Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
KENAPA ADA PAKAIAN SEPERTI INI DISINI??


__ADS_3

Hari ini kebetulan Alvin libur bekerja, ia mengajak sang istri, putrinya dan keluarga menantunya untuk berjalan-jalan.


Pria itu berniat memberikan sebuah rumah yang layak untuk keluarga Seroja. Tanpa sengaja, kemarin ia mendengar percakapan Pak Anwar dan sang istri yang berniat kembali ke kampung.


Mereka tak enak hati jika terus berada disana, apalagi dengan status putrinya sekarang yang telah menjadi menantu keluarga tersebut. Rasanya tidak pantas jika kedua besan harus tinggal satu atap menurut mereka.


Lalu tercetuslah ide seperti itu oleh Alvin dan Bianca. Keduanya berniat memberi kejutan pada besannya dengan mengajak mereka jalan-jalan, kemudian menyerahkan rumah baru tersebut.


Pak Anwar dan keluarganya sangat terkejut sekaligus terharu dengan apa yang telah dilakukan besannya. Mereka merasa tak sanggup membalas budi baik keluarga itu terhadap keluarganya.


" Eneng, sudahlah jangan menangis lagi. Kau tidak perlu merasa berhutang budi pada kami. Jasa-jasa keluarga kalianpun juga sangat besar terhadap keluargaku. Apalagi sekarang Seroja telah menjadi menantuku, aku sangat bersyukur akan hal itu." Bianca memeluk hangat besannya untuk menenangkan.


" Terima kasih banyak, Nyonya." ucap Eneng tulus.


Merekapun mengajak keluarga Pak Anwar pergi dari sana. Rencananya Pak Anwar sekeluarga akan pindah minggu depan sebab merekapun harus berpamitan terlebih dahulu pada Seroja. Setelah ini, mereka ingin singgah sebentar ke mansion Dion lantaran mereka belum berkunjung kesana semenjak kedatangannya.


...----------------...


Alvin sekeluarga telah tiba di mansion Dion dan Dinda. Keluarga tersebut menyambut hangat kedatangan keluarga Alvin karena mereka telah membuat janji sebelumnya.


Kebetulan Arzel sedang tidak berada dirumah. Dion menceritakan perihal masalahnya menyangkut anak sulungnya itu.


" Huh,, aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Arzel begitu sulit diatur, harusnya sekarang dia sudah bisa mulai memegang perusahaan seperti Arkana." keluh Dion.


Pria itu menceritakan perihal putranya yang enggan berkuliah sehingga Arzel belum bisa lulus tahun ini. Belum lagi perkelahian putranya dengan salah seorang mahasiswa disana hanya karena beda pendapat saja.


" Aku berencana memindahkan Arzel kesini, siapa tahu disini dia bisa lebih baik. Kami masih memilihkan kampus yang sesuai dengannya. " tambah Dinda.


" Kenapa tidak sekalian dikampus Aulia saja? Kampus putriku itu sangat bagus. Siapa tahu putriku bisa membantunya dalam belajar atau paling tidak ada yang mengawasinya dari dekat. Serojapun masih berkuliah disana." saran Bianca pada sahabatnya.


Dinda dan Dion langsung setuju dengan ide yang disampaikan Bianca. Apalagi disana sudah ada Aulia dan Seroja yang sudah ia kenal.


" Kau benar juga, nanti aku akan mendaftarkannya disana. Aku akan meminta Aulia dan Seroja mengawasinya supaya dia tidak berulah lagi. " ungkap Dinda bersemangat.


" Baguslah kalau begitu, nanti aku akan menyampaikannya pada Aulia. Lalu? Apa kalian juga akan ikut pindah kesini? " Bianca berharap keduanya akan kembali menetap ke tanah air.


" Sepertinya untuk sementara waktu kami belum bisa. Tapi, kamipun berencana suatu saat akan kembali kesini. Bagaimanapun, sahabat dan saudara-saudara kami kebanyakan bertempat tinggal disini. Kami tidak mungkin selamanya menetap disana." Dion menjelaskan rencananya ke depan.


Bianca dan Alvin begitu senang mendengarnya, bagaimanapun Dion dan Dinda sudah mereka anggap seperti saudara sendiri.


...----------------...


Beberapa hari setelah menginap dihotel kemarin, Arkana dan Seroja akhirnya pulang kembali ke mansion. Arkana begitu lega, akhirnya untuk malam ini dirinya bisa tidur nyenyak.

__ADS_1


Seluruh tubuhnya terasa nyeri lantaran harus tidur terus-terusan disofa. Yah, ada saja drama Seroja yang membuat pria itu terpaksa harus mengalah padanya.


Keduanya telah tiba dimansion, Arkana memperhatikan sekeliling. Suasana dalam rumah begitu sepi hari ini.


" Bi, kemana Mama, Papa dan lainnya? Kenapa rumah sepi sekali hari ini?" tanyanya pada Bi Yani yang kebetulan tadi membukakan pintu untuknya.


" Tuan dan Nyonya pergi ke mansion Nyonya Dinda sekalian mengajak keluarga Non Seroja jalan-jalan, Tuan Muda. Non Aulia sedang beristirahat di kamarnya." jelas Bi Yani.


Arkana mengangguk tanda mengerti, sedangkan Seroja , gadis tersebut berniat untuk kembali ke kamarnya.


" Aku akan beristirahat dikamarku. Panggil saja aku kalau kau perlu sesuatu." pamitnya pada sang suami.


" Heeumm,, aku juga mau beristirahat dikamarku. Tiga hari aku harus tersiksa dengan tidur di sofa gara-gara kau." sindirnya pada Seroja.


Keduanyapun pergi ke kamar masing-masing. Bi Yani yang kebetulan masih disana merasa aneh,


" Bukankah suami istri itu harusnya tidur satu kamar? Tuan dan Nona aneh sekali, kenapa malah tidurnya sendiri-sendiri? " gumamnya heran.


Arkana segera merebahkan dirinya pada ranjang empuk yang ada di kamarnya. Rasanya begitu nyaman, tak butuh waktu lama baginya untuk tertidur pulas. Dirinya butuh istirahat lantaran besok ia harus mulai bekerja.


Hampir dua jam ia tertidur, pria itupun telah bangun sambil meregangkan otot-ototnya. Ia melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul lima sore. Pria itupun memutuskan untuk mandi dan membersihkan diri.


Setelah menyelesaikan mandinya, ia berniat mencari pakaian di lemari bajunya. Netranya terbelalak saat lemarinya penuh dengan pakaian wanita.


Tok...Tok...Tok...


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Arkana bergegas memakai pakaiannya dan berjalan keluar untuk memastikan siapa yang datang.


Ceklek....


Pria tersebut memasang tampang malas saat melihat siapa yang datang.


" Ada apa? " tanyanya ketus pada Seroja.


Gadis itu memasang wajah datar, iapun rasanya malas menemui pria itu jika bukan karena terpaksa.


Dirinya baru saja selesai mandi. Ketika berniat mengganti pakaiannya, ia begitu terkejut lantaran lemari pakaian itu telah kosong.


Ia mencoba bertanya pada sang ibu yang baru saja datang bersama kedua mertuanya. Ternyata semua pakaiannya telah dipindahkan oleh Bi Sumi ke kamar Arkana.


" Aku mau mengambil baju gantiku. Bolehkah aku masuk? "


Tanpa menjawab pria itu masuk kembali ke dalam kamarnya. Serojapun segera nyelonong masuk menuju lemari pakaian dan memilah baju yang hendak ia pakai.

__ADS_1


Arkana hanya memperhatikan gadis itu sambil duduk ditepi ranjangnya. Ia teringat dengan pakaian dalam yang baru saja dilemparkannya diatas ranjang.


" Apa ini juga milikmu? " godanya pada sang istri. Ia menjinjing benda itu agak tinggi sambil menyeringai seolah mengejek.


Netra Seroja membola seketika saat dirinya melihat salah satu pakaian dalamnya berada ditangan Arkana. Perasaan malu dan kesal meliputi dirinya saat ini.


" Kembalikan itu milikku! " ia langsung mendatangi pria itu dan berusaha meraihnya dari tangan Arkana.


Pria itu tertawa renyah, ia puas bisa menjahili istrinya sebab gadis itu selalu saja mengerjainya kemarin.


" Ambil saja kalau kau bisa. " ejek Arkana seraya meninggikan tangannya agar susah digapai oleh Seroja.


Dengan penuh semangat Seroja berusaha mengambil pakaian dalam itu. Namun saat dirinya melompat tanpa ia sadari dirinya justru mendorong tubuh Arkana hingga keduanyapun terjatuh ke ranjang dan pakaian dalam itu justru terlempar ke lantai.


Kedua netra itu saling berpandangan, jantung Seroja berdegub kencang saat pria itu menatap kedua bola matanya.


" Arkana, Seroja ? Apa yang kalian berdua lakukan? " Bianca begitu terkejut saat tanpa sengaja melawati kamar putranya yang terbuka dan melihat apa yang sedang keduanya lakukan.


Iapun segera masuk berniat menasehati keduanya. Netranya terbelalak saat melihat pakaian dalam teronggok dilantai.


" Astagfirulloh hal adzim,, anak jaman sekarang. " batin Bianca dalam hati.


Arkana dan Seroja gelagapan, mereka segera berdiri dan membenarkan pakaiannya. Serojapun segera memungut pakaian dalamnya. Rasanya ia ingin menenggelamkan wajahnya kedasar bumi saking malunya.


" Lain kali jika kalian ingin melakukan apa-apa tutup pintunya dulu. Untung barusan Mama yang lewat, bagaimana kalau yang lainnya. Mama tahu kalian masih pengantin baru, pasti sekarang kalian sedang semangat- semangatnya. Tapi, perhatikan dulu situasi dan kondisi. " omelnya pada keduanya.


Seroja tercengang mendengar apa yang disampaikan mertuanya. Wanita itu sepertinya salah paham barusan.


" Tapi Nyonya,, kami tidak sedang berbuat apa- apa. Anda salah paham, aku kesini hanya untuk mengambil bajuku." elak Seroja.


Bianca mendengus pasrah, dirinya yakin gadis itu hanya malu untuk mengakuinya saja.


" Baiklah, terserah kalian saja. Mama minta hal seperti ini tidak terulang kembali. Kalian lanjutkan kembali acara kalian. " wanita itu segera beranjak keluar, bagaimanapun ia berharap keduanya segera membuatkan cucu untuknya.


Wanita itu tiba- tiba berbalik kembali saat hampir membuka pintu.


" Oh ya, satu lagi. Seroja, mulai sekarang kau tidur disini karena Arkana telah menjadi suamimu. Mama yang meminta Bi Sumi memasukkan bajumu ke lemari pakaian Arkana." terangnya sambil berlalu dari kamar itu.


Arkana mendengus kesal, lagi- lagi ia harus berbagi dengan wanita itu.


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat bagi author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2