Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 27 KEPUTUSAN ARJUNO


__ADS_3

"Yang benar saja Mas? Ngerebus air saja gosong, masa Mas mau nikahkan Ruby sama Zen secepat ini?" Zantisya di buat tidak percaya dengan keputusan yang di utarakan Arjuno barusan.


"Kapan Ruby pernah rebus air sampai gosong Bun?" tanya Ruby siap membela diri. Kan Ruby memang belum pernah rebus air.


"Bunda yakin kalau By rebus air pasti gosong. By kan sukanya cuma buat kerusuhan di dapur," terang Zantisya kejujuran. "Mas, Ruby ini masih bocah."


"Ayah, tolong pikirkan ulang. By nggak mau nikah sama Om Om itu," Ruby menunjuk Zen. "By kan sudah menerima lamaran orang lain."


Seketika seluruh keluarga Hendri tahu, kalau Ruby sudah ada yang melamar. Hendri melihat Zen, dari cara tatapan Zen saja, Hendri sudah dapat menilai kalau Zen memang sudah gerak cepat tanpa ada yang di beri tahu.


Senyum Zen tentu langsung sedikit tertarik saat melihat cincin yang ia bawa ke rumah ini, sudah tersemat di jari Ruby dengan sangat pas. Itu artinya, Ruby sudah menerima lamarannya. Sekarang Zen jadi paham, kenapa Arjuno memintanya untuk mengambil hati Ruby dari awal.


"Ayah nggak bisa lepaskan begitu saja lelaki yang sudah tidur bersama By. Dia harus tanggung jawab."


"Om, Zen ini orang yang sangat tanggung jawab dalam hal apapun. Apalagi dalam keadaan seperti ini," Zen membela dirinya sendiri.


"Tapi buat apa Om itu tanggung jawab kalau nggak ada yang kurang dari By, Ayah."


"Mana ada yang tau dia melakukan apa semalam sama By saat tidur," Arjuno menatap sengit Zen. Masih mencurigai Zen, walau Zen sudah berkata jujur.


Zen tercengang karena lagi-lagi Arjuno mencurigainya. "Om benar-benar merusak citra anak soleh Zen. Tapi, karena ini demi mendapatkan Ruby lewat jalan tol, hamba ikhlas ya Allah," teriak Zen girang di dalam hati.


Tidak ada yang bisa Ruby lakukan lagi. Ruby juga tidak yakin, jika Zen tidak melakukan apa-apa pada tubuhnya.


"Lelaki mana yang mau sama perempuan, yang sudah di tiduri sembarang lelaki," batin Ruby sambil menundukkan wajahnya. Kedua mata Ruby menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Hati Ruby yang sudah terpatri pada sang pemilik cincin, rasanya begitu berat menerima ini semua. "Maaf ..." batin Ruby lagi.


"Ini semua salah Ruby. Jadi Ruby menurut dengan perintah ayah, kalau memang itu yang baik," Ruby pasrah dengan ucapannya sendiri. Ruby langsung mengangkat wajahnya menatap Arjuno. "Ruby ingin bicara dengan lelaki itu, sebelum nanti malam ayah menikahkan By sama Om itu."

__ADS_1


"Baik nak, akan Ayah sampaikan."


"Kalau begitu, Ruby mau ke atas lebih dulu," Ruby bergegas lari meninggalkan ruang tamu.


Zen senang melihat pancaran mata Ruby yang terlihat mencintainya, lelaki yang belum di ketahui Ruby, bahwa dirinya lah lelaki yang datang melamarnya. Tapi secara bersamaan, Zen dapat merasakan perasaan Ruby yang terluka, karena dengan terpaksa menerima keputusan ini.


.


.


.


Yusuf dan Nissa langsung meluncur ke Malang begitu saja, walau mereka tidak tahu apa alasannya di suruh datang ke Malang secara dadakan.


Sesampainya di kediaman Hendri dan Reina, Yusuf dan Nissa bergegas masuk ke dalam rumah. Keduanya terkejut melihat keadaan ruang tamu yang sudah banyak persiapan hantaran untuk pernikahan.


"Ini sebenarnya mau ada acara apa kak?" tanya Nissa pada Rere.


"Adek harus menikah malam ini juga Nda," jawab Reina tanpa menceritakan awal mula kejadian.


Jawaban Reina barusan membuat Yusuf dan Nissa terkejut.


"Menikah sama siapa?"


"Sama gadis yang di tiduri Zen tadi malam," Reina sengaja menjahili adiknya, agar kena marah Nissa.


"Kakak kalau jelasin yang bener dong," sungut Zen kesal.

__ADS_1


"Astagfirullah Zeeennn ..." Nissa langsung beranjak dari tempat duduknya, dan langsung melayangkan pukulan di punggung anaknya.


"Awww sakit Nda," apes banget Zen hari ini. Tadi pagi di kejar Arjuno dan sore ini di pukuli Ndanya.


"Bisa-bisanya kamu nidurin perempuan sembarangan Zen."


Yusuf masih santai karena merasa belum mendapatkan penjelasan detailnya bagaimana.


"Memangnya siapa perempuan yang di tiduri Zen Kak? Bagaimana kejadiannya?"


"Maira, Ayah. Anak pak Arjuno. Jadi ceritanya ..."


"Alhamdulillah akhirnya aku mantu lagi," ucap Yusuf senang.


Reina dan Hendri di buat tercengang dengan ekspresi wajah Yusuf saat ini. Bukanya kecewa dengan anaknya, malah Yusuf justru terlihat senang. Belum lagi, kan Reina belum menceritakan kejadian sebenarnya.


"Astagfirullah Ayy, bisa-bisanya ayy senang dapat mantu dengan cara seperti ini," kesal Nissa yang tidak mendengar siapa perempuan yang Zen tiduri. "Siapa perempuan yang mau menikah sama Zen, Kak?"


"Maira anak pak Arjuno."


"Alhamdulillah..." pekik Nissa semangat.


Sekarang, Hendri dan Reina hanya bisa tepuk jidat melihat kedua orang tua mereka yang ternyata di luar batas perkiraan mereka.


Bersambung ...


Jangan lupa pada siap-siap kondangan ok😅

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2