
*Warning area 21+
Karena Arkana dan Seroja masih kangen-kangenan jadi mereka sama-sama melepas rindu dulu ya. Harap yang belum cukup umur di skip saja.
Happy reading*....
Arkana berjalan lebih dekat ke arah Andara, ia memperhatikan seluit wanita yang kini hanya mengenakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya dan handuk kecil yang membungkus rambutnya.
Tetesan air dari rambut basah ikut membasahi lehernya yang jenjang. Menimbulkan hasrat tersendiri dalam diri Arkana. Aroma shampo dan bau khas sabun mandi kesukaan sang istri sama persis dengan tubuh yang terpajang dihadapannya saat ini.
Andara masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan memunggungi lelaki itu. Pria itu semakin mendekat, netranya tertuju pada tahi lalat yang ada dipunggung wanita tersebut. Jelas sudah, itu memang benar istrinya. Timbul niatnya untuk menggoda sang istri saat ini.
" Berhenti atau aku akan memberi pelajaran padamu! " hardik Seroja saat mendengar langkah pria itu semakin dekat ke arahnya.
Arkana mencoba menahan tawa melihat tingkah istrinya saat ini. Wanita itu bersikeras tidak mau mengakui siapa dirinya yang sebenarnya. Ia sama sekali tidak peduli dengan ancaman Andara. Dirinya justru berdiri dihadapannya sekarang sambil bersendakap.
Seroja membuka jemari yang menutupi matanya sedikit lalu menutupnya kembali.
" Apa telingamu tuli? Jangan salahkan aku kalau kau tidak bisa berjalan setelah pulang dari sini. Aku sangat pandai beladiri, A,, ku bisa saja melumpuhkanmu hanya dengan beberapa jurus dariku. Jadi lebih baik sekarang kau pergi sebelum menyesal! " ancamnya gugup.
Arkana bukannya menjauh, namun justru semakin maju ke arahnya. Wanita itu mundur perlahan lantaran rasa cemas jika sang suami menerkamnya secara tiba-tiba.
" Apa kau akan melawanku dengan kondisimu seperti ini, heum? Ayolah sayang, sejak pertama bertemu denganmu aku sudah mulai suka kepadamu. Kaupun wanita lajang meskipun kini sedang hamil anak orang. Bukankah lebih baik kau berada disisiku, aku akan membiayai kebutuhanmu dan anak dalam kandunganmu." godanya pada Andara.
Seroja mengeratkan rahangnya lantaran kesal, jadi suaminya sudah lupa padanya dan ingin merayu wanita lain.
" Dasar buaya darat ! Bukankah kau bilang sangat mencintai istrimu? Bagaimana bisa semudah itu kau bilang suka padaku! " ungkapnya kesal.
Arkana semakin berusaha menahan tawa yang hampir membucah. Kini istrinya cemburu dengan dirinya sendiri yang tengah menyamar.
" Istriku tidak ada, aku tidak tahu dirinya masih hidup atau tidak. Yang jelas aku pria normal yang butuh pelampiasan dan pelepasan. Dan kini, aku memintamu untuk jadi simpananku. Kau boleh tinggal disini semaumu dan sesukamu. Aku akan membiayai seluruh kebutuhan hidupmu. " godanya semakin menjadi-jadi.
Seroja begitu kecewa mendengar ucapan Arkana barusan. Ternyata sekali buaya tetaplah buaya. Sikap pria itu kembali seperti semula padahal baru beberapa bulan ia meninggalkannya.
" Dasar brengsek,, awas kau! " ia berniat menendang Arkana, namun dengan sigap pria itu menghindar darinya.
Lantaran gerakannya yang cukup kuat, handuk yang menutupi tubuhnya hampir saja terjatuh jika tidak terhalang dua bukit kembar miliknya dan iapun lebih sibuk menutup wajah dengan kedua tangannya. Seroja terhenyak saat merasakan dua bukit miliknya kini terbuka setengahnya. Ia segera membalikkan badan, berusaha membenarkan handuknya terlebih dahulu.
__ADS_1
Arkana tersenyum penuh kemenangan, ia segera mendekatkan diri dan memeluk istrinya dari belakang.
" Biarkan saja. Aku suka dirimu seperti ini. Kenapa kau harus menyamar dan menghindar dariku? Apa kau tidak sadar, aku sungguh tersiksa karenamu. " ungkap pria itu dengan suara berat. Ia mencium tengkuk leher dan sebagian tubuh polos istrinya.
Seroja tertegun, dirinya tak menyangka sang suami telah mengetahui penyamarannya. Ia segera berbalik dan menatap dalam-dalam lelaki tersebut.
" Ba,, Bagaimana kau bisa tahu jika itu adalah aku? " tanyanya gugup.
Arkana menatap istrinya dalam-dalam,
" Itu tidaklah penting sekarang. Yang terpenting saat ini aku sangat senang karena istri dan anakku baik-baik saja. Kaupun masih berhutang penjelasan padaku. "
Tangannya menyusup dan bermain-main dicelah kedua bukit milik istrinya seraya berusaha melepas handuk yang menjadi penghalang bagi keduanya. Namun, seketika Seroja menahan gerakannya.
" Kau mau apa?"
Seroja berpura-pura tidak mengerti. Dirinya sungguh malu jika sang suami melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benang sekalipun. Apalagi pria tersebut belum menanggalkan pakaiannya sama sekali.
" Menagih hak-hakku yang tertunda selama ini."
Hup...
Handuk yang semula ia tahan, kini justru melorot dengan sendirinya. Arkana melepas tautannya sesaat sambil menatap ke bawah. Benar-benar mulus tanpa ada halangan sedikitpun.
Wajah Seroja langsung memerah seperti tomat matang. Bagaimana tidak untuk sepersekian detik pria itu sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari sana. Ia segera menutup bagian sensitifnya sebisanya.
" Jangan menatap seperti itu. A,, aku benar-benar malu." ucapnya semakin gugup.
Arkana menyeringai, bukannya menurut pria itu justru semakin menjadi-jadi. Diikatnya kedua tangan sang istri ke belakang punggung dengan salah satu tangannya, bagaimanapun ia lebih kuat dari istrinya.
Seroja menelan ludahnya kasar, belum disentuhpun tubuhnya sudah meremang dengan posisi saat ini, apalagi setelahnya.
Pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga sang istri. Sambil terus mencium, ia membisikkan sesuatu disana.
" Salahmu sendiri membohongiku, sekarang kau terima akibatnya. " seringainya seraya menatap jejaknya semalam. Mungkin kali ini dirinya harus mengukir kembali tanda cinta dibagian tubuh istrinya yang lain.
Ia kembali menyambar bibir itu untuk mengalihkan perhatian Seroja. Tangannya asyik bermain di puncak bukit istrinya, tak puas sampai disitu, ia mulai bergerak nakal sambil mengelus lembut dan perlahan bagian yang berada dibawahnya.
__ADS_1
Engngg...Aahhhh...
Wanita itu tak mampu menahan gelenyar aneh yang diciptakan suaminya. ******* dan erangan kecil mulai keluar dari bibir mungilnya.
" Sayang,, jangan. Aku tidak tahan. Engng..."
Ungkapnya mengerang saat merasakan sensasi geli tak karuan kembali. Tubuhnya seolah melayang entah kemana saat merasakan sesuatu telah keluar dari dalam dirinya.
" Kau basah." ucap Arkana penuh kemenangan lalu mencumbu bibir istrinya kembali. Tiba-tiba Seroja menggigit bibir bawahnya,
" Awwww..." rintihnya kesakitan akibat gigitan sang istri.
Wanita itu berusaha menahan hasratnya,
" Jangan bermain lagi atau aku akan berbuat lebih dari itu!"
Arkana menaikkan sebelah alisnya,
" Kau mengancamku?" seringainya senang. Dirinya semakin tertantang karenanya.
" Eeengggg ..Ahhhh.."
Seroja kembali mengerang hebat, suaminya justru semakin mempercepat gerakan tangannya dibawah sana.
" Kumohon, ayo lakukan. Aku tidak tahan. " ungkapnya memelas, dirinya telah berkabut gairah.
Sang suami kini benar-benar menang telak,
" Nah,, begitu lebih baik. " ia segera membopong tubuh sang istri ala bridalstyle dan meletakkannya diatas ranjang. Wanita itu masih melayang akibat sensasi yang diberikan oleh sang suami.
Dengan segera pria itu melucuti pakaiannya, miliknyapun sudah menegang menahan hasrat sedari tadi. Keduanya memperoleh puncak kenikmatan bersama-sama.
Rasa lega menyeruak diantara keduanya, Arkana memeluk erat tubuh istrinya sambil menatap wanita itu dalam-dalam.
" Terimakasih. Aku sangat mencintaimu. "
" Aku lebih mencintaimu. " jawab sang istri tulus. Keduanya saling berciuman dan melakukan adegan panasnya kembali. Mereka benar-benar merindukan satu sama lain.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...