Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
TAK INGIN DITINGGALKAN


__ADS_3

Uwekkk...Uwekkkk


" Kau kenapa? Apa kau sedang sakit? "


Arkana begitu cemas melihat istrinya mengeluarkan semua isi perutnya pagi ini. Dirinya bingung, istrinya sering sekali mual dan muntah belakangan ini. Ia memegang dahi Seroja khawatir barangkali istrinya demam, namun ternyata suhu tubuh istrinya normal.


Setelah rasa mual Seroja berkurang, Arkana menuntun sang istri ke ranjang untuk beristirahat. Kemudian, ia memberinya segelas air putih hangat agar tenggorokannya sedikit lebih nyaman.


" Bagaimana? Apa kau sudah lebih baik sekarang?" tanyanya cemas.


" Heeumm,, Tapi kepalaku rasanya masih agak pusing. Sepertinya aku sering masuk angin akhir-akhir ini. Ini semua gara-gara kau yang selalu mengajakku bergadang. Belum lagi semalam, kau mengajakku naik motor saat cuaca dingin." gerutu Seroja sambil merajuk manja pada sang suami.


Arkana terkekeh mendengar curhatan sang istri. Ia menyadari bahwa hampir setiap hari dirinya selalu meminta jatah pada istrinya.


Apalagi semalam, lantaran Seroja menggodanya dengan mengambil cilok dalam mulutnya. Sesampainya di apartemen diapun segera memangsa istrinya bagai kucing kelaparan. Istrinya benar-benar menjadi candu baginya. Padahal, bisa dibilang wanita itu jarang berpakaian seksi atau berdandan untuk menggoda suami.


" Kau tenang saja, sebentar lagi kau akan cuti seminggu. Kau boleh berbuat sesukamu, tidur, jalan-jalan dan apa saja asalkan tidak untuk pergi bersama pria lain. Dan ingat, aku tidak ingin mendengar dirimu sampai sakit. Jaga kesehatanmu baik-baik. " pria tersebut mengomeli istrinya.


Seroja tak mengerti akan maksud ucapan suaminya barusan.


" Apa maksudmu? Cuti? Memangnya kau mau kemana?" tanyanya heran sekaligus penasaran.


Arkana menghela nafas panjang, mau tidak mau dirinya harus bercerita yang sebenarnya pada Seroja.


" Minggu ini aku akan ke Jepang. Papa memintaku mewakili perusahaan untuk bertemu dengan Tuan Yamada, salah satu pengusaha besar di negara itu. Mereka berencana untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan kita."


Arkana merasa berat hati meninggalkan sang istri, apalagi akhir-akhir ini istrinya terlihat kurang enak badan. Tapi mau bagaimana lagi? Nasib perusahaan kini berada di tangannya, ia harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk memajukan perusahaan keluarganya.


Netra Seroja nampak berkaca-kaca, ini pertama kali Arkana meninggalkannya demi urusan kantor. Wanita itu mendekap erat lengan sang suami seolah enggan ditinggalkan.

__ADS_1


" Tolong jangan pergi, aku tidak ingin kau tinggalkan. Kalau kau memaksa, bawa aku pergi bersamamu. " paksa Seroja.


Tetes air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya. Tatapannya sendu, ia benar- benar tak ingin berada jauh dari suaminya.


Arkana terenyuh melihat sang istri murung seperti itu. Sungguh iapun merasa berat berpisah dengan Seroja meski itu hanya seminggu. Akan tetapi, disana dirinya harus fokus pada pekerjaan, waktunyapun akan banyak dihabiskan untuk mengurusi masalah perusahaan.


" Maafkan aku. Untuk kali ini aku tidak bisa membawamu. Tapi aku berjanji, setelah pekerjaan beres, aku akan segera kembali." ucapnya sambil mengecup puncak kepala Seroja.


Airmata Seroja meluncur semakin deras, ia semakin mempererat pelukannya pada sang suami. Hatinya merasa tak tenang, entah mengapa akhir-akhir ini dirinya begitu ingin selalu bersama sang suami.


Arkanapun turut menangis, dirinya bingung apa semua pasangan yang ditinggal pergi bekerja oleh sang suami memang seperti ini? Atau hanya mereka berdua saja yang terlalu tak bisa terpisahkan?


" Nanti kau tinggallah di mansion atau mungkin kau ingin aku mengantarmu pada orangtuamu? Disana akan banyak yang akan menghiburmu. Kau tidak akan kesepian saat bersama mereka." pria itu kembali menenangkan istrinya.


Seroja perlahan melonggarkan dekapannya. Ia menghapus air mata yang hingga saat ini sulit sekali untuk diredam. Dirinya mencoba untuk tegar, bukankah Mama mertuanya terkadang juga sering ditinggal oleh Papa mertuanya. Diapun harus mulai membiasakan diri seperti itu.


Wanita itu memaksakan dirinya untuk tersenyum tipis,


Arkana ikut mengembangkan senyumnya,


" Terima kasih atas pengertianmu, Sayang. Doakan saja supaya urusan disana akan cepat terselesaikan." ungkapnya tulus.


" Akupun pasti akan mengajakmu kesana setelah urusan pekerjaanku selesai. Aku ingin menikmati waktuku hanya berdua denganmu tanpa terbebani masalah kantor." batin Arkana.


Pria itu berencana ingin mengajak bulan madu istrinya setelah urusan kantornya selesai. Rencana kepergiannya kali ini adalah untuk urusan pekerjaan sekaligus mencari destinasi wisata yang bagus di negara tersebut.


Dirinya ingin memberi kejutan pada Seroja sepulangnya dari sana. Ide tersebut tercetus saat mereka camping waktu itu. Ia tahu sang istri gemar sekali menonton drama korea dan jepang. Pasti wanita itu senang seandainya bisa melihat negara itu di dunia nyata.


...----------------...

__ADS_1


Aluna meminum kembali seteguk demi seteguk wine yang ada dihadapannya. Entah sudah berapa botol yang ia habiskan kali ini? Dirinya sungguh tak peduli.


Wanita itu benar-benar frustasi, rasanya ia sudah mulai berputus asa untuk mendapatkan Arkana. Hampir semua cara telah ia tempuh, namun hingga saat ini hasilnya nihil. Pria itu sudah tak menganggapnya sama sekali.


" Apa aku boleh menemanimu?"


Glenn menghampiri wanita tersebut, dirinya berpura-pura seolah baru saja datang. Padahal sebenarnya, ia memang menyuruh anak buahnya untuk memata-matai wanita tersebut.


Aluna tersenyum sinis,


" Aku sudah tak membutuhkanmu lagi. Pergi saja dari sini! Ternyata kaupun juga payah, tak seperti yang ku bayangkan." sindirnya pada Glenn.


Pria itu menyeringai,


" Kali ini biar aku yang mengurusnya. Kau ikuti saja permainan yang telah kusiapkan untukmu. Aku pastikan rencana kita kali ini tidak akan gagal."


Pria itu memiliki misi tersendiri yang masih terselubung. Ia akan berusaha membuat Aluna berada didekat Arkana. Setelah itu, ia akan memeras wanita tersebut untuk dijadikan ladang uangnya.


" Apa aku bisa mempercayaimu, hah?" sindir Aluna kembali dalam keadaan setengah sadar.


" Tidak ada kata gagal dalam hidupku. Mangsa yang kuincar harus bisa aku dapatkan. Aku pastikan kau bisa mendapatkan pria impianmu. "ucap Glenn meyakinkan. Ia meminta salah satu pelayan untuk menuangkan kembali minuman ke dalam gelas mereka.


" Lupakanlah masalahmu. Mari kita bersenang-senang malam ini . Cheers! "


Keduanya bersulang, tanpa Aluna sadari pria tersebut tersenyum licik saat melihatnya meminum habis wine yang ada di dalam gelasnya.


" Dengan begini kau akan semakin mudah ku kendalikan, baby. " batinnya senang.


Glenn telah memasukkan shabu dalam dosis yang cukup besar pada minuman Aluna. Dengan demikian, akan semakin mudah baginya untuk mengendalikan wanita tersebut guna memuluskan misinya. Saat wanita itu membutuhkan barang, pasti ia akan rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2