
Flashback On..
" Kurang ajar,, aahchhh!! "
Aluna memporak-porandakan seluruh isi kamarnya. Wanita itu terpancing amarah setelah salah satu rekannya mengirim foto sang kekasih bersama istrinya. Rekannya tersebut tanpa sengaja memperoleh foto itu dari cover sebuah majalah bisnis.
Sang Mama mendengar keributan dari arah kamar putrinya. Wanita itu segera berlari dan memastikan apa yang terjadi.
" Aluna ! Apa kau sudah gila?! Kenapa kau hancurkan isi kamarmu seperti ini! " bentak sang Mama kesal sekaligus khawatir.
" Dia ! Wanita sialan itu telah merebut Arkana dariku. Aku benci wanita itu, aku pasti akan membuat perhitungan dengannya. " Aluna kembali seperti orang kesetanan, ia kini mengobrak-abrik isi ranjangnya.
" Hentikan! Tidak ada gunanya kau bertingkah seperti ini. Bukankah sudah kubilang? Cepat rebut Arkana sebelum ia benar-benar jatuh kepelukan wanita lain. Dia itu emas bagi kita, kau tak boleh menyia-nyiakannya begitu saja. " nasehat sang Mama.
Yah, kehidupan Aluna saat ini sedang diambang kehancuran. Perusahaan sang ayah hampir pailit, sedangkan kariernya saat ini tengah menurun. Terkadang, ia terpaksa menjatuhkan kembali dirinya pada bos-bos kaya untuk memenuhi gaya hidupnya yang tinggi.
Semua tidak seperti beberapa tahun yang lalu saat namanya sedang naik daun dan perusahaan sang ayah berkembang begitu pesat di Amerika. Hidupnya bergelimang harta, ia menghabiskan waktunya hanya untuk bersenang-senang dan menikmati kebebasannya.
Nyatanya tinggal di USA membuat perubahan drastis dalam hidupnya. Gadis polos nan santun itu berubah menjadi sosok wanita sombong dan senang berhura-hura. Ia melupakan sosok pria yang tulus mencintainya dari negeri tempatnya berasal.
Sebelumnya ia belum mengetahui seberapa kaya keluarga Arkana. Mereka waktu itu masih SMP dan saling mencintai hingga SMA. Dirinya tidak begitu peduli dengan harta kekeyaan sang kekasih mengingat usianya yang masih muda dan dirinya masih polos waktu itu.
Semua mulai terungkap sejak sang kekasih yang sering memberikannya hadiah mahal, bahkan Arkana ikut menyokong biaya hidupnya di Amerika padahal waktu itu dirinya masih kuliah. Orang tuanya mulai mencari tahu siapa sebenarnya keluarga Arkana. Mereka ternyata adalah pengusaha kenamaan tanah air yang bisnisnya sudah mengakat hingga ke luar negeri.
Sang Mama memintanya untuk menjalin hubungan serius dengan pemuda itu. Namun, kala itu Aluna masih ingin menikmati kebebasannya. Iapun yakin bahwa Arkana begitu tergila-gila padanya.
Awalnya ia percaya saat Arkana mengatakan bahwa ia tak menyukai gadis itu, mereka hanya terikat kontrak pernikahan sementara. Namun, sebulan terakhir ini pria itu sama sekali tidak pernah menghubunginya dan puncaknya dia justru tampil begitu mesra dengan istrinya.
" Kita akan kembali ke Indonesia, Ma. Aku akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. "
Flashback Off...
Arkana masih mematung saat gadis itu memeluk erat tubuhnya. Rasanya ini semua seolah mimpi baginya. Disaat dirinya ingin memulai kehidupan baru dengan gadis yang kini menjadi istrinya. Sepenggal kenangan masa lalu hadir kembali dalam hidupnya.
" Aku sangat merindukanmu, Sayang. Aku telah kembali untukmu. " ucap gadis itu seraya memeluk dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Arkana.
Tanpa keduanya sadari seorang gadis telah berdiri sambil berlinang airmata. Seroja yang tadinya menunggu di dalam restoran, ia merasa cemas lantaran Arkana tak kunjung kembali.
__ADS_1
Gadis itu berniat menyusul Arkana. Namun, saat tiba di depan pintu restoran, netranya tertuju pada seseorang yang sedang perpelukan mesra tak jauh dari sana.
Deg....
Firasat buruk memenuhi kepala Seroja, sosok pria itu begitu mirip dengan suaminya. Dengan langkah gontai ia mencoba mendekati keduanya.
Jlebbb...
Seketika cairan bening meluncur bebas dari kedua pelupuk matanya. Sakit, benar-benar sakit. Itu yang ia rasakan saat ini, sakit lantaran rasa kecewa yang belum pernah ia rasakan selama ini. Sakit ketika melihat orang yang ia cintai berada dalam pelukan wanita lain.
Dirinya sungguh tak sanggup menghadapi semua ini, gadis itu ingin segera angkat kaki dari tempat itu. Namun, tanpa sadar dirinya justru menabrak tempat sampah yang berada tak jauh darinya.
Bunyi tempat sampah yang terguling membuat Arkana tersadar dari lamunannya. Dirinya terkejut saat mengetahui Seroja juga berada disana.
" Seroja, tunggu!! " teriak Arkana berusaha mengejarnya.
Aluna tak tinggal diam, ia menahan pria itu agar tak pergi darinya.
" Arkana, tunggu!! Kau tidak boleh pergi. Aku butuh penjelasan darimu. Aku masih sangat rindu padamu. " ia tak melepaskan pria itu dari pelukannya.
Dengan terpaksa Arkana mendorong gadis itu agar menjauh darinya.
Aluna begitu geram kali ini, pria itu sepertinya sudah tak mengindahkannya lagi.
" Aku tidak akan tinggal diam! "
...----------------...
Seroja terus berlari membawa hatinya yang terluka. Sesekali ia mengusap air mata yang tengah membasahi kedua pipinya.
" Seroja tunggu! Aku akan menjelaskan semuanya. "
Teriakan Arkana justru semakin membuat gadis itu semakin berlari jauh meninggalkan dirinya. Pria itupun semakin mempercepat langkahnya untuk bisa menyusul wanita yang dicintainya itu.
Seroja sudah mulai kewalahan, rasanua ia tak sanggup untuk berlari lebih jauh lagi. Untung saat ini posisinya berada di pinggir jalan, ia segera menyetop bus kota dan naik kedalamnya.
Arkana terkejut melihat gadis itu telah masuk kedalam bus. Rasa panik dan gelisah memenuhi pikirannya saat ini. Ingin menyusul tapi rasanya tak mungkin lantaran jaraknya dengan bus yang cukup jauh.
Untung saja nasib baik masih berpihak padanya, bus dengan jurusan yang sama tiba tak berselang lama dari bus pertama.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, iapun segera menaiki bus tersebut dan berdiri didepan sambil mengamati pergerakan bus pertama. Dirinya berharap bisa menyusul Seroja yang saat ini tengah terluka karenanya.
" Pak,, tolong susul bus itu. Istriku berada disana, aku akan membayar berapapun asal anda bisa menyusulnya untukku. " ucapnya setengah memaksa.
" Maaf Tuan, disini banyak penumpang lain yang juga punya kepentingan seperti anda. Mohon pengertiannya. " tolak supir tersebut halus.
Arkana mencoba mengerti meskipun dirinya tidak bisa tenang saat ini. Ia memperhatikan satu persatu penumpang yang turun dari bus pertama, barangkali istrinya ikut turun bersama mereka.
...----------------...
Airmata Seroja seolah sumber mata air yang tak berhenti mengalir. Hatinya bagai tersayat sembilu meratapi nasibnya. Padahal ia berharap hari ini merupakan hari bahagia untuknya, tapi justru dirinya harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan.
" Nona, maaf. Dimana anda akan turun? Seluruh penghuni bus sudah turun semua." tanya asisten sopir yang khawatir melihat gadis itu terus menangis.
Seroja memperhatikan sisi jalan, ternyata sore ini hujan cukup lebat. Dirinya hampir tak menyadari akan hal itu.
" Disana, Pak. " ia menunjuk sebuah taman kecil yang ada disisi jalan.
Wanita itu turun dan berlari disalah satu bangku taman. Langit sore ini seolah ikut merasakan kesedihannya. Gadis itu menumpahkan airmata bersama derasnya air hujan.
Arkana sedikit berputus asa lantaran bus yang ia naiki tertinggal satu lampu merah dengan bus yang dinaiki Seroja. Ia memperhatikan barang kali bus tersebut masih bisa dijangkau sejauh mata memandang.
Untung saja kendaraan cukup padat sore ini. Terlihat bus itu berhenti dilampu merah yang sama dengan bus yang ia naiki meskipun terhalang oleh kendaraan yang berjejer cukup panjang. Pemuda itu segera turun dan mengejar bus yang dinaiki Seroja.
Guyuran air hujan seolah tak menyurutkan semangatnya untuk mengejar bus itu.
Dirinya tersenyum lega saat hampir menjangkau bus tersebut. Namun, rasa kecewa kembali menghampirinya saat ia tak melihat Seroja berada disana.
" Pak, apa anda tadi melihat seorang gadis muda cantik dengan penampilan tomboy? " tanyanya pada sang sopir kala melihat bus itu telah kosong.
Sopir itu mencoba mengingat ingat kembali.
" Apa Nona itu yang tadi menangis terus-terusan disini? Dia tadi terlihat begitu sedih. Ia meminta untuk diturunkan di taman yang baru saja terlewat. " jawab sopir tersebut.
Seketika Arkana langsung turun dan mencari keberadaan taman tersebut. Ia kembali berlari ditengah guyuran hujan.
" *Se*moga aku masih bisa bertemu dengannya disana. " hatinya gelisah dan tak tenang saat ini.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...