Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP SEROJA..


__ADS_3

Seroja beranjak dari bangku tempatnya duduk. Dirinya berencana ingin segera menuju apartemen sebab hari sudah cukup larut. Ia berjalan menyusuri trotoar, sambil berjalan-jalan dan menghirup udara luar. Mungkin dengan begitu beban di pikirannya bisa sedikit berkurang.


Beberapa lama ia berjalan, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di sampingnya. Wanita itu selalu waspada, sejak kejadian di perkemahan kemarin ia merasa seperti ada yang sedang mengincar nyawanya.


Pintu mobil terbuka, seorang gadis muda yang sepantaran dengannya turun dari dalam mobil tersebut. Sebuah senyum tersungging di wajah gadis itu ketika dirinya berjalan mendekati Seroja.


Seroja heran, ia seperti belum pernah mengenal wanita itu. Tapi, kenapa wanita itu seolah mengenalnya? Namun dirinya cukup lega, paling tidak ia tak perlu bertarung dengan preman-preman dengan kondisinya yang seperti sekarang. Iapun membalas senyum wanita itu dengan ramah.


Gadis itu berjalan mendekat ke arahnya dan berdiri tepat dihadapannya sambil memperhatikan sekitar.


" Apa kau yang bernama Seroja? " tanyanya ramah.


Seroja nampak semakin heran, bagaimana bisa wanita itu mengenalnya?


" I,, iya. Aku Seroja. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" ia mencoba mengingat barang kali memang dirinya pernah mengenal wanita tersebut.


Wanita itu tersenyum tipis seraya mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dirinya mengambil sebuah sapu tangan dan lebih mendekatkan diri pada Seroja.


Seroja terhenyak seketika saat wanita itu tiba-tiba membekapnya dengan sapu tangan tersebut. Ia mencoba melakukan perlawan dan berusaha melepaskan diri dengan menendang perut wanita tersebut hingga ia tersungkur ke tanah.


Namun, sepertinya sapu tangan itu telah diberi obat bius dan Seroja tak sengaja menghirupnya. Kepalanya terasa agak berat dan pandangannya mulai memudar.


" Ka,,u?!" Serojapun akhirnya kehilangan kesadarannya.


Wanita itu menyeringai senang dan berjalan mendekati tubuh Seroja yang sudah jatuh tak sadarkan diri. Ia menyeret tubuh Seroja dan meletakkannya di kursi belakang mobil.


" Tidak perlu memakai tenaga untuk melumpuhkan kucing liar seperti dia. Akhirnya aku bisa meringkusnya dengan mudah." gumam wanita itu senang.


Dia adalah salah satu anak buah Glenn. Meskipun wanita, sama seperti Seroja dirinya juga pandai beladiri. Bukan tanpa maksud pria itu meminta seorang wanita untuk melakukan misinya. Ia tahu Seroja cukup pandai beladiri dan iapun pasti akan lebih waspada terhadap pria asing.


Dengan menyuruh seorang wanita, misinya untuk melenyapkan wanita itu bisa lebih mudah tanpa perlawanan yang berarti. Dan benar kali ini, wanita itu berhasil melakukan tugasnya dengan mulus.


" Bos, aku sudah berhasil membiusnya, sekarang wanita itu dalam keadaan tidak sadar." ucapnya melapor pada Glenn dari balik teleponnya.


Pria itu menyeringai senang,


" Bagus, sekarang bawa dia keluar kota. Buatlah seolah dirinya meninggal akibat kecelakaan. Ingat, kerjakan serapi mungkin. Jangan sampai rencana kita terendus oleh pihak yang berwajib."

__ADS_1


" Baik, Bos."


Wanita itu menutup sambungan teleponnya. Ia menatap Seroja sebelum melajukan mobilnya.


" Malang juga nasibmu harus berakhir seperti ini. Hei,, cincinmu bagus sekali, pasti ini sangat mahal. Lebih baik aku yang memakainya, ini akan sangat mahal bila dijual." Ia merampas cincin berlian pemberian Arkana pada istrinya, kemudian melajukan mobilnya menuju luar kota.


...----------------...


Dua jam perjalanan, akhirnya ia sampai di daerah pegunungan yang cukup jauh dari kota. Suasana hujan yang sangat deras membuat jalanan sekitar terlihat sepi malam ini. Wanita itu memastikan keadaan sekitarnya benar-benar sepi untuk melancarkan misinya. Recananya ia akan membuang Seroja di dekat jurang tak jauh dari sana.


Tanpa ia sadari, Seroja telah terbangun dari tidurnya. Sepertinya ia tak terlalu banyak menyedot obat bius hingga ia sadar lebih cepat dari dugaan.


Ia menggoyang-goyangkan kepalanya yang masih terasa pusing. Dirinya teringat bahwa ia sepertinya telah dibius seseorang tadi. Iapun mulai bangun dan memperhatikan dimana kini dirinya berada.


Wanita yang ada didepan terperanjat melihat tawanannya kini telah sadar kembali.


" Kurang ajar,, Duughhh..!"


Seketika Seroja menghindar saat wanita itu berniat melayangkan pukulan padanya.


" Tidak semudah itu !" wanita itu menyeringai sambil mencoba memukul Seroja kembali.


" Cepat hentikan atau kita akan celaka! " bentak Seroja melihat mobil itu melaju tak tentu arah apalagi dalam kondisi hujan seperti ini. Namun, wanita itu tak mau mendengarkan bahkan terus berusaha memukulinya.


Tit...Tit...Tit...


Keduanya terkejut saat sebuah Dump truk membunyikan klakson dari arah berlawanan. Mobil justru semakin kehilangan kendali saat ini.


" Ayo cepat lompat, kalau tidak kita akan mati." Seroja berusaha menendang pintu belakang mobil tersebut. Sudah tidak ada pilihan lain, dirinya melompat atau mati sia-sia.


Duughhh...


Pintu bagian belakang berhasil ditendangnya, secepatnya ia melompat keluar dari dalam mobil. Tanpa sengaja kepalanya terbentur bebatuan yang ada di sisi jalan.


Wanita di depannya terkesiap saat melihat Seroja berhasil keluar meskipun sepertinya ia terluka. Dirinyapun semakin ketakutan, dengan segera ia banting stir saat dump truk itu hampir mendekat ke arahnya.


Sssssreeeettt...Bruuakkkk...

__ADS_1


Kondisi jalanan yang licin membuat mobil itu terbalik disisi jalan. Dump truk itu justru melarikan diri mengingat jalanan yang sepi dari kendaraan berlalu lalang.


Seroja hendak berdiri dan berusaha menolong barang kali wanita itu masih bisa diselamatkan. Namun dari arah belakang terlihat motor melaju dengan kecepatan tinggi mendekati mobil tersebut.


*Doorr...


Buumphhh*...


Mobil itu meledak seketika setelah tertembak oleh pengendara motor tersebut. Netra Seroja terbelalak tak percaya melihat kejadian tragis didepannya.


" Jadi benar ada yang sengaja ingin membunuhku? Tapi siapa? " batinnya cemas sekaligus gelisah.


Dirinya segera bersembunyi di balik semak tak jauh dari sana saat pria itu terlihat memperhatikan sekitar. Tak berselang lama, pria itupun melajukan motornya kembali meninggalkan tempat tersebut.


Jantung Seroja berdetak tak karuan, antara takut, cemas dan khawatir meliputi perasaannya saat ini. Bagaimanapun dirinya harus segera meninggalkan tempat itu sebelum penjahat tersebut mengetahui keberadaannya.


Ia mencoba menahan rasa sakit yang melandanya saat ini. Bertahan dan terus bertahan, ia tidak boleh menyerah. Bagaimapun dia harus mengungkap siapa orang yang mencoba membunuhnya nanti. Dengan sekuat tenaga ia menyeret kakinya yang terasa nyeri pergi sejauh mungkin dari tempat itu.


Saat nafasnya seolah hampir berhenti, sorot mobil menyilaukan pandangannya.


Seseorang turun dari mobil itu dan berlari menghampirinya.


" Nona, Nona anda tidak apa-apa? " ucap seorang pria panik melihat wanita itu mengalami banyak luka di bagian kepala dan tubuhnya.


" To,,long a,,ku. " Seroja pingsan tak sadarkan diri. Jiwanya seolah pergi meninggalkan raganya.


Pria itu segera membopongnya menuju mobil.


" Nyonya, dia?"


Yang berada didalam seketika menatap tajam ke arahnya.


" Tidak usah banyak tanya. Cepat bawa dia ke rumah sakit! "


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2