ISTRI UNTUK TUAN BUTA

ISTRI UNTUK TUAN BUTA
KARYA BARUKU


__ADS_3

BAB 1 SALAH ORANG


"Cepat bawa wanitaku kembali!" Vinson dengan wajah yang memerah memerintahkan para bawahannya untuk mencari Fiona. Wanita yang telah dilamarnya beberapa waktu lalu. Bulan depan mereka akan melangsungkan pernikahan. Tetapi dia mendapat kabar bahwa Fiona menghilang.


Di sebuah kedai makanan yang letaknya cukup jauh dari keramaian kota, seorang wanita yang telah cukup lama menunggu pelanggan datang akhirnya bisa tersenyum juga saat ada beberapa pria masuk secara bergerombol.


"Selamat datang, Tuan. Silahkan duduk dan--" Belum selesai bicara, wanita itu ditarik paksa oleh segerombolan pria itu.


"Nona, ikutlah dengan kami. Maaf bukan kami ingin menyakiti Anda. Tanpa Anda telah membuat Tuan kami marah besar!" ucap salah satu pria yang bertubuh tegap dengan setelan baju serba hitam.


"Ma-maksud kalian apa? Saya tidak mengerti!" Wanita itu berusaha melepaskan diri tapi tenaganya tidak mampu melawan mereka.


"Jangan berusaha kabur lagi, Nona! Anda harus ikut dengan kami!" serunya.


"Lepaskan! Lepaskan!" bentaknya. Wanita itu sepanjang jalan berteriak minta lepaskan, hingga orang-orang yang berada disekelilingnya merasa iba. Tapi tidak ada yang berani menolong wanita malang itu.


"Ayah ... tolong aku!" rintihnya sebelum kesadarannya hilang. Dengan terpaksa mereka membius wanita itu untuk mempermudah membawa wanita yang diinginkan bos besar mereka.


Di sebuah ruangan yang sunyi, suara langkah kaki pria terdengar sangat jelas. Urat-urat di wajahnya menunjukkan kemarahan yang berapi-api. Seorang wanita dengan pakaian sederhana terbaring dengan cantiknya diatas ranjang. Wanita itu masih tertidur akibat pengaruh obat bius yang diberikan oleh salah satu bawahannya.


Vinson naik keatas ranjang seraya membelai rambut indah wanitanya. Rambut yang sejak kapan berubah menjadi hitam pekat dan lurus. Saat ujung jarinya menyentuh pipinya yang mulus, wanita itu terbangun. Dia membelalakan matanya saat melihat seorang pria sedang berada diatas tubuhnya.


"Kau siapa! Kau siapa!" Dia mendorong kasar tubuh pria itu hingga Vinson terjatuh namun masih berada diatas ranjang.


"Kau lupa siapa diriku! Kau berani melupakan aku!" Vinson dengan kemarahan yang belum mereda mencengkeram erat dagu wanitanya. Hatinya sangat sakit saat Fiona tidak mengenali dirinya.


"Anda siapa? Aku tidak mengenal Anda! Lepaskan!" Wanita itu memberontak. Berusaha melepaskan cengkraman tangan Vinson yang kini mengunci tubuhnya. Vinson yang sudah tidak bisa menahan kesabarannya mencium wanitanya dengan brutal. Menyatukan bibirnya dengan bibir wanitanya dengan cara yang tidak biasa.


"Kurang ajar!" Wanita itu berteriak sangat keras saat ciuman mereka terlepas.


Plak!!!


Dia menampar Vinson dengan kerasnya. Pipi yang tak pernah ditampar oleh orang tuanya atau siapa pun kini dengan beraninya ditampar oleh seorang wanita yang sangat dicintainya.


"Kau kurang ajar! Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh orang tuamu!" lanjutnya. Wanita itu sangat marah sampai meneteskan air matanya yang suci.


"Diam!!!" bentakkan Vinson yang cukup mengagetkan membuat wanita itu nampak ketakutan. Sekali lagi Vinson mencium wanitanya dengan cara kasar. Bahkan ciuman yang sangat menyayat hati Vinson membuat dirinya tidak terkontrol. Bibirnya menjalar sampai ke leher dan sampai pada bahu wanitanya. Dia bahkan merobek sisi baju yang menutupi bahunya yang putih. Merobek hingga baju bagian atasnya terbuka dengan bebasnya.


Vinson terdiam, saat apa yang dia lakukan sepertinya sudah diluar batas. Wanita itu hanya bisa menangis saat diperlakukan tidak sopan oleh seorang pria asing. Tenaganya seakan habis karna sedari tadi dia berusaha melawan kekuatan pria itu. Tapi tetap saja tenaganya kalah jauh dibanding pria yang berbadan kekar itu.

__ADS_1


Bersamaan ponselnya yang berbunyi, Vinson perlahan turun dari ranjang. Dia mengangkat telfonnya masih didalam ruangan yang sama.


"Ada apa?"


"Saya baru mendapatkan info tentang Nona Fiona, Tuan. Nona Fiona ternyata pergi ke luar negri bersama Tuan Levin."


"APAAAA!!!" Vinson naik darah. Dia dengan cepat menoleh ke arah wanita yang dia perlakukan dengan tidak sopan barusan.


"Kemana dia?" Vinson bergerak cepat saat melihat wanita itu tidak ada di ranjang.


"Jangan pergi!" teriak Vinson. Wanita dengan mata yang basah berusaha mencari jalan keluar untuk pergi secepatnya dari ruangan itu. Kedua tangannya berusaha menutupi pakaiannya yang terbuka dibagian atas. Vinson dengan sigap menghalangi jalan dari wanita itu.


"Ada masalah apa kau denganku? Apa aku pernah bertemu denganmu sebelumnya? Apa aku pernah punya hutang padamu? Apa aku pernah mengusik kehidupanmu? Mengapa? Mengapa kau membawaku kesini dan melakukan pelecehan yang sangat memalukan!" Air matanya jatuh secara dramatis. Kemarahan juga kesedihan yang dia rasakan bersamaan. Saat mengingat tubuhnya yang suci disentuh oleh pria asing yang tak memiliki hati.


"Siapa kamu sebenarnya?" Vinson bertanya dengan wajah datarnya. Dia menatap manik mata wanita itu, wanita yang sangat mirip dengan Fiona. Apakah Fiona punya kembaran? Jika benar, mengapa selama ini dia tidak tahu.


"Aku siapa? Harusnya aku yang bertanya! Kau siapa! Kau siapa berani-beraninya melecehkanku! Lihat saja, aku akan membuatmu merasakan penyesalan seumur hidup! Awas!" Wanita itu mendorong Vinson dengan sisa tenaganya. Hingga akhirnya dia bisa keluar dari ruangan itu.


"Tunggu! Tunggu! Tolong berhenti!" Vinson berlari mengejar wanita yang sangat mirip dengan Fiona. Dia merasa penasaran dengan wanita itu. Walaupun dia tahu bahwa di dunia ini memang ada wajah yang cenderung mirip dengan seseorang. Walaupun awalnya dia ragu dengan wanita berpenampilan sederhana itu, juga rambutnya yang hitam lurus. Tidak mencerminkan diri Fiona sesungguhnya.


Brughh...


***


"Bodoh! Kalian semua bodoh!" Steve memarahi para bodyguard yang ternyata salah membawa seorang wanita yang mereka kira adalah Fiona.


Plak! Plak! Plak!


Tamparan yang keras tidak membuat para bodyguard itu merasa kesakitan. Mereka masih memasang wajahnya yang datar.


"Apa kau lupa bagaimana fisik seorang nona Fiona? Apa kalian tidak bisa membedakan! Wanita itu bukan nona Fiona, kalian semua bodoh! Bagaimana kalian bisa mendapatkan wanita itu?" tanya Steve terdengar serius.


"Kami melihatnya saat tidak sengaja ingin makan di sebuah kedai, Bos."


Brakk!!!


Steve menggebrak meja. Saat dia akan memarahi para bodyguardnya lagi, Tuan Vinson datang. Tuan Vinson menyuruh mereka untuk pergi dan meninggalkan Steve dan dirinya saja.


"Maaf Tuan. Apa yang telah mereka lakukan memang salah. Aku sungguh minta maaf."

__ADS_1


"Cari identitas wanita itu!" Vinson menatapnya dengan tajam.


Steve mengangguk. Dia langsung mengerti apa maksud dari Tuan Vinson.


"Fiona ...."


Steve berbalik badan saat Tuan Vinson menyebut nama wanitanya.


"Yang telah saya katakan sebelumnya. Nona Fiona pergi bersama Tuan Levin."


"Aku ingin dia kembali," ucapnya dengan suara berat.


Steve tidak habis pikir dengan Tuan Vinson. Walau jelas-jelas wanitanya telah kabur dengan pria lain, tapi dirinya masih mengharapkan wanitanya kembali.


"Tuan, tapi apa sebaiknya Anda tidak perlu memikirkan Nona Fiona lagi. Dia telah mengkhianati Anda."


"Aku ingin dia kembali. Dengan kesadarannya sendiri."


"Jika Anda mau, saya akan mengutus orang untuk mencari Nona Fiona ke luar negri," usulnya kemudian.


Vinson menatap Steve dengan matanya yang teduh. Terlihat jelas kecewa dari matanya yang tajam. Tapi tidak menutupi rasa cintanya yang begitu besar terhadap Fiona.


"Aku ingin dia kembali dengan kakinya sendiri. Aku ingin dia sadar, bahwa dia telah salah meninggalkanku," ucap Vinson menggebu.


.


.


.


.


.


Kelanjutannya silakan liat di ig.ku ya


Instagram : p.putrie98


Bye ....

__ADS_1


__ADS_2