Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENIKMATI CANDU ASMARA


__ADS_3

Arkana dan Seroja kini telah kembali pulang ke mansion. Binar-binar kebahagiaan kini muncul di wajah keduanya. Akhirnya kini mereka telah akur kembali.


Keduanya turun dari mobil bersama-sama, lalu berjalan hendak masuk ke dalam mansion. Arkana teringat telah meninggalkan sesuatu di dalam mobilnya.


" Tunggu sebentar. Ada sesuatu yang tertinggal dimobil. Kau masuklah terlebih dulu, nanti aku menyusul."


Pria itu kembali ke mobilnya dan mengambil sekantung tas berisi pakaian wanita dan highheels yang sengaja ia beli untuk Seroja.


" Kali ini dia akan mendapatkan tugas yang berat." seringai muncul di salah satu sudut bibirnya.


Seroja naik ke atas dan melemparkan tubuhnya ke atas ranjang, tubuhnya berguling-guling sambil guling yang ada disana. Hatinya kini sedang berbunga-bunga mengingat kejadian yang ia alami bersama Arkana tadi.


Ceklek...


Bunyi pintu yang terbuka membuat gadis itu segera bangun dan berpura-pura duduk ditepi ranjangnya. Dirinya melirik Arkana yang baru saja masuk dan mengunci pintunya kembali.


" Apa yang kau bawa itu?" tanyanya penasaran melihat sebuah kantong tas yang ada di tangan pria tersebut.


Arkana menghampiri Seroja dan ikut duduk di tepi ranjangnya.


" Lihat saja. Nanti kau akan tahu sendiri apa isinya." pria itu berniat membuat Seroja makin penasaran.


Seroja tersenyum dan bersemangat unyuk membuka tas itu. Siapa tahu isinya makanan atau cemilan untuknya. Dirinya terkejut saat mengetahui isinya adalah sebuah gaun dan sepesang highheels dengan hak sepuluh centi.


" Ini punya siapa? " ada sedikit gurat kekecewaan, dirinya khawatir Arkana kembali memberikan hadiah untuk wanita lain.


" Itu untukmu, besok lusa kau harus memakainya. Bukankah kemarin sudaah ku katakan, Papa akan mengadakan konferensi pers untuk peresmian pengangkatanku. Dan kau? Kau harus mendampingiku nanti dengan memakai gaun itu." tegas Arkana.


Kedua bola mata Seroja membulat sempurna tatkala mendengar apa yang baru saja suaminya katakan.


" Kau jangan bercanda. Kau kan tahu aku tidak bisa memakai highheels. Seharusnya kau menyiapkan sepatu flat saja untukku.Tidak, tidak aku tidak bisa. " tolaknya seketika.


" Kau tidak boleh menolak. Aku memberimu waktu selama dua malam untuk belajar memakai sepatu itu. Kaupun harus mulai membiasakan diri menjadi wanita seutuhnya. Ingat, kau adalah menantu keluarga Pramudya. Lihatlah Aulia, meskipun ia berpenampilan biasa tapi dirinya bisa menempatkan diri disaat yang tepat." tegasnya kembali.


Seroja mengerucutkan bibirnya, ia pesimis bisa melakukannya dengan waktu yang begitu singkat.


" Waktunya terlalu singkat, kapan aku ada waktu untuk belajar memakainya, sedangkan pagi hingga sore aku harus berkuliah. " ucapnya berputus asa.


" Sekarang. Kau bisa belajar dari sekarang." paksa Arkana.


Seroja menatap pria itu seolah tidak ada ampun baginya. Arkana bersendakap seraya memberi kode pada gadis itu untuk memakai highheels tersebut.


Dengan terpaksa, ragu-ragu Seroja memakai sepatu tersebut di kedua kakinya. Arkana puas ternyata highheels pilihannya pas dan cocok dikaki Seroja.


Pria itu berdiri dan mendekati Seroja yang masih terduduk di ranjang.

__ADS_1


" Ayo berdirilah. Aku akan membantumu berjalan." Arkana mentatih gadis itu seah mengajari bayi yang sedang belajar berjalan.


Seroja merasakan kenyaman saat pria itu menangkapnya ketika hendak tergelincir.


" Aku tidak bisa." ucapnya memelas dalam dekapan pria itu.


Arkana hanya tersenyum, " semangat."


Pemuda itu menyemangati Seroja agar tidak mudah menyerah.


Gadis itu kembali berdiri tegak dan mulai menjaga keseimbangan tubuhnya.


Sedikit demi sedikit dirinya mampu menjaga keseimbangannya. Arkana mulai menjaga jarak agar gadis itu bisa berjalan sendiri sambil mengawasinya saat hendak terjatuh.


" Ayo,, sedikit lagi kau pasti bisa. Ternyata, kau cukup pintar dalam belajar. " puji pria itu untuk menyemangatinya.


Wajah Seroja merona saat mendengar kata-kata manis dari mulut Arkana. Iapun semakin bersemangat untuk bisa menguasai sepatu hak tinggi itu.


Gadis itu semakin lancar, beberapa kali dirinya bolak balik dengan tetap menjaga keseimbangannya.


" Sekarang aku mau berjalan disini. Kau duduklah saja di sofa sambil mengamatiku berjalan." pintanya pada Arkana.


Pria itu sedikit ragu, " Apa kau yakin? "


" Heeumm,, aku yakin." jawabnya penuh semangat.


" Kau bisa berjalan dari sini ke sana." perintah Arkana.


Seroja berdiri dan mulai berjalan perlahan, setapak dua tapak ia berhasil melangkah dengan sempurna. Gadis itu begitu senang setelah dirinya berhasil dalam beberapa balikan. Arkanapun puas, ia rasa latihan hari ini cukup.


" Aku rasa latihan hari ini cukup. Duduk dan beristirahatlah disini. Kau pasti lelah. Aku memberimu nilai 90 untuk latihan hari ini. " ujarnya seolah menjadi guru yang memberikan penilaian pada muridnya.


Seroja bertepuk tangan lantaran senang, ia lupa jika dirinya sedang memakai highheels kali ini. Dirinya malah berlari saat menghampiri pria tersebut.


Arkana terbelalak seketika, dalam beberapa langkah saja gadis itu mulai sempoyongan. Ia berusaha menjaga keseimbagan, tapi kali ini tidak berhasil. Tapi untung saja dirinya tidak terjatuh kelantai, posisinya yang telah dekat dengan sofa justru kini membuat dirinya jatuh diatas tubuh Arkana.


Gleekk...


Tubuh Arkana menegang seketika saat tubuh Seroja tepat menimpa tubuhnya tanpa ada jarak sedikitpun. Gadis itu mengangkat wajahnya yang menelungkup di dekat tengkuk leher Arkana.


Kedua netra mereka bertemu, entah mengapa posisi seperti itu begitu nyaman untuk keduanya. Fokus Arkana kembali tertuju pada bibir merah muda yang kini berjarak hanya setengah inci darinya. Sudah berapa kali ia mencoba menahan hal itu, namun kali ini hasratnya begitu sulit dikendalikan.


Cup....


Akhirnya apa yang ia tahan-tahan kini membucah sudah, dirinya memberanikan diri untuk menempelkan bibirnya di atas dibibir Seroja.

__ADS_1


Gadis itu tertegun, harusnya ia menolak ciuman tersebut. Namun, entah mengapa api gairah di dadanya seolah mendorongnya untuk membukakan jalan pada pria tersebut.


Semua mengalir begitu saja, keduanya saling mengecap, melu**t dan saling bertukar saliva. Merasakan nikmatnya sentuhan bibir yang terasa begitu manis untuk keduanya.


Hasrat Arkana semakin membucah, setelah puas bermain cukup lama dengan bibir itu, kali ini leher jenjang Seroja yang menjadi sasaran empuknya. Ia memperdalam ciuman bibirnya lalu memindahkan bibir itu menuju leher Seroja. Hisapan demi hisapan ia berikan. meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. Ia sungguh sangat menikmatinya.


Serojapun terhanyut dalam permainan pria tersebut, ia sangat menikmati sentuhan yang Arkana berikan padanya. Namun, tiba-tiba dirinya tersadar bahwa apa yang ia lakukan tidak benar kali ini, memberi lampu hijau pada lelaki yang belum jelas mencintainya.


Gadis itu segera mendorong Arkana lataran malu, ia menundukkan wajah sambil melepasakan highheels yang ada di kakinya.


" Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa. Lebih baik aku belajar bersama Aulia. " ucapnya tanpa mengangkat wajahnya. Gadis itupun segera berlari meninggalkan kamarnya.


" Hei,, tunggu! " belum sempat ia melanjutkan ucapannya tapi gadis itu keburu pergi.


Seroja berlari dengan perasaan tak karuan. Ia memegangi dadanya yang berdetak kencang saat tiba didepan pntu kamar Aulia. Sebuah senyum terukir di bibirnya, ia memegangi perlahan bibir yang baru saja merasakan nikmatnya candu asmara.


Kesadarannya kembali pulih,


" Tidak,, tidak boleh. Aku harus bisa menahan diri. " tekadnya kembali.


Iapun mengetuk pintu kamar Aulia, tak berselang lama gadis itupun muncul dari balik pintu.


" Kau? " Aulia terperanjat melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


" Aku ingin kau mengajariku memakai highheels ini." jawab Seroja seketika.


" Cepat masuk." Aulia menarik Seroja masuk ke dalam dan mengajaknya duduk di sofa.


Tiba-tiba gadis itu tersenyum seorang diri membuat Seroja heran dibuatnya.


" Kau kenapa?"


" Setelah kalian bertengkar tadi, ternyata kau telah membuat kakakku mengganas rupanya." jawabnya sambil cekikikan.


Seroja semakin tak mengerti apa maksud Aulia barusan,


" Apa maksudmu, aku tidak mengerti." ungkapnya penasaran.


" Lihatlah sendiri dikaca. " jawab Aulia singkat.


Seroja segera berjalan mendekati kaca. Netranya kembali membulat sempurna tatkala menyadari bibirnya yang memerah serta beberapa bekas kecupan dilehernya.


" Pria itu??? Ah tidak !! " ia menutup mulutnya seolah tak percaya dengan apa yang baru saja Arkana lakukan padanya.


Bersambung,,,

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya.Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat Arkana dan Seroja. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗


__ADS_2