Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 21 PULANG UNTUK MENEMUI MU


__ADS_3

Sudah sejak setengah jam yang lalu, Safir mondar mandir mencari keberadaan Ruby. Safir juga sudah mencoba menghubungi nomor ponsel Ruby, tapi sayangnya tidak aktif.


Teman-teman yang hadir di acara Queen, satu persatu sudah mulai berpamitan. Hal itu membuat wajah Safir semakin nampak sangat khawatir.


"Eh Fir, kamu cari Maira?" tanya Queen yang baru saja menghampiri Safir.


"Iya. Kamu lihat kak By nggak?"


"Mai tidur di kamar aku, jangan khawatir begitu."


"Alhamdulillah..." Seketika kelegaan pun nampak jelas terlihat di wajah Safir. "Kenapa kamu nggak kasih tahu aku sejak tadi? Aku sudah kebingungan cari kak By sejak tadi." Safir mulai kesal sendiri.


"Mana ku tahu kamu cari Maira. Kamu juga nggak tanya ke aku. Ya sudah tunggu di ruang tamu, aku bangunkan Mai dulu."


Queen bergegas menuju kamarnya. Tidak lama, Queen sudah kembali lagi ke ruang tamu menghampiri Safir dengan wajahnya yang sangat khawatir.


"Mana kak By?"


"Maira nggak ada di kamar aku Fir. Aku sudah cari di dalam kamar mandi juga Maira nggak ada."


"Ma-maksud kamu apa?"


"Mamaaa ... Papaaa ..." Teriak Queen sambil berlari menghampiri orang tuanya.


.


.


.


"Ini kenapa pak Totok belum bawa pulang anak-anak ya Mas?" tanya Zantisya yang mulai khawatir. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Sudah setengah jam anak-anak mereka telat dari ketentuan jam pulang. Zantisya terus mondar-mandir karena khawatir.


"Mungkin jalanan macet Dek." Ucap Arjuno tenang. Sebenarnya Arjuno juga tak kalah khawatir dari sang istri.

__ADS_1


Arjuno langsung menerima panggilan telepon dari Safir. Belum menerima panggilan telepon saja jantung Arjuno sudah tidak karuan rasanya.


"Halo Fir," Zantisya langsung menoleh saat Arjuno menerima panggilan telepon dari Safir, ikut duduk di samping Arjuno.


"Ayah, Kak By nggak ada ayah." Tutur Safir dengan suaranya yang bergetar.


Tentu saja dada Arjuno seketika sesak, mendengar kabar dari Safir yang begitu dadakan dan mengejutkan. "Apa maksudnya Fir?"


Zantisya yang tidak mendengar suara Safir, langsung merebut ponsel sang suami dan langsung menekan menu pengeras suara.


"Kak By hilang ayah, sudah sejak tadi kami cari di seluruh rumah, di sekitar daerah rumah, cek CCTV juga tapi kak By nggak ada Ayah."


Bagaikan di sambar petir di tengah malam. Arjuno dan Zantisya seketika terasa lemas mendengar kabar, kalau anak gadis mereka hilang.


"Mas aku ikut ya mas." Mohon Zantisya.


"Kamu di rumah saja dek, masih ada Arfan yang harus kamu jaga."


"Tapi aku khawatir sama By, mas." Wajah Zantisya sudah berlinangan air mata sejak tadi.


Arjuno langsung bergegas mengendarai mobilnya. Melajukan kendaraan roda empat itu dengan sangat cepat. Agar segera sampai di kediaman Hendri.


Arjuno langsung keluar dari mobil dan langsung lari memasuki rumah Hendri. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam," jawab semua orang.


Hendri langsung menceritakan semuanya. Bahwa mereka sudah mencari Ruby di seluruh rumah, tapi Ruby tidak ada. Bahkan Hendri sudah mengutus orang-orangnya untuk mencari keberadaan Ruby sampai ketemu.


"Apa tidak ada CCTV di bagian ruang tamu?" tanya Arjuno. Arjuno harus melihat ulang rekaman CCTV.


"Maaf pak Arjuno, di bagian ruang tamu sampai ke lift itu CCTV memang belum kami perbaiki. Namun kita bisa lihat sendiri, tidak ada jejak Ruby memasuki kamar Queen." Terang Hendri saat memperlihatkan rekaman CCTV di bagian lantai dua.


Arjuno hanya bisa menghela nafasnya. Pasrah, tentu saja tidak. Namun, sangat bingung harus melakukan apa. Apa lagi rekaman CCTV sama sekali tidak membantu untuk mendapatkan jejak anaknya.

__ADS_1


"Ya Allah. Di mana kamu nak?" Arjuno mengusap wajahnya kasar.


"Kami akan membantu mencari Ruby sampai ketemu pak Arjuno."


"Kalau begitu, saya permisi pak Hendri. Tolong kabari saya secepatnya kalau pak Hendri lebih dulu menemukan anak saya."


"Tentu pak Arjuno."


Safir yang sejak tadi duduk di ruang tamu dengan wajah khawatir, langsung beranjak dari tempatnya dan langsung menghampiri ayahnya.


"Maafkan Safir ayah, kalau saja Safir sama kak By nggak kumpul sama teman-teman kita sendiri-sendiri, pasti ini semua nggak akan terjadi."


"Sudah. Sekarang Safir pulang sama pak Totok, ayah akan cari kak By dulu."


"Safir ikut ayah."


"Kasian bunda di rumah nggak ada yang nenangin. Jadi Safir pulang temani bunda."


Seolah tidak kenal waktu yang sudah larut malam. Arjuno menyusuri jalanan malam tanpa arah dan tujuan karena bingung mau mencari kemana keberadaan anak perempuan satu-satunya.


.


.


.


Di dalam pesawat, Zen terus memandangi foto Ruby versi balita. Rasa lelah dan kantuknya seketika terasa hilang. Padahal di kantor, seharian tadi Zen banyak mengurus pekerjaan kesana kemari.


Senyum Zen terus mengembang. "Aku pulang ke Malang By." Tangan Zen terus mengusap foto Ruby yang ada di ponselnya. "Entah kamu akan menerima ku atau tidak, kali ini aku putuskan untuk menemui mu." Zen mengusap matanya yang benar-benar mengantuk bersama mulut yang menguap.


"Seperti apa kamu sekarang By?" gumam Zen.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2