Istri Kecil Milik Mas Ganteng

Istri Kecil Milik Mas Ganteng
BAB 25 KODE EMERGENCY


__ADS_3

"Tapi ..." Hendri melirik Zen kemudian Hendri mengikuti arah tatapan Zen. Baru kali ini Hendri melihat Zen, menatap seorang gadis lama-lama dengan binar bahagia penuh rasa. Biasanya, Zen melihat gadis tidak lebih dari tiga detik. "Apa Maira, gadis yang ingin kamu temui?" batin Hendri. Meskipun tadi Hendri fokus menyetir, tapi Hendri tetap merekam dengan baik obrolan Zen dan sang istri. Sebagai lelaki, tentu saja Hendri bisa menilai tatapan yang di berikan Zen untuk Ruby. "Berterimakasih lah dengan mas mu ini Zen," batin Hendri.


Arjuno langsung menatap Hendri serius. Perasaannya tiba-tiba jadi tidak enak saja. Mendengar kalimatnya yang menggantung. "Tapi apa pak Hendri?" tanya Arjuno tidak sabaran.


Hendri menghela nafas frustasi. "Semalam Maira tidur di kamar kosong, yang ternyata itu kamar adik kami, Zen."


Baik Arjuno maupun Zantisya, tentu saja terkejut. Tapi mereka berdua tidak mau menduga hal-hal yang tidak-tidak.


"Maksud pak Hendri ini bagaimana?" tanya Arjuno yang merasa kalau Hendri sedang berbelit-belit.


"Kami siap tanggung jawab. Kami juga takut kalau-kalau Maira hamil."


"APAAA ..." pekik Arjuno dan Zantisya bersamaan.


"Mana mungkin itu terjadi Om," elak Ruby karena merasa tidak ada yang terjadi pada dirinya.


"Maaaasss ..." Pekik Reina dan Zen bersamaan.


"Mas, jangan rusak reputasi Zen yang ganteng dan soleh dong," lanjut Zen yang tidak paham dengan kode emergency dari Hendri.


Divya dan Queen, jelas tercengang keheranan. Di saat seperti ini, Om mereka masih sempat menjunjung tinggi kegantengan yang dia punya.

__ADS_1


Sedangkan Safir dan Arfan menatap Zen heran, karena ternyata ada manusia seperti Ruby yang suka narsis memuji diri sendiri.


"Ganteng-ganteng lola kamu Zen," batin Hendri.


"Tolong jelaskan sejelas-jelasnya pak Hendri. Saya belum paham dengan maksud pak Hendri."


"Seharusnya Maira tidur di kamar Queen yang ada di lantai dua, tapi Maira nyasar ke lantai tiga. Tepatnya kamar Zen. Dan semalam mereka tidur bersama."


"APA?" pekik Arjuno. Ia menatap anaknya yang menunduk tidak melakukan pembelaan sedikitpun.


"Vya." Panggil Hendri.


"Ayah, By yakin nggak terjadi apa-apa Ayah." Ruby menggenggam tangan Arjuno yang hendak melihat Videonya bersama Zen.


Sedangkan Zen kembali terpaku menatap Ruby setelah mendengar suara sang pujaan.


Arjuno langsung menyambar ponsel Divya dan langsung melihat video singkat Zen dan Ruby. Ke dua mata Arjuno seketika melebar saat melihat anaknya yang nampak nyenyak dalam dekapan Zen, dan nampak di anggap guling oleh Zen. Rasanya sangat-sangat tidak ikhlas anaknya di sentuh Zen.


"ZEEENNN ..." Teriak Arjuno geram.


Seketika keterpukauan Zen menatap Ruby ambyar, saat mendengar namanya di panggil dengan sangat kencang.

__ADS_1


"Aaa ..." Teriak Zen yang langsung beranjak dan melewati Reina demi menyelamatkan diri dari terkaman Arjuno.


"Heh ... bocah tengik, berhenti kamu." Arjuno mengejar Zen yang mengitari sofa.


"Nggak mau. Om mau pukul Zen soalnya." Zen terus lari menyelamatkan diri. Bahaya kalau wajahnya yang rupawan bonyok karena salah paham.


"Berhenti kamu bocah. Seenak jidat kamu nyentuh-nyentuh anak aku." Arjuno abai dengan orang yang ada di sana, yang sedang menjadi penonton adegan kejar-kejaran dirinya dan Zen.


Semua orang tentu sangat bingung dengan interaksi Arjuno dan Zen yang terdengar akrab. Kecuali Zantisya tentunya.


"Baru nyentuh yang kaya di video saja Om sudah kejar Zen seperti ini, apa lagi nyentuhnya nggak ke video."


"Apa kamu bilang?" Arjuno semakin terbakar karena ucapan Zen yang semakin mengobar peperangan. "Ngomong yang jelas, kamu apakan anak ku?" Arjuno semakin lari ngebut. Untung saja di usianya yang sudah tua masih kuat lari-larian.


"Aaaaaa ... Itu rahasia kami berduaaa ..." Zen lari keluar rumah karena merasa pusing berputar-putar di ruang tamu.


"Heh ... mau kabur kemana kamu?" Pekik Arjuno mengikuti langkah larinya Zen. "Tanggung jawab kamuuu ..."


Bersambung ...


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya para kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

__ADS_1


__ADS_2