah menjawab pertanyaan Ruby.


"Atau Kakak libur punya anak dulu?" tanya Ruby, karena mengira Tiara hanya bercanda.


"Bukan By. Suami aku nggak mau punya anak dari aku," Tiara memberikan senyuman saat Ruby menatapnya heran. "Hai Dad," Tiara melambaikan tangannya ke arah lelaki yang nampak dewasa, duduk tenang di dalam mobil menatap ke arah mereka.


"Itu Ayah Kakak?" tanya Ruby dengan serius.


"Itu suami aku By."

__ADS_1


Mendengar jawaban Tiara, tentu saja membuat Ruby tercengang. Lelaki yang ada di dalam Mobil itu, jelas lelaki matang usia 40 tahunan.


"Kamu nggak apa-apa kan By, aku tinggal pulang duluan?"


"Nggak apa-apa Kak. Hati-hati ya."


"Sampai ketemu besok ya?"


Ruby hanya bisa melihat Tiara yang berlarian kecil menuju mobil dan langsung bergegas masuk.


"Siapa?"


Ruby tentu terkejut mendengar suara bisikan tepat di telinganya. "Kok Om sudah di sini?"


"Ya karena aku sudah sejak tadi menunggu mu di sini."


Ruby tersenyum samar melihat tangannya yang sudah di genggam Zen. Melangkah bersama menuju mobil. Ruby jelas sadar, mulutnya selalu menolak saat Zen menyentuhnya tanpa permisi. Tapi tubuhnya bahkan merespon lain, sedangkan hatinya juga terasa menghangat.


"Om kurang kerjaan banget ya?"


.


.


.


Sudah sejak tadi, Zen dan Ruby memasuki kamar mereka masing-masing setelah mereka menyelesaikan makan malam.


"Belum tidur By?" tanya Zen saat berpapasan dengan Ruby. Tujuan mereka saat ini, sama-sama ke dapur.


"Sudah," jawab Ruby sambil meneruskan langkah kakinya. "Sudah jelas ketemu aku di dapur, ya jelas belum tidurlah. Om ngapain jam segini belum tidur?"


"Belum bisa tidur."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena isi kepala ku terus memikirkan seseorang."


Setelah Ruby meneguk air minum, Zen langsung merebut gelas Ruby dan langsung mengambil air minum.


"Itu gelas bekas aku Om," ucap Ruby saat Zen sedang meneguk air minum.


"Memangnya kenapa?"


"Hiisss. Jangan-jangan Om nggak bisa tidur karena lagi mikirin siapa itu yang Om ajak dinner itu?"


Zen hanya tersenyum melihat wajah Ruby yang jelas sedang cemburu. "Terserah dengan pemikiran kamu lah By. Oh iya, kamu suka lihat bintang? Sejak tadi aku lihat bintang di balkon kamar. Malam ini, langit benar-benar nampak indah."


Dengan polosnya Ruby, gadis itu menerima ajakan Zen menuju kamar untuk melihat keindahan bintang malam ini.


Ruby langsung berdiri di pinggiran pagar balkon sambil menatap langit. "Banyak banget bintangnya malam ini ya Om?"


"Hem."


Ruby menunduk melihat keramaian jalanan dari atas. Begitu banyak kendaraan yang lalu lalang tiada henti.


"Boleh tukeran kamar nggak Om?"


"Kenapa harus tukeran. Kamu boleh tidur di kamar ini kapanpun kamu mau."


Seketika Ruby sadar, kenapa dengan bodohnya dia mau saja di ajak melihat bintang, di kandang lelaki dewasa lagi. Bukankah hal seperti ini hanya modus lelaki saja. Sama seperti modus yang sedang trend di kalangan drama Korea.


Baru saja Ruby akan balik badan, berniat keluar dari kamar Zen. Tiba-tiba kedua tangan Zen ikut mencengkram pagar balkon, tepat di setiap sisi ke dua tangan Ruby. Jelas saja Ruby bisa merasakan bagaimana dekatnya tubuh Zen yang ada di belakang Ruby.


"Indah kan malam ini?" bisik Zen sambil mendaratkan dagunya di pundak Ruby. Sedangkan kedua tangan Zen langsung melingkar di tubuh Ruby.


Bersambung ...


Pepet terus sampai kena Zen 🤣🤣🤣


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2