
Terkadang cinta itu bisa mendorong kita untuk bisa melakukan hal-hal diluar nalar. Perasaan ingin memiliki mampu membuat seseorang kehilangan hati nurani.
Aluna meneguk wine yang ada dihadapannya. Entah sudah berapa gelas wine yang diminumnya, tapi saat ini dirinya benar-benar mabuk berat.
" Gadis brengsek!! Aku pasti akan merebut kekasihku darimu. Arkana..oh ..Arkana..kenapa kau tega sekali padaku ! " Gadis itu berteriak-teriak seorang diri, terkadang ia tertawa, sesekali ia menangis meratapi nasibnya kali ini.
Dirinya begitu kecewa lantaran Arkana sudah tak menganggapnya sama sekali. Dirinya baru menyadari betapa pria itu berarti baginya setelah ia telah kehilangan pria yang begitu mencintainya.
Seorang pria datang menghampiri dan duduk disebelahnya.
" Hei,, cantik. Kenapa kau mabuk-mabukkan seorang diri? Lebih baik kau bersenang-senang denganku." pria itu mengeluarkan smirknya. Ia memberi kode pada anak buahnya untuk membawa gadis itu ke dalam mobilnya.
Malam panjang dan panas dilalui gadis itu bersama pria asing yang sama sekali belum pernah dikenalnya. Mungkin kebiasaan seperti ini sudah sering ia lakukan saat berada di USA.
...----------------...
" Brengsek ! Berani-beraninya kau mencuri kesempatan saat aku sedang tidak sadarkan diri. " umpatnya kesal sambil memunguti pakaiannya yang bercecer dilantai.
" Kau tak perlu marah seperti itu, Baby. Aku tahu kaupun menikmati percintaan kita semalam. Kau benar-benar sangat menggoda saat di ranjang." ungkap pria itu sambil menyesap rokok yang ada ditangannya.
" Heh,, pria sepertimu tidaklah selevel denganku. " sindirnya pada pria yang ada dihadapannya.
Pria itu tampak marah, ia mendekati Aluna dan mencengkram dagu gadis tersebut hingga membuat Aluna bergidik ketakutan.
" Kau jangan sembarangan bicara. Kau belum tahu siapa aku sebenarnya. Aku bisa saja berbuat lebih terhadapmu." ancamnya pada Aluna.
Wanita itu semakin ketakutan, keringat dingin kini membasahi seluruh tubuhnya.
" Ma,, afkan aku. " suaranya bergetar lantaran rasa takut yang berlebihan.
Pria itu menyeringai, lalu melepaskan cengkramannya.
" Untung saja aku menyukaimu. Kalau tidak? Mungkin kau sudah habis ditanganku." pria itu berjalan dan mengambil sesuatu di nakasnya. Ia melemparkan segepok uang ratusan ribu kepada wanita itu, lalu berjalan mendekatinya kembali.
__ADS_1
" Kurasa itu cukup untuk mengganti waktu kita semalam bukan?"
Sikap Aluna yang ketus kini berubah menjadi manis. Yah, saat ini dirinya membutuhkan uang lantaran perekonomiannya yang sedang menurun.
Ia rasa pria didepannya bukanlah pria biasa.
" Terima kasih, Tuan. Bolehkah aku tahu siapa nama anda? " tanyanya ramah.
Pria itu kembali menyeringai, gadis itu ternyata memang mata duitan. Terlihat begitu jelas perubahan sikapnya setelah menerima uang ditangannya.
" Kau licik juga rupanya, tapi aku suka itu. Perkenalkan aku Glenn,, ketua geng mafia di kota ini." pria itu memperkenalkan diri.
" Benar bukan dugaanku? Aluna kau sungguh beruntung. Mungkin suatu saat ia bisa berguna untukmu." batin wanita itu senang.
" Aku Aluna.Senang bisa berkenalan denganmu. Mulai sekarang kita berteman, panggil saja jika kau sedang membutuhkanku."
...----------------...
" Aku berangkat dulu, apa kau sungguh tidak apa-apa disini seorang diri?" Arkana cemas lantaran istrinya ingin tinggal di apartemen saja. Padahal, sang istri sering mengatakan jika ia bosan berada disana sendirian.
" Kau tenang saja, aku tidak apa-apa. Lagipula aku bisa sembari mengerjakan tugas-tugas kuliahku yang menumpuk disini. "
Jelas saja menumpuk, sedangkan dirinya sering sekali tidak mengikuti mata kuliah di kelas, seperti sekarang ini. Mungkin aroma pengantin baru masih melekat di tubuh suaminya hingga ia selalu berhasil membuat sang istri lemah tak berdaya. Bayangkan saja? Itu seorang Seroja yang notabene bukanlah gadis manis dan penurut, melainkan gadis kuat dan ahli bela diri.
" Baiklah kalau begitu. Aku berangkat dulu. " pria itu meninggalkan sebuah kecupan di dahi dan bibir istrinya sebelum berangkat.
Seroja kembali mendudukkan diri disofa setelah kepergian sang suami. Ia menghela nafas panjang sebelum mengerjakan tugas kuliahnya yang menumpuk.
Saat sedang asyik di depan laptobnya, seseorang terdengar memencet bel apartemen. Dirinya penasaran dengan siapa yang bertamu ke tempatnya. Iapun segera membukakan pintu untuk tamunya.
" Kau? " dirinya tertegun ketika melihat siapa yang datang.
Yah, siapa lagi kalau bukan Aluna. Wanita itu seolah jadi bayang- bayang rumah tangganya. Ia menyelonong begitu saja ke dalam tanpa meminta izin pada si empunya rumah.
__ADS_1
" Aku rindu sekali tempat ini. Disini banyak kenangan manis yang terukir antara aku dan Arkana." ia menatap sekeliling ruangan.
Seroja mengernyitkan dahinya,
" Apa maksud wanita ini? Apa dia ingin bernostalgia disini? Menyebalkan ! " batinnya kesal. Apalagi ucapan wanita itu sukses memancing rasa cemburu pada diri Seroja.
" Kau tahu? Dulu kami sering tinggal diaini berdua. Pakaian-pakaianku juga sepertinya masih ada disini. Arkana itu pria yang sangat romantis dan kuat di ranjang." ungkapnya seolah sengaja memanas-manasi rivalnya.
Dada Seroja seolah sesak mendengar penuturan wanita itu. Apalagi, memang benar kenyataannya. Pakaian Aluna dulu masih banyak tersimpan di kamar lain, meskipun sekarang Arkana telah membuangnya.
Pikirannya berkelana, rasanya sakit membayangkan jika sang suami pernah bercinta dengan wanita lain di masa lalunya. Mana mungkin seorang pria tidk tergoda jika tinggal berdua bersama seorang wanita?
Hampir, hampir saja ia terbuai oleh kata-kata wanita itu, namun dirinya teringat akan janji saling percaya yang ia ucapkan bersama sang suami. Pria itu menegaskan bahwa dirinyalah wanita pertama yang disentuh oleh suaminya.
Seroja menyeringai, " Benarkah itu? Tapi, aku percaya jika Arkana tidak mungkin berbuat sejauh itu. Kalaupun seandainya benar, itu hanyalah bagian dari masa lalunya. Dan sekarang,, masaa depannya ada bersamaku. " tegasnya seolah tak peduli.
Aluna justru yang terpancing ucapannya. Wanita itu merasa bahwa Seroja seolah menegaskan bahwa dirinyalah yang menang saat ini, sedangkan dia hanyalah bagian dari masa lalu.
Dengan penuh emosi dirinya menghampiri Seroja dan berniat memberikan sebuah tamparan di wajah wanita itu. Tentu saja dengan sigap Seroja menangkis tangan wanita tersebut dan berbalik memelintirnya.
Aluna merintih kesakitan, dengan tegas Seroja memberi peringatan padanya.
" Ternyata kau wanita bermuka dua. Baru saja kemarin kau menawarkan persahabatan diantara kita, tapi sekarang kau sudah mulai berulah. Ingat kata-kataku baik-baik. Akupun tidak akan membiarkan siapapun merebut suamiku dariku. Jika kau masih berani menggodanya, aku pasti tidak akan tinggal diam terhadapmu."
Jiwa bar-barnya kembali muncul saat menghadapi bibit-bibit pelakor, ia menghempaskan tubuh Aluna hingga hampir terjatuh.
Aluna tak menyangka jika istri Arkana sepertinya seorang ahli bela diri. Rasanya ia tak mungkin bisa melawan wanita tersebut seorang diri. Dirinya memilih kabur daripada harus berurusan dengan wanita bar-bar seperti Seroja.
" Awas saja. Aku pasti akan membalas semua penghinaan ini! " ancamnya sebelum pergi.
Seroja mematung, agaknya kisah cintanya bersama Arkana tidak semulus yang ia bayangkan.
" Semoga aku bisa bertahan dengan keadaan ini." dirinya menguatkan.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..