Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 38 DUNIA MILIK BERDUA


__ADS_3

"Assalamualaikum," salam Yusuf dan Zen bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab semua orang yang ada di dapur.


"Tuh kan baru juga kita omongin, sudah pada pulang."


Ruby terpaku melihat dua lelaki beda usia yang kini mulai masuk ke ruang makan. Melihat Zen yang pulang dari masjid, Ruby seolah kembali melihat Zen setelah melangsungkan ijab kabul lalu menemuinya di dalam kamar. Tiba-tiba saja perasaan Ruby menjadi campur aduk.


"Sayang banget ganteng-ganteng ga*y," cibir Ruby di dalam hati. Setelah menepis perasaan yang sempat hadir tanpa di undang.


Ruby kembali tersadar saat tangan Yusuf terukur ke arahnya. Membuat Ruby merutuki diri sendiri, kan seharusnya dirinya yang bergegas menghampiri Yusuf untuk bersalaman.


Yusuf mengusap puncak kepala Ruby saat punggung tangannya di cium Ruby. "Alhamdulillah, Ayah beneran sudah punya mantu lagi Nda," Terdengar sangat lega Yusuf berucap. Nissa melempar senyuman untuk sang suami yang menatapnya.


"Maaf Ayah, tadi By datang saat tidur. Jadi belum bisa menyapa lebih dulu."


"Nggak apa-apa, pasti Ruby lelah seharian sekolah terus pulang lanjut kerja," ucap Yusuf kemudian duduk di tempatnya.


Ruby terkejut melihat Zen yang ternyata mengantri di belakang Yusuf, dan langsung mengulurkan tangannya setelah Yusuf duduk.


Zen memainkan kedua alisnya, memberi kode pada Ruby agar segera menjabat tangannya yang sudah mengambang di udara.


Yusuf dah Nissa hanya bisa menahan tawa, melihat ekspresi keduanya saat ini.


"Nda nggak tahu Ruby suka masakan seperti apa. Kata bunda Tisya, Ruby suka semua yang Bunda masak. Semoga Ruby cocok sama masakan Nda ya," tutur Nissa sambil mengambilkan nasi untuk Ruby.


Yusuf yang awalnya sudah siap menerima piring pemberian Nissa, hanya bisa melongo karena kini ia tidak di nomor satukan.


"Berat, saingan ku mantu ku sendiri," batin Yusuf sambil melihat Ruby yang menerima piring dari Nissa.


"Kurang nggak By?"


"Cukup Nda. Terimakasih."


"Sama-sama sayang. Jadi Ruby mau sama apa lauknya? Ruby suka yang mana?"


Ruby mengedarkan pandangannya. Menelisik menu makan malam yang nampak menggoda. "Ruby suka apapun, kalau itu masakan orang rumah Nda."

__ADS_1


Nissa berinisiatif mengambilkan sendiri menu lauk pauk ke dalam piring Ruby. "Coba di makan, By suka nggak?" tanya Nissa setelah kembali duduk di kursi. Perempuan yang tak lagi muda itu, menopang dagu menunggu jawaban dari Ruby.


"Enak Nda, enak banget," puji Ruby sambil mengacungkan jempolnya.


"Nda pasti masakin Ruby apapun yang Ruby mau kalau By suka sama masakan Nda."


"Janji ya Nda."


"Janji sayang," Nissa rasanya sangat gemas dengan Ruby.


Serasa dunia milik berdua, perempuan beda usia itu sesekali berbincang mengenai makanan yang sering Ruby makan. Bahkan Zen dan Yusuf hanya bisa melihat bagaimana binar wajah Nissa melihat Ruby mencicipi masakannya.


"Ini nggak bisa di biarkan, aku juga lapar," batin Yusuf meronta. "Sayang," panggil Yusuf pelan.


"Hem," Nissa langsung menatap sang suami.


"Itu, tempat nasinya tolong di dekatkan. Aku juga lapar," ucapnya melas.


Zen malah ingin tertawa ngakak melihat ekspresi melas sang ayah saat ini. "Kita berdua di tikung Ruby Ayah," batin Zen terkekeh geli.


"Astagfirullah Ayy," pekik Nissa sambil menepuk jidatnya sendiri. "Maaf, aku lupa gak ambilin makan buat ayy." Nissa bergegas mela*yani sang suami seperti biasanya.


"By tolong dekatkan itu," tunjuk Zen pada salah satu menu yang ia mau.


"Apa Om?" tanya Ruby terkejut.


"Om?" ulang Nissa dan Yusuf bersamaan.


Ruby spontan melihat kedua mertuanya. Ia melempar senyum. " Maksud By M-mas Zen," ucap Ruby ragu-ragu.


Jika Zen merasa terkejut dan juga senang karena Ruby memanggilnya dengan sebutan Mas. Berbeda dengan Nissa dan Yusuf yang terkekeh geli mengingat kenangan mereka dulu.


"Mas mau apa?" tanya Ruby menatap Zen.


Suara lembut yang kini menggetarkan perasaan Zen, karena panggilan Ruby padanya. "Aku mau itu,"


Ruby bergegas mengambilkan apa yang di minta Zen. Pemandangan itu tidak luput dari pantauan Nissa dan Yusuf.

__ADS_1


Kemudian, mereka semua fokus menikmati makan malam bersama.


***


"Besok, Ayah sama Nda akan kembali ke Jakarta," tutur Yusuf setelah mereka semua berkumpul di ruang keluarga. "Kasian Alan kalau mengurus sendiri di sana."


"Jadi?" tanya Zen singkat. Sudah pasti ia akan bersorak bahagia karena untuk sementara waktu, ia akan berada di Malang.


"Kamu di sini dulu, Ayah nggak mau merusak momen kalian yang masih pengantin baru."


"Apa Ayah ini tidak tahu kalau anaknya salah mendapatkan pasangan hidup?" batin Ruby dengan penilaiannya sendiri.


"Baik Ayah," ucap Zen semangat.


"Tapi, kamu harus segera kembali ke Jakarta jika memang sangat di perlukan."


"Siap ayah."


Setelah itu mereka semua bercengkrama, lebih tepatnya tiga orang disana fokus mendengarkan Ruby yang banyak bercerita karena mereka tanyai. Sampai tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.


"Sudah malam, cepat kembali ke kamar kalian dan segera istirahat," ucap Nissa.


Nissa tentu sudah banyak bertanya mengenai Ruby pada Zantisya. Gadis cantik itu, selalu tidur tepat waktu dan bangun tepat waktu. Kecuali ada hal tertentu yang membuat Ruby menggeser waktu tidurnya.


"Ayo ke kamar," ajak Zen sambil memasangkan peci ke kepala Ruby.


Rasanya bibir Ruby sudah siap melayangkan prakata, tapi ia tahan karena masih ada mertuanya.


"Ayah, Nda. Ruby tidur duluan," pamit Ruby.


"Good night sayang."


"Good night mertua," balas Ruby tanpa menyaring ucapannya.


Yusuf dan Nissa langsung tertawa setelah Ruby mengikuti langkah kaki Zen menuju lantai atas.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2