ISTRI UNTUK TUAN BUTA

ISTRI UNTUK TUAN BUTA
BAB 63 CERITA MASA LALU


__ADS_3

Hampir setiap hari, saat berada di meja makan ada aja perdebatan yang tercipta di sini. Kemarin Darien dan Keyla, dan sekarang Son dan Luzi. Semuanya selalu tidak akur. Entah ada masalah apa pada keluarga ini.


"Maaf, Son. Jika perkataan Ibu menyinggung mu." Luzi menyadari bahwa dia tidak seharusnya mengajak bicara putranya ini. Son memang tidak bisa menerimanya lagi.


Sania memandangi keduanya bergantian, dari sorot mata Son terlihat kebencian yang teramat sangat sedangkan dari sorot mata Luzi ada sebuah kecintaan yang besar. Sania jadi teringat dengan perkataan Paman Leo waktu itu.


"Hari ini hari peringatan kematian ibunya tuan Son, Nona. Namanya mendiang nyonya Angela."


"Nyonya Angela adalah ibu kandung Son, Nona. Dia meninggal saat usia tuan Son 8 tahun."


"Nyonya Luzi tidak memiliki anak, Nona."


Dia sebenarnya masih penasaran dengan silsilah keluarga ini. Sebenarnya Math memiliki istri berapa? Dan apa yang menyebabkan Son membenci Luzi? Dan Son juga membenci kakak-kakaknya. Bukan kah dulu Luzi pernah mengatakan bahwa Son kecil adalah anak yang penurut dan sangat dekat dengannya. Tapi sekarang kenapa seolah-olah membencinya?


"Sania, kenapa melamun?" Luzi menyentuh lengannya. Gadis itu lantas menoleh lalu menggeleng pelan.


"Tidak, Bu." Sania melanjutkan makannya. Dia melirik pada Math yang sibuk menyendokkan makanan ke mulutnya.


"Ayah Math apa benar seorang ayah yang baik? Jika iya, kenapa dia tidak mencoba mendekatkan kembali Son dan Ibu Luzi?"


"Aku ingin ke kamar!" ucapnya dan mendorong piringnya ke depan. Membuat gelas yang ada di depannya tumpah mengenai piring milik Keyla. Yang kebetulan Keyla duduk di hadapannya.


"Hey, dasar! Piringku basah!" Keyla berteriak kesal, saat melihat piring yang masih penuh dengan makanan lezat tertumpahan air minum. Itu semua gara-gara si Son yang buta.


"Maaf, Kak. Suamiku tidak sengaja." Sania mengambilkan piring yang baru lagi. Tapi Keyla menepisnya dengan kasar.


"Tidak usah! Aku sudah tidak berselera!" Keyla lantas berdiri dan meninggalkan kursinya. Menghentakkan kakinya kesal karna Son telah menganggu acara makannya.

__ADS_1


"Jangan diambil hati, Sania. Keyla sedang hamil, dia sangat sensitif," ucap Luzi mencoba memberi pengertian pada Sania.


"Iya, Bu."


Saat mereka sedang berjalan, Sania tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dia menghela napasnya sebentar. "Kita kan sebentar lagi akan berpisah. Boleh tidak seharian ini aku ingin mendengar cerita hidup kamu. Aku ingin tahu tentang masa lalu kamu dan hal-hal yang belum aku ketahui tentang kamu. Mungkin ini terkesan memaksa, kamu pasti akan menolak. Tapi setidaknya beri aku satu hadiah, atas apa yang sudah aku lakukan untukmu selama ini. Kau masih punya hati, kan? Aku hanya ingin mendengar ceritamu saja. Kalau tidak, kau boleh memilih dua atau tiga pertanyaan yang akan aku ajukan nanti. Bagaimana?"


"Kau ini manusia atau mesin sumber suara? Kenapa bicaramu sungguh panjang tanpa berhenti?" ejeknya. Son baru kali ini bertemu wanita semacam dirinya. Sungguh tidak bisa ditebak.


"Aku bertanya! Jawab saja! Kau ini harusnya dijelaskan sedetail-detailnya, jika aku cuma ngomong A dan B, pasti kau akan selalu berpikir negatif padaku!" jawab Sania dengan berani.


"Cerita apa? Aku tidak punya cerita! Aku lelah, ingin tidur!" jawabnya. Sania menjadi kesal, percuma saja dia berbicara panjang lebar jika ujung-ujungnya Son tidak mau bercerita. Sungguh membuang waktu!


"Pelayan! Antarkan suamiku ke kamar!" suruhnya pada pelayan yang saat itu berdiri tidak jauh darinya. Percuma saja dia berbicara panjang lebar, mencoba membujuknya untuk bercerita, tapi pria itu menolaknya mentah-mentah.


"Hey! Mau kemana? Jangan pergi!" Teriakan Son tak mengindahkan dirinya yang semakin melangkahkan kakinya menjauh. Tidak peduli sekeras apa pun suaminya berteriak. Dia sangat kesal, berharap secepatnya dia berpisah dan terbebas dengan manusia sepertinya.


"Ibu, sendirian?" Luzi terkejut dengan kedatangan Sania, dia meletakkan ponselnya dan menepuk sisi sebelahnya untuk Sania duduk.


"Iya, Sania. Son sedang istirahat di kamar?" tanyanya dan dijawab anggukan oleh Sania.


"Ibu, bolehkah aku bertanya?" Pertanyaan yang dulu sempat ia tanyakan tapi terhalang oleh Keyla yang tiba-tiba berkunjung ke rumah. Sania jadi kehilangan kesempatan untuk menanyakannya.


"Boleh, Sania. Kau ingin bertanya tentang apa?"


"Tentang Ibu—" ucapnya terjeda. Luzi mengernyitkan heran belum sempat menjawab Sania sudah melanjutkan perkataannya. "Ibunya Son," ujarnya lagi membuat Luzi benar-benar terkejut mendengarnya.


"Sania ...." Luzi benar-benar tidak menyangka dari mana Sania mengetahui tentang itu.

__ADS_1


"Ibu, Sania sudah tahu kalau Son bukan anak kandung Ibu. Aku ingin mendengar cerita tentang ibunya Son. Dan tentang Ibu dan Son. Kenapa Son sering bersikap kurang baik terhadap Ibu? Padahal dulu Ibu bilang kalau kalian sangat dekat."


Luzi tersenyum getir. Memang benar, dulu mereka sangat dekat. Son terlihat sangat menyayanginya. Tapi ada suatu kejadian yang tiba-tiba merubah semuanya. Son jadi menjauhinya bahkan seakan membencinya.


"Sania, Son itu anak yang baik. Hanya saja ada sebuah kesalahpahaman yang belum sempat Ibu jelaskan padanya." Sania semakin penasaran, dia menggeser duduknya agar lebih dekat. "Angela, itu nama ibunya Son. Apa kau tahu?"


"Tahu, Bu. Dari Paman Leo," jawabnya.


"Angela adalah istri dari Math yang ke—" Rasanya berat saat mengatakannya. Ini sebuah aib keluarga. Tapi Sania sudah menjadi bagian keluarganya, walaupun kata Math dia sedang mengurus perpisahan Son dan Sania. Tapi namanya masa lalu, pasti lambat laun akan terbongkar juga. Biar semuanya jelas, biar semuanya tahu, bahwa di sini Luzi lah yang merasa tersakiti. Dinikahi karna harus mengurus seorang bayi yang baru lahir tanpa ibu, dimadu karna tidak bisa memberikan keturunan, dan juga harus bersabar melihat suaminya berbagi kasih dengan madu-madunya.


"Ke berapa, Bu?" Pembicaraan mereka semakin serius, Sania dengan seksama mendengar Luzi bercerita.


"Angela adalah istri Math yang terakhir. Dia menikahi Angela disaat wanita itu sudah siap untuk dinikahi. Angela adalah pacar pertamanya dan juga cinta pertamanya. Tapi karna dulu Angela masih sibuk dengan dunia modelling, dia mengesampingkan pernikahan. Hingga Math akhirnya memutuskan untuk menikahi wanita lain."


"Dan wanita lain itu adalah Ibu?" tanya Sania menebak. Luzi menggeleng, hatinya begitu sakit saat menceritakan perjalanan kisah cinta Math.


"Ibu adalah istri ke dua. Setelah istri pertama meninggal, Math menikahi Ibu."


"Jadi, apakah kak Rico itu anak dari istri ayah yang pertama?" tebaknya dan Luzi mengangguk. Sania mulai paham sekarang. "Dan kak Darien?"


"Dia anak dari istri Math yang ketiga," jawab Luzi.


Mendengar ibu mertuanya bercerita, dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Luzi saat itu. Rasanya dimadu dan tidak bisa memiliki anak.


.


.

__ADS_1


__ADS_2