
Sejak semalam, di rumah Reina dan Hendri begitu sangat ramai semenjak Nissa dan Yusuf datang ke Malang. Semuanya berkumpul dan bermalam di rumah Hendri tanpa terkecuali.
Saat paginya, tentu saja semua orang beraktivitas seperti biasanya. Meskipun ingin sekali terus berkumpul seperti ini, tapi hal itu tidak mungkin mereka lakukan, karena mereka punya tanggung jawab pekerjaan yang harus di selesaikan.
Siang ini, Nissa, Reina, dan Luna berada di ruang keluarga bersama ke dua anak Qia, cucu Luna. Reina sengaja tidak bekerja karena ingin memanfaatkan waktu, mumpung Ndanya pulang ke Malang.
Sedangkan Yusuf tengah duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya menunggu informasi dari orang suruhannya untuk segera mencari alamat rumah Arjuno.
Yusuf sangat antusias saat Nissa mengajaknya pulang ke Malang untuk melamar perempuan yang ternyata Zen sukai sejak lama. Meski mereka tahu perempuan yang di sukai Zen masih sekolah, karena dapat di perkirakan perempuan itu seusia Queen.
"Assalamualaikum," salam Queen dan Ruby secara bersamaan.
"Waalaikumsalam," Yusuf langsung meletakkan ponselnya di atas meja.
"Opaaa ..." Queen langsung lari menghampiri Yusuf dan langsung menghambur ke pelukan Yusuf.
"Manjanya cucu Opa ini." Ucap Yusuf sambil mengusap kepala Queen.
Ruby tersenyum melihat adegan Queen bersama opanya. "Apa aku juga akan begitu jika seandainya ..." Ruby langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa iri dan berandai-andai di dalam hatinya.
"Itu teman Queen?" tanya Yusuf saat melihat gadis cantik menggunakan jilbab menatap ke arahnya.
"Duh maaf ya Maira ku sayang, jadi lupa." Queen cengengesan melihat wajah Ruby. "Opa kenalin dia Maira sahabat Queen."
__ADS_1
Ruby langsung mendekati Yusuf dan Queen untuk bersalaman dengan Yusuf dan mencium punggung tangan Opanya Queen.
"Ya sudah cepat ke atas, kalian pasti mau belajar bersama kan?" tebak Yusuf.
"Mai kesini mau ambil bukunya Opa, bukan untuk belajar bersama."
"Jadi cucu Opa ini meminjam buku temannya tapi temannya yang mengambil ke rumah Queen?" cucu Yusuf itu mengangguk dengan polosnya. Yusuf langsung menarik hidung Queen dengan rasa gemas. "Seharusnya Queen yang kebalikan buku Mai. Mai lain kali pinta Queen untuk kembalikan sendiri ya." Tutur Yusuf.
"Tidak apa-apa Opa. Lagi pula rumah By melewati rumah Queen."
"Assalamualaikum..." Salam orang suruhan Yusuf yang baru saja datang.
"Waalaikumsalam..." Jawab Yusuf, Queen, dan Ruby. "Sudah dapat alamat tepatnya?"
"Alhamdulillah, sudah pak."
"Baik opa. Ayo Mai ..."
Queen langsung mengajak Ruby menuju ruang keluarga terlebih dahulu.
"Macaaannn..." pekik Queen langsung menghambur ke pelukan Nissa.
"Sudah pulang sayang?"
__ADS_1
"Sudah Oma."
Ruby langsung menyalami Luna, dan Reina. Kalau dengan Luna, Ruby sudah beberapa kali bertemu. Kini tatapan Ruby tertuju pada Nissa. Perempuan yang masih jelas terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda.
"Dia teman Queen?" tanya Nissa pada gadis cantik yang menggunakan jilbab.
"Iya Oma, namanya Maira."
Ruby langsung menghampiri Nissa dan langsung bersalaman mencium punggung tangan Nissa.
"Cantik." batin Nissa memuji.
"Oma ini beneran Oma kamu Queen?" tanya Ruby dengan wajah polosnya
"Ya iya lah Mai. Kenapa?"
"Berarti istri Opa yang di depan tadi?" tanya Ruby masih belum percaya.
"Iya Mai."
"Wah, ternyata ibunya Tante Reina seperti vampir di drama Korea ya, awet muda."
Seketika semua orang terkekeh mendengar ucapan Ruby barusan.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️