Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Dengan nafas terengah-engah dibawah guyuran hujan, Arkana akhirnya sampai ditaman yang dimaksud. Taman tersebut terlihat sepi lantaran hujan begitu deras hari ini.Netranya berputar mengelilingi sekitar, mencari keberadaan sosok yang begitu berarti baginya.


Terlihat seorang gadis sedang duduk sambil menundukkan wajahnya. Suara tangisnya masih terdengar meski terhalang oleh derasnya air hujan.


Arkana berjalan perlahan mendekati gadis tersebut. Demi Tuhan, hatinyapun ikut tersayat melihat Seroja begitu terluka karenanya.


" Maafkan aku." pria itu tiba-tiba memeluk Seroja dari belakang. Ia menundukkan kepalanya diceruk leher sang istri. Air matanyapun ikut menetes menunjukkan penyesalan terdalamnya.


Seroja segera berdiri dan mendorong pria itu menjauh darinya.


" Untuk apa kau mencariku? Bukankah lebih baik kau bersenang-senang dengan wanita itu. Ternyata kau tidak berubah sama sekali,, terlalu mudah kau mempermainkan perasaan perempuan. " ucapnya tersengal-sengal dengan berderai airmata.


Arkana kembali berdiri dan mendekati wanita itu. Ia mencoba memegang kedua lengan Seroja, tapi seketika gadis itu menghempaskannya.


" Jangan sentuh aku. Aku sangat membencimu. Aku benci kepadamu." teriaknya menjadi-jadi.


Arkana tak menyerah begitu saja, ia kembali mendekap gadis itu erat-erat dan tak ingin melepaskannya.


" Ini semua salah paham, aku tak menyangka dia telah kembali kesini. Itu benar-benar diluar dugaanku. " jelasnya dengan tetap mendekap gadis itu supaya tidak kabur darinya.


" Bukankah sudah kubilang, aku tidak ingin ada orang ketiga diantara kita selama menikah kontrak. Tapi ternyata kau mengingkarinya. Kau jahat! Kau jahat!" gadis tersebut meronta-ronta ingin dilepaskan.


Arkana sedikit kewalahan menghadapi Seroja yang selalu saja memberontak. Dirinyapun semakin mempererat pelukannya.


" Dengarkan aku dulu. Dia itu pengecualian yang kau berikan padaku. Dia Aluna, akupun tidak pernah menduga dirinya telah kembali kesini! " teriak Arkana sambil terus mendekap erat Seroja.


Jlebb...


Seketika jantung Seroja seperti tertusuk pisau mendengar nama itu. Sakit, begitu sakit menghadapi kenyataan bahwa disaat dirinya telah jatuh cinta kepada Arkana, pria itu akan kembali pada cinta pertamanya. Tubuhnya bergetar, dirinya kini tak melakukan perlawanan kembali.


" Pergilah pada kekasihmu itu. Biarkan aku sendiri disini. " ungkapnya setengah hati sambil berderai airmata. Namun, pria itu menggeleng dan tak mau mendengarkan kata-katanya.


" Cepat pergi dari sini! Tinggalkan aku sendiri, Aku benci padamu. " bentaknya lantaran lelah, pria itu tak bergeming darinya.


" Tidak! Aku tidak akan pernah pergi dari sini. A,, Aku mencintaimu! " Pria itu menetap nanar wanita dihadapannya.


Seroja terhenyak mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Arkana. Ingin rasanya iapun mengatakan kalimat yang sama, tapi rasanya ia tak ingin tersakiti lebih dalam lagi.

__ADS_1


" Kau bohong. A,,ku tidak pernah mencintaimu. " gadis itu semakin sesenggukan, rasanya begitu berat dadanya untuk menahan gejolak dalam kalbunya.


Pria itu kembali menatap penuh arti pada istrinya. Ia menggenggam erat kedua lengan Seroja untuk meyakinkan. Gadis itu menunduk tanpa berani menatap lawan bicaranya.


" Kumohon, jangan berbohong dengan nuranimu sendiri. Aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama denganku. A,, aku baru menyadari jika sesungguhnya kaulah wanita yang kucintai selama ini. " pria itu berusaha meyakinkan.


Seroja menegakkan kepalanya, keberaniannya mulai muncul untuk menatap pria didepannya. Sorot mata Arkana seolah menunjukkan kejujuran.


" Lalu, wanita itu? "


Arkana menelan kasar ludahnya, ia menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Seroja.


" Dia bagian dari masa laluku. Aku mulai sadar, perasaanku padanya hanyalah rasa cinta seorang anak yang baru mulai menginjak remaja. Cinta yang hanya didasarkan rasa kekaguman semata."


jelasnya pada Seroja.


" Rasa itu sungguh berbeda dengan apa yang aku rasakan padamu. Cinta yang tumbuh tanpa aku sadari, cinta yang penuh hasrat untuk bisa memiliki seutuhnya. Seroja,, kumohon padamu jawab dengan jujur. Apa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku?"


Seroja menatap dalam pada Arkana, dangan tetap bersimbah airmata gadis itu mencoba menjawab pertanyaan pemuda itu.


" Aku sangat-sangat mencintaimu. " jawabnya jujur dari dasar hatinya.


Serojapun ikut terbakar hasrat cinta yang menggebu-gebu. Ia menikmati bibir manis Arkana yang bermain indah didalam mulutnya. Guyuran hujan seolah tak terasa lagi oleh keduanya. Hujan di langit malam ini menjadi saksi bersatunya dua insan yang telah dimabuk cinta.


Beberapa saat mereka terhanyut dalam suasana, hingga akhirnya Seroja mengakhiri ciuman keduanya.


" Hentikan,, aku takut ada yang melihat kita disini. "


Kalau saja hujan tak terlihat, pasti nampak saat ini wajah gadis itu yang merona karena malu. Dirinya baru sadar mereka sekarang berada ditempat umum. Untung saja tidak ada siapa-siapa disana.


Arkana tersenyum melihat mendung suram di wajah Seroja kini telah bersinar kembali. Ia menarik gadis itu untuk pergi bersamanya.


Keduanya berhenti ditepi jalan, Arkana tampak memperhatikan sekitar.


" Apa yang sedang kau cari? " tanya sang istri yang sedari tadi juga memperhatikannya.


" Kita akan mencari barangkali ada hotel didekat sini."

__ADS_1


" Tapi, bagaimana dengan mobilmu? Lebih baik kita kembali lagi kesana. Itu ada bus kota yang menuju ke arah sana." Seroja menunjuk sebuah bus yang berjaln ke arah mereka.


Arkana setuju dengan pendapat istrinya ia menggandeng sang istri untuk berlari bersama menaiki bus tersebut. Keduanya tertawa saat berhasil menaikinya, tangan mereka tetap menggengam satu sama lain.


Sang asisten sopir memperhatikan keduanya, agaknya ia mengenal gadis yang kini terlihat begitu bahagia dengan pasangannya


" Nona, bukankah anda yang tadi menangis terus-terusan disini. Saya ikut senang sepertinya anda telah berbaikan dengan suami. " ia mengingat pria yang tadi menanyakan gadis itu dengan raut wajah penuh kegelisahan.


Keduanya saling memandang dan tersenyum, tanpa mereka sadari keduanya kompak menyampaikan kalimat yang sama pada sopir tersebut.


" Terima kasih Pak, telah mempersatukan kami." ungkap keduanya dengan senyum yang mengembang sempurna.


Sang asisten sopir begitu kagum dengan keduanya.


" Kalian benar-benar kompak dan serasi." ketiganya tertawa mendengar pujian sang asisten sopir.


Arkana dan Seroja kini telah tiba di Taman hiburan kembali dengan pakaian yang masih basah. Seroja sedikit ragu dalam melangkah, tiba-tiba dirinya berhenti didepan pintu gerbang Taman Hiburan.


" Kau kenapa?" Arkana mengernyitkan dahi lantaran heran sang istri yang berhenti secara tiba-tiba.


" Bagaimana jika dia masih ada disini?" ucapnya gelisah.


" Kita akan menjelaskan padanya bersama-sama. Aluna gadis yang baik, aku yakin dia bisa menerima kenyataannya." ungkap Arkana menenangkan.


Seroja mengangguk mengiyakan. Untung saja mereka tidak bertemu dengan wanita itu kembali. Arkana segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.


Mobil melaju membelah jalanan ibukota. Arkana terlihat begitu ceria, sesekali ia nampak tersenyum seorang diri. Begitupun Seroja, dirinya masih terbayang ciuman mereka dibawah guyuran hujan barusan. Ia memandang sisi jalan agar tak terlihat wajahnya yang bersemu merah.


" Tunggu,, ini bukan jalan menuju mansion. " Ia merasa pernah melewati jalan itu.


" Kita akan pulang ke apartemen. Aku tidak ingin ada yang mengganggu kesenangan kita. " jawab pria itu sambil mengusap sesaat puncak kepala istrinya.


Glekkk...


Seroja menelan ludah kasar, agaknya kata " mengganggu" cukup mengganggu pikirannya saat ini.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment ,rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk tetap berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2