Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
PULANG KEMBALI KE MANSION


__ADS_3

Helena dan Sisil mencari keberadaan Seroja ditempat mata kuliah dimana gadis itu mengambil jurusan. Kebetulan Aulia dan Seroja hendak keluar sebab jam kuliah telah berakhir.


Aulia membereskan buku-bukunya, sedangkan Seroja yang telah lebih dulu selesai berniat pergi ke toilet sebentar.


Tanpa ia sadari saat dirinya akan keluar, sebuah kaki menghadangnya hingga membuat dirinya hampir terjatuh. Helena dan Sisil tersenyum sinis, rasanya mereka sudah tidak sabar untuk membuat perhitungan dengan gadis tersebut.


" Kalian? Apa kalian sengaja ingin membuatku terjatuh! " bentak Seroja yang merasa kesal dengan mereka.


" Kalau iya memangnya kenapa? Kau mau marah pada kami? Apa kau belum tahu siapa kita? Dasar gadis kampungan! " ejek Sisil sambil memicingkan netranya.


Seroja semakin bertambah kesal apalagi mendengar penghinaan mereka.Namun, dirinya memilih untuk menahan diri dan tak ingin membuat keributan.


" Aku tidak peduli siapapun kalian. Jangan halangi jalanku, aku tidak punya urusan dengan kalian! " dirinya hendak pergi, tapi Sisil dan Helena mencengkeram kedua tangannya.


" Kau pikir kau bisa pergi begitu saja? Aku tidak akan melepaskan siapapun yang berani merebut Arkana dariku! " ancam Helena. Ia mencengkeram lengan Seroja lebih kuat, berharap gadis tersebut kesakitan karenanya.


Seringai muncul di salah satu sudut bibir Seroja, dengan sekuat tenaga ia melepaskan diri dan menyikut mereka hingga membuat keduanya terjatuh.


Awww..


Sisil dan Helena kesakitan saat tubuh keduanya terlempar ke lantai. Mereka tak menyangka Seroja adalah gadis yang kuat.


Seroja tersenyum penuh kemenangan, ia mendekati keduanya yang saat ini merasa gentar terhadapnya.


" Ingat! Jangan pernah menggangguku lagi. Kalau tidak? Aku akan memperlakukan kalian lebih dari ini. Dan untuk Arkana, ambillah pria itu jika kalian mau. Aku tidak ada urusan dengannya. " iapun segera pergi setelah memberikan ultimatum pada keduanya.


Helena dan Sisil bergidik ngeri mendengar ancaman gadis tersebut. Namun, mereka heran mengapa Seroja berkata seperti itu? Apa ia tidak menyukai Arkana, tapi manamungkin ada gadis yang bisa menolak kharisma pria seperti Arkana? Keduanya tak yakin akan hal itu, mereka bertekad untuk membalas perlakuan Seroja.


Aulia menunggu sahabatnya yang cukup lama berada ditoilet, dirinya cukup lega saat melihat gadis itu telah kembali.


" Kupikir kau tertidur disana, hampir saja aku berniat menyusul untuk membangunkanmu. " ejeknya sambil menertawakan Seroja.

__ADS_1


" Harusnya kau menyusulku agar kau tahu diriku baru saja menangkap dua ekor rubah betina. " Seroja mengangkat kedua alisnya samb tersenyum penuh kemenangan.


" Apa maksudmu? " Aulia tak mengerti apa yang telah dilakukan sahabatnya. Serojapun menceritakan kejadian yang dialaminya barusan. Aulia tertawa mendengar apa yang telah dilakukan oleh sahabatnya itu.


" Mereka pasti akan berpikir dua kali jika harus berhadapan dengan gadis bar-bar sepertimu. Ya sudah, lebih baik kita pulang sekarang. " Keduanya memutuskan untuk kembali kerumahnya.


...----------------...


Seminggu berlalu, Arkana mulai kehabisan uangnya. Dirinya bingung, bagaimana ia bisa bertahan, sedangkan ia sudah tidak memiliki apa-apa.


Ia teringat perkataan Aulia beberapa hari yang lalu, ia sempat mengatakan bahwa Mamanya sedang bersedih dan tidak mau makan karenanya. Iapun mulai merindukan wanita yang telah melahirkannya itu, bagaimanapun dirinya begitu menyayangi dan menghormati Mamanya.


Itu bisa menjadi alasannya untuk kembali kesana. Arkanapun memutuskan untuk kembali ke mansion setelah sebelumnya berpamitan pada Ardi sahabatnya.


Bunyi deru mobil Arkana yang berhenti di halaman mansion terdengar oleh seluruh anggota keluarga yang sedang menikmati makan malam. Bianca hendak berdiri membukakan pintu, ia hafal betul itu pasti mobil putranya.


Alvin menghalangi istrinya, ia meminta mbak Sumi untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Merekapun melanjutkan makan malamnya dan berpura-pura acuh mendengar kedatangan Arkana.


Pria itu memasuki mansion dengan perasaan sedikit kecewa. Tadinya ia berharap kedua orangtuanya akan menyambut kedatangannya dengan penuh antusias.


Ia merasa malu saat ini, apalagi ada Seroja yang berada ditengah-tengah mereka. Ia semakin muak dan membenci gadis tersebut. Kembali ke kamar adalah pilihan terbaik kali ini, ia pasti akan sangat malu untuk meminta maaf pada orangtuanya didepan banyak orang.


" Tunggu, Mama dan Papa ingin berbicara denganmu. Tunggulah kami diruang keluarga. " perintah Alvin pada putranya. Ia memasang wajah dingin dan acuh pada sang anak.


Arkana hanya diam tanpa menjawab, namun ia mengikuti apa yang diperintahkan oleh Papanya. Iapun menuju ruang keluarga dan menunggu kedatangan orangtuanya.


Setelah menunggu hampir setengah jam, Alvin dan Bianca akhirnya bergabung disana. Keduanya duduk berhadapan dengan Arkana untuk meminta penjelasan pada putranya tersebut.


" Apa kau sudah kehabisan uang sehingga harus kembali kerumah ini? Harusnya sebagai pria kau bisa mandiri dan berdiri di kakimu sendiri. Tidak bergantung pada orang tua! " sindir Alvin pelan, namun terasa begitu mengena pada Arkana.


Alvinpun teringat saat dirinya pernah kabur dari rumah, hingga bertemu sang istri dan bekerja sebagai bodyguardnya. Keduanya memiliki sifat yang sama-sama keras, namun bedanya Arkana masih terbiasa bergantung pada mereka.

__ADS_1


" Aku kesini karena Aulia bilang Mama bersedih dan tidak mau makan gara-gara kepergianku. Ternyata itu hanya akal-akalannya saja supaya aku pulang kerumah. " sanggahnya beralasan.


Bianca merasa terharu, ternyata Arkana masih sangat mengkhawatirkannya. Namun, ia memilih diam dan mendengarkan perdebatan ayah dan anak tersebut.


" Kau lihat kan? Mamamu baik-baik saja. Diapun makan seperti biasa bersama kami. " sindir Alvin.


Arkana sudah tidak bisa menjadikan hal itu sebagai alasan. Iapun terpaksa mengeluarkan semua uneg-unegne pada kedua orangtuanya.


" Pa, Ma. Aku mohon pertimbangkanlah keputusan kalian. Apa kalian tidak memikirkan perasaanku? Ayolah, ini zaman modern. Sudah tidak ada lagi perjodohan seperti itu. Kamipun tidak punya perasaan satu sama lain. " ia memasang wajah memelas, berharap kedua orang tuanya mau mengerti.


Alvin menatap istrinya, iapun sebenarnya tak tega untuk memaksa putranya menikahi gadis yang tidak dicintainya. Namun, ia menyerahkan semua keputusan pada Bianca.


" Mama hanya tidak ingin kau terbawa pergaulan bebas. Kelakuanmu beberapa waktu yang lalu sungguh mengecewakan Mama. Bukankah Mama sudah berpesan agar kau tidaj mempermainkan wanita? " kini Bianca mulai angkat bicara.


Arkana menatap sendu kearah sang Mama, ia sangat berharap wanita itu mau mengerti akan dirinya.


" Ma, Arkana tidak mungkin berbuat sejauh itu. Untuk kejadian sewaktu di pesta, itu kali pertama aku mabuk dan itupun karena paksaanal dari temanku. Aku bisa menjelaskan semua pada Mama mengenai kedua gadis tersebut. "


Arkana mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tentang kedua gadis yang memperebutkannya dan diapun sebenarnya tidak menyukai keduanya. Ia masih mengharapkan Aluna, kekasihnya yang kini berada di Amerika.


Bianca nampak berpikir, iapun sesungguhnya tak tega menjodohkan Arkana. Apalagi Serojapun tidak ingin menikah dengan putranya.


" Baiklah, Mama tidak akan memaksamu. Tapi Mama ingin Seroja menjadi pengawal pribadimu. " paksa Bianca sekali lagi.


" Tapi Ma? Ilmu beladirinya saja masih jauh dariku. Bagaimana mungkin dia bisa menjadi pengawalku? " tolaknya kembali. Dirinya yakin ini hanya akal-akalan sang Mama untuk mendekatkannya pada gadis itu.


" Dia bukan pengawal pelindungmu, tapi dirinya akan mengawasimu agar tidak bermain dengan gadis-gadis itu! Bagaimana? Apa kau setuju? Jika tidak, Mama tidak akan peduli meskipun kau pergi dari rumah kembali." tegas Bianca pada putranya.


Arkana membuang nafas kasar, sepertinya sudah tidak ada jalan keluar lain selain menuruti keinginan Mamanya.


" Baiklah. Aku setuju. " ungkapnya pasrah.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk tetap berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2