Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
PENYESALAN PAK ANWAR


__ADS_3

Arkana mengantarkan Seroja dan Pak Anwar ke rumah beliau setelah memeriksakan kondisinya di rumah sakit terdekat. Kondisinya masih lemah, tapi Pak Anwar enggan bila harus menginap dirumah sakit. Dengan terpaksa, Seroja meminta kepada Dokter agar ayahnya bisa rawat jalan dirumah saja.


Mobil berhenti tepat di depan rumah kecil Pak Anwar. Arkana dan Seroja memapah pria itu masuk kedalam rumah. Pak Anwar meminta mereka untuk membawanya duduk di kursi tamu saja. Ia ingin berbincang lebih jauh dengan keduanya.


Arkana memperhatikan sekeliling, rasanya ia cukup jijik dan miris melihat isi didalam rumah itu yang terlihat tak terawat dengan botol-botol minuman keras yang berserakan dimana-mana. Namun, kali ini Arkana berusaha menutupi hal tersebut dari si empunya rumah.


" Maaf rumah Bapak sangat kotor dan berantakan. Bapak memang jorok dan senang bermabuk-mabukan. Apalagi semenjak istri dan anak Bapak pergi dari rumah. " Pak Anwar sadar diri.


Seroja merasa bersalah pada sang ayah, tapi jika tidak demikian, dirinya dulupun pasti telah dinikahkan dengan bandot tua tersebut.


" Maafkan Seroja, Pak. " sesal gadis itu.


Pak Anwar tersenyum tipis sambil memegang pundak putri sulungnya.


" Ini semua bukan salahmu, Nak. Salah Bapak karena menjadikanmu alat pelunas hutang. Bapak memang orang tua yang tidak bertanggung jawab pada keluarga. " pria itu mengusap air mata yang menunjukkan penyesalan terdalamnya.


" Waktu itu Bapak menemukan dompet ibumu yang terjatuh. Tak kusangka disana terdapat ATM yang berasal dari keluarga Pramudya. Bapak senang sekali karena bisa memakai uang itu untuk mabuk dan berjudi. Tapi beberapa lama setelahnya, Bapak merasa ada sesuatu yang kurang dalam hidupku. Hingga beberapa bulan yang lalu, Tuan Alvin mulai membuatku sadar bahwa aku sungguh bodoh selama ini karena telah menyia-nyiakan anak dan istriku. Bapak minta maaf, Nak. Pasti hidup kalian begitu menderita karena ulah Bapak selama ini."


Pria itu memeluk putrinya, netranya kini telah basah oleh airmata. Andai waktu bisa diulang, ia ingin sekali bisa memperbaiki diri. Namun, mau bagaimana lagi? Nasi telah menjadi bubur, penyesalan selalu datang terlambat.


Begitupun hati Seroja, sakit memang membayangkan apa yang telah terjadi bertahun-tahun yang lalu. Sejak kecil dirinya seolah kehilangan sosok seorang ayah.


Pria itu terlalu sering diluar, mabuk dan berjudi sudah jadi makanan sehari-harinya. Namun, dirinya selalu diajarkan untuk bisa bersikap mandiri oleh sang ibu. Wanita itu berharap agar dirinya kelak tidak bergantung pada orang lain seperti ibunya yang masih bergantung pada apa yang telah diberikan oleh keluarga Pramudya.


Mau bagaimana lagi? Sang ayah tidak pernah bekerja, ia justru selalu meminta uang pada istrinya untuk hal-hal yang merugikan. Ibunyapun masih harus bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia berharap sebagian uang yang diberikan oleh keluarga Pramudya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin agar bisa menjadi orang yang berhasil.


Namun nyatanya sang ayah semakin menjadi-jadi, ia bahkan berani berhutang ke rentenir hanya untuk menuruti hobinya. Puncaknya, ia sampai menjual rumah dan yang terakhir ia hampir menjual putrinya pada bandot tua itu.


Untung saja Seroja berhasil kabur bersama ibunya waktu itu. Meskipun berat hidup dikota, tapi itu lebih baik baginya dari pada melihat putrinya yang baru berusia 18 tahun dinikahi oleh seseorang yang usianya sama dengan bapaknya sendiri.

__ADS_1


Kini rasa sakit dihatinya seolah lenyap sejak pertemuannya kembali dengan sang ayah. Pria itu telah berubah, pandangannya pun begitu tulus menggambarkan kasih sayang seorang ayah pada anaknya. Ia sungguh menyesali perbuatannya dimasa lalu.


Gadis itupun membalas pelukan sang ayah, dirinya ikut menitikkan air mata. Namun, kali ini airmata kebahagiaanlah yang ia rasakan. Bahagia lantaran menemukan sosok ayah yang selama ini ia rindukan.


Arkana ikut terharu melihat pemandangan di hadapannya. Dirinya kini baru menyadari betapa beruntung nasibnya memiliki orang tua yang begitu sayang dan perhatian kepadanya.


Keduanya melepaskan pelukan, kini Pak Anwar berganti menatap Arkana.


" Maaf, Nak. Kini kau jadi tahu masalah keluarga kami. Oh ya, sebelumnya Bapak berterima kasih atas bantuanmu. Kau benar-benar berjasa besar dalam hidup kami. Kalau boleh tahu, dari mana asalmu sebenarnya?" Pak Anwar mulai mencari tahu tentang pemuda tersebut.


Arkana tersenyum ramah,


" Aku Arkana, aku adalah putra sulung dari keluarga Pramudya. Bapak tidak perlu berterima kasih, kamipun punya hutang besar pada Seroja. Dia telah banyak membantuku dan telah menyelamatkan nyawa Papa juga beberapa bulan yang lalu. " jelas Arkana sopan.


Seroja cukup terkejut, bisa juga lelaki itu memujinya di depan orang lain. Padahal biasanya pria itu selalu saja mengolok-oloknya.


Pak Anwar kaget, ia tak menyangka pemuda itu adalah putra dari keluarga yang telah menyokongnya selama ini.


" Tapi,, apa benar kalau putriku ini adalah calon istrimu? " pertanyaan ini adalah inti dari semua pertanyaan yang ingin dia ketahui. Sebab pemuda itu mengaku bahwa dirinya adalah calon suami Seroja saat di tempat Juragan Jarot tadi pagi.


" Tidak. " " Iya. "


Dua orang tersebut mengeluarkan jawaban yang berbeda. Pak Anwar jadi bingung karenanya. Arkana menginjak kaki gadis tersebut agar mengikuti apa yang dikatakan Arkana.


" Iya, Pak. Kami berencana akan menikah. Seroja hanya malu saja untuk mengakuinya. Iya kan, sayang? " Arkana kembali menginjak kakinya. Ia memelototi gadis itu karena tidak mengerti juga apa maksudnya.


Pak Anwarpun masih menunggu jawaban dari anak gadisnya. Ia ingin mendengar secara langsung dari mulut putrinya tersebut.


" Seroja? Apa benar yang disampaikan, Tuan Muda? "

__ADS_1


Kali ini Serojapun kebingungan, ia tak mengerti kebohongan apalagi yang sedang direncanakan pria itu. Arkana menginjak kakinya kembali saat gadis itu tidak merespon.


" I,, iya Bapak. Kami berencana akan menikah. " jawabnya ragu. Ia membuang nafas kasar lantaran kesal dirinya jadi ikut membohongi sang ayah.


Saat Pak Anwar ingin bertanya lebih lanjut, Arkana segera menyelanya.


" Bapak kemungkinan besok pagi kami harus ke kota. Bu Eneng selalu saja menanyakan putrinya, Seroja kabur dari mansion kemarin. Mama mengkhawatirkan kondisi kesehatannya yang menurun sebab ia sangat mencemaskan keadaan Seroja. " Arkana menyampaikan apa yang memang Mamanya sampaikan lewat pesan pribadi padanya.


Pak Anwar kembali terkejut karenanya,


" Memangnya ibumu sakit apa Seroja? " tanyanya cemas.


Serojapun menceritakan tentang penyakit lambung dan paru-paru yang diidap oleh ibunya. Ia menceritakan betapa sulitnya hidup dikota waktu itu sebab dirinya tidak memiliki cukup uang untuk berobat sang ibu. Sampai-sampai dirinyapun memutuskan berhenti kuliah karena harus mencari uang untuk biaya hidup sehari-hari, biaya berobat sang ibu juga biaya sekolah adiknya, Intan.


Pak Anwar semakin menyesali perbuatannya, ia baru sadar betapa menderita anak dan istrinya karena ulah beliau.


Seroja menggenggam tangan ayahnya,


" Bapak, maukah Bapak ikut kami ke kota? Kita bisa tinggal bersama-sama sementara di rumah Tuan Alvin." mohonnya pada sang ayah.


Pak Anwar menundukkan kepala lantaran malu akan perbuatannya selama ini.


" Tidak, Nak. Kau pergilah terlebih dahulu supaya ibumu tidak semakin mencemaskanmu." tolak Pak Anwar.


" Tapi? Kondisi Bapak sekarang sedang tidak sehat? " Serojapun mencemaskan sang ayah.


" Kau tidak perlu khawatir, Bapak bisa menjaga diri. Bapak ingin merenungi kesalahan-kesalahan Bapak di masa lalu dan mencoba menata hidup kembali. Setelah Bapak siap, Bapak pasti akan menemui kalian. " terang Pak Anwar, iapun takut sang istri tidak mau memaafkan kesalahannya selama ini.


Seroja mencoba merayu kembali, tapi keputusan Pak Anwar sudah bulat. Dirinya belum bisa ikut mereka ke kota. Dengan terpaksa gadis itu harus meninggalkan Bapaknya esok pagi.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya untuk karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..


__ADS_2