
Arkana dan Seroja pagi ini hendak berangkat kembali ke kota setelah sebelumnya berpamitan pada Pak Anwar. Pria itu beberapa kali menguap karena tak bisa tidur semalaman akibat gigitan nyamuk.
Hooammm..
" Berhenti. Kita beristirahat saja terlebih dahulu. Aku takut nanti kau malah membuatku celaka. " gerutu Seroja.
Arkana mengerucutkan bibirnya,
" Ini semua juga gara-gara nyamuk yang ada dirumahmu. Aku jadi tidak bisa tidur semalam." ungkapnya beralasan.
Memang semalam pria itu ingin tidur di mobilnya saat mengetahui kondisi rumah Pak Anwar. Namun, karena Pak Anwar menawarinya untuk tidur di salah satu kamar yang ada disana, dirinya merasa tak enak jika menolak.
Arkana menepikan mobilnya ditepi jalan menuju perbatasan kota. Ia memejamkan mata beberapa lama untuk menghilangkan rasa ngantuknya.
Seroja memandangi pria yang sedang tertidur cukup pulas tersebut. Sebuah senyum terukir di wajahnya, Arkana terlihat sangat tampan saat sedang tertidur.
" Pantas saja banyak gadis yang tergila-gila padamu, ternyata kau tampan juga." gerutunya pelan.
" Jadi kau mau mengakui kalau aku memanglah sangat tampan? "
Jawaban pria tersebut sontak membuat Seroja terkaget dibuatnya.
" Kau? Kau tidak benar- benar tidur? Kau terlalu percaya diri. Aku belum selesai meneruskan ucapanku, tapi kau sudah memotongnya. " elaknya.
" Semua gadis tergila-gila padamu, kecuali aku. Apa maksudmu membohongi semua orang bahwa aku adalah calon istrimu. Bagaimana jika mereka percaya kalau kita memang akan segera menikah?" ia penasaran untuk apa Arkana melakukan semua itu.
Arkana menatap Seroja dengan serius,
" Kita memang akan segera menikah. "
Jawaban Arkana sontak membuat Seroja terkejut bukan main. Gadis itu merasa geram karenanya,
" Dasar pria gila! Bagaimana bisa kau mau menikah denganku tanpa bertanya terlebih dahulu aku mau atau tidak? Ternyata kau tak ada bedanya dengan bandot tua itu."
Arkana tak terima dengan apa yang baru saja Seroja katakan.
" Enak saja kau menyamakanku dengan bandot tua itu! Dasar gadis tak tahu berterima kasih. Dengarkan penjelasanku dulu baru bicara." ungkapnya kesal.
Seroja memberengkut kesal, tapi dirinya mencoba mendengar cerita pria itu dengan seksama.
" Kau tahu? Sejak tersebarnya foto vulgar itu, Papa dan Mama memintaku untuk menikahimu sebab sedikit banyak akulah yang membuat masalah ini bisa terjadi. Tentu saja aku tidak mau, kita sama-sama tidak memiliki perasaan apa-apa. Lagi pula foto itupun palsu. Asal kita bisa membuktikan kebenarannya, semua pasti beres." jelas Arkana.
" Tapi,, setelah beberapa kejadian buruk yang menimpamu akhir-akhir ini. Aku baru menyadari bahwa hal itu memang tak semudah yang aku kira. Orang sudah terlanjur mengecapmu tidak baik, pandangan orang lainpun sudah membayangkan bahwa foto yang ada disanapun benar-benar dirimu. Kau lihat para pria hidung belang itu, dalam halusinasi mereka mungkin itu benar-benar tubuhmu. " lanjutnya mengambil jeda.
__ADS_1
" Aku tidak ingin nama baikmu dan keluargamu jadi tercoreng karena hal ini. Aku merasa bersalah atas apa yang telah menimpamu. Jadi aku putuskan untuk menikahimu saja."
Seroja membelalak seketika, bisa-bisanya pria itu mengambil keputusan semaunya sendiri.
" Tetap saja kau tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Dasar pria gila! " ia memukuli Arkana dengan kedua tangannya.
Arkana mengaduh kesakitan, ia belum selesai melanjutkan kata-katanya.
" Hei,, dengarkan aku dulu! Aku belum selesai bicara! " teriaknya kesal.
" Aku tahu kaupun pasti tidak mau menikah denganku, makanya aku menawarimu untuk nikah kontrak denganku! "
Seroja menghentikan pukulnya, ia menatap penuh amarah pada pria itu.
" Kau pikir menikah itu main-main? Aku tidak mau, yang jelas aku hanya akan menikah dengan lelaki yang aku cintai. " tegas Seroja.
" Terserah kau saja. Aku hanya memberikan penawaran padamu. Apa kau mau terus-terusan dianggap dan dipandang wanita murahan oleh semua orang? Kalau kau menikah denganku, nama baikmu pasti akan terangkat. Masalah ini akan hilang dengan sendirinya dan kitapun bisa membuat Helena semakin menyesal karena justru ia menyatukan kita. Akupun berjanji tidak akan pernah menyentuhmu, karena akupun tidak mempunyai perasaan apa-apa padamu. " Arkana mencoba untuk membujuknya.
" Aku tidak bisa, bagiku menikah cukup sekali dalam hidupku. Aku tak peduli orang akan berpandangan buruk tentangku." tolak Seroja tegas.
Arkana melihat perubahan wajah Seroja yang jadi pendiam setelahnya. Sepertinya idenya kali ini gagal. Iapun kembali melajukan mobilnya menuju kota.
Siang hari keduanya telah tiba dimansion, sejak percakapan mereka tadi keduanya jadi sama-sama terdiam saat diperjalanan.
" Aku harap kau pikirkan kata-kataku tadi. Kita bersahabat, aku tidak mungkin akan mengambil kesempatan darimu. " tegasnya kembali.
Seroja tak menanggapi ucapan Arkana barusan, iapun segera turun dan masuk kedalam mansion.
Seluruh anggota keluarga menyambut dengan begitu antusias kedatangan mereka. Terutama Bu Eneng, ia merasa lega akhirnya putrinya telah kembali. Iapun segera memeluk gadis tersebut saat melihat kehadirannya.
" Ibu sangat mencemaskanmu. Lain kali berjanjilah, kau harus berpamitan pada Ibu terlebih dahulu sebelum pergi. Nyonya bilang kau sedang ada tugas diluar kampus, tapi hati ibu berkata lain. Ibu tidak mau terjadi apa-apa denganmu, Nak. " tangisnya pecah lantaran menahan rindu dan khawatir akan keselamatan putrinya.
" Baiklah Bu, aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. " jawab Seroja. Ia belum siap untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada sang ibu.
Wanita itu berganti menatap sendu pada Arkana,
" Terima kasih, Tuan Muda. Kau telah membawa putriku kembali kesini. Kami semua berhutang budi padamu. " ungkapnya tulus.
Tanpa sengaja, kedua netra Arkana dan Seroja bertemu sekilas. Namun, mereka segera mengalihkan pandangannya.
Seroja sebenarnya merasa bersalah, dirinya bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih pada pemuda tersebut. Akan tetapi, ia malu untuk mengakuinya. Iapun segera membawa sang ibu kembali ke kamarnya.
...----------------...
__ADS_1
Pagi ini, Arkana hendak berangkat ke kampus. Dirinya terkejut saat melihat Seroja telah menunggu disamping mobilnya. Gadis itu terpaksa berkuliah kembali sebab sang ibu pasti kecewa jika dirinya berhenti kuliah begitu saja.
" Mari. " senyum tipis tersimpul di wajah Arkana untuk mengurangi kecanggungan diantara mereka.
Gadis itu masih saja terdiam, Arkana pikir ia masih marah atas ucapannya kemarin. Padahal sebenarnya, gadis itupun merasa tak enak hati telah berlaku kasar pada Arkana yang bermaksud baik padanya.
Keduanya telah tiba dikampus, lagi-lagi Arkana menahan langkah gadis itu.
" Maafkan atas ucapanku kemarin, anggap saja itu angin lalu. Kau tidak perlu memikirkannya lagi.
Kali ini Seroja tersenyum padanya,
" Aku juga minta maaf telah berbuat kasar padamu. Terimakasih karena telah menyelamatkanku kemarin. Kita tetap sahabat? " ia menjentikkan jari kelingkingnya.
" Kita sahabat. " Arkanapun ikut tersenyum dan menautkan jari kelingkingnya pada jari Seroja. Akhirnya, keduanyapun berbaikan kembali.
Mereka sama-sama melangkah memasuki kampus. Ada sedikit keraguan dalam hati Seroja saat mengingat para mahasiswa yang menatap sinis ke arahnya waktu itu. Ia berharap hal seperti kemarin tidak akan terulang kembali.
Dirinya segera masuk keruang kelasnya saat jam kuliah hampir dimulai. Masih sama, semua mata memandang jijik terhadapnya. Ada pula yang bergunjing sambil melirik ke arahnya.
Seroja berusaha tenang dan mencoba bersikap acuh. Untung saja ada Aulia yang telah sampai terlebih dahulu, iapun duduk disamping gadis itu.
Namun tiba-tiba seseorang membisikinya dari belakang,
" Berapa harga yang harus kubayar untuk bisa tidur semalam denganmu."
Seroja terhenyak seketika, dia segera berdiri dan menampar pria itu sekuat tenaga.
Plakk!!
Lelaki itu merintih sambil memegangi pipinya yang merah akibat tamparan Seroja.
" Dasar gadis murahan! Kau tak perlu sok suci seperti itu. " ucapnya kasar didepan seluruh teman-temannya.
Seroja kembali terpancing emosi, kini dirinya menghajar pria itu secara membabi buta. Para mahasiswa yang lain sampai dibuat ketakutan karenanya. Aulia hendak memisahkan, tapi Seroja justru mendorongnya hingga terjatuh.
" Hentikan! Ada apa ini sebenarnya?" Semua mahasiswa segera kembali ke bangkunya saat menyadari dosen telah masuk kedalam ruangan.
Seroja begitu malu, dirinya pasti akan mendapatkan sanksi kembali atas perbuatannya kali ini. Tanpa menghiraukan dosen, gadis itupun berlari meninggalkan ruangannya.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya . Makasih sebelumnya...
__ADS_1