Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 93 POLIGAMI


__ADS_3

"Semoga cincin itu di terima oleh gadis pujaan hati mu, Vian."


"Aamiin."


Mendengar obrolan singkat Zen dan Vian membuat Ruby merasa lega. Itu artinya Vian sudah memiliki kekasih. Jadi Ruby tidak perlu menceritakan pengakuan cinta Vian waktu itu.


Zen meletakkan benda pintarnya di atas meja, lalu menarik Ruby hingga mendarat di pangkuannya.


"Mas."


Zen melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Ruby. "Cium dulu dong," Zen menyodorkan pipinya agar Ruby mendaratkan kecupan di sana.


"Ih, ini di kantor Mas."


"Memangnya kenapa kalau di kantor?"


"Waktunya kerja dong Mas, bukan untuk cium-cium."


"Ck. Kemarin saja cosplay jadi bayi nggak masalah. Kenapa hmmmppp."


Ruby membekap mulut Zen menggunakan telapak tangannya. "Mas ini ngapain ngomongin hal-hal kata gitu sih. By malu."


"Makannya, cium dong."


Tanpa menaruh curiga, Ruby menjauhkan tangannya dan berniat mendaratkan kecupan di pipi Zen.


Titisan Yusuf Dzuhairi Sucipto ini, tentu saja mempunyai banyak cara untuk mengambil kesempatan di setiap peluang.

__ADS_1


Kedua mata Ruby jelas terbuka kembali saat bibirnya sudah di sesap Zen. Mau bagaimana lagi kalau sudah begini. Tentu saja Ruby mengikuti alur yang di ukir Zen. Melingkarkan kedua tangannya pada leher Zen Saat Zen semakin menempelkan tubuh mereka.


"Mas ambil kesempatan ya?" tuntut Ruby saat Zen melepaskan bibirnya.


"Ciuman pipi mah nggak berasa By," Zen tersenyum sambil mengusap mata Ruby. "Bulu mata kamu lentik banget By. Bikin gemes."


Ruby memicingkan matanya. Tentu saja Ruby harus menaruh curiga pada Zen. "Turunin By Mas."


"Aku mau lagi."


Seolah seperti kecanduan, mereka berdua kembali menyatukan benda kenyal itu. Jika ciuman di awal tadi hanya sebuah ciuman ringan berbeda dengan yang sekarang.


Zen sangat beringas menyesap kuat bibir Ruby. Meninggalkan gigitan kecil untuk menambah sensasi keduanya. Ruby hanya mencoba menyeimbangi maunya Zen.


Tangan Zen mengusap punggung Ruby. Namun tidak menemukan apapun di sana. Tangan Zen berpindah menyusup di antara dada mereka yang menempel. Akhirnya Zen menemukan yang ia cari tadi.


Resleting dress Ruby langsung Zen turunkan. Menyusup masuk untuk menemukan mainannya. Mainan yang semakin menimbulkan rasa panas di antara keduanya.


Sekarang Zen merasa sangat di untungkan karena ide Yusuf sangat memberinya peluang besar untuk melakukan apapun sesukanya. Seperti saat ini.


"Terimakasih ayah," batin Zen di sela-sela sesapannya.


Aktivitas tangan pro yang di miliki Zen, mampu membuat Ruby melenguh tertahan. Keduanya benar-benar hanyut sampai lupa daratan. Membuat mereka berdua tidak mendengar bahwa di luar sana, ada seseorang yang sedang mengetuk pintu.


Klek ...


Ruby yang mendengar jelas suara pintu terbuka, membuatnya lompat paksa dari pangkuan Zen.

__ADS_1


"Awww," ringis Ruby pelan. Bibirnya jadi tertarik karena Zen masih menggigit bibir bawahnya.


"Bos,"


Seketika keterkejutan Zen kenapa Ruby loncat dari pangkuannya, di saat enak-enaknya membuat Zen paham setelah melihat wajah Alan.


"Loh ada Bu Bos?" tanya Alan yang juga terkejut karena melihat keberadaan Ruby walau yang nampak tubuh bagian belakang.


Ruby memegangi dadanya, karena masih terkejut. Tanpa melihat Zen maupun Alan. Ruby lari menuju kamar.


Zen mengusap bibirnya sekilas. "Heh celurut. Ngapain nggak ketuk pintu dulu?" wajah Zen sudah terlihat sangat kesal, karena adegan yang masih mantap-mantapnya, harus putus di tengah jalan.


"Loh aku tadi sudah ketuk pintu. Memangnya kenapa lo Bos?" Alan melangkah lalu menyodorkan berkas di depan Zen. "Kok ekspresi Bos kaya maling kejepit pintu?"


"Kayane arek iki ancen perlu tak rabekno (sepertinya anak ini perlu aku nikahkan)," gerutu Zen masih sangat kesal. "Besok malem kita datang ke rumah Nabilah bareng sama Ayah dan Nda," Zen duduk dan langsung membuka berkas di depannya.


"Ngapian Bos?" Alan jadi bingung.


"Ngelamar Nabila lah, mau apa lagi coba?"


"Astagfirullah Pak Bos," pekik Alan sampai membuat Zen menatap heran. "Pak Bos mau moligami Bu Bos?"


Mendengar kata poligami membuat Zen berdiri dan memukul Alan menggunakan berkas yang baru saja ia tanda tangani.


Bug


"Heh celurut. Bisa di papras habis samurai ku kalau sampai poligami. Kamu lamar Nabila, biar aku antar, sama Ayah dan Nda juga. Biar kerjaan mu nggak bikin aku senewen."

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️


__ADS_2