Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
BERITA KEMATIAN SEROJA..


__ADS_3

Alvin dan Bianca telah mencari keberadaan Seroja di apartemennya, namun hasilnya nihil. Akhirnya mereka mengerahkan seluruh bodyguard untuk melakukan pencarian terhadap menantunya.


" Pa, Bagaimana ini? Aku takut terjadi sesuatu dengan Seroja. Apa yang akan kita katakan juga pada Arkana seandainya istrinya belum ditemukan? " Bianca masih saja menangis lantaran cemas dan rasa bersalahnya.


Alvin memeluk sang istri, tidak dapat dipungkiri hatinyapun begitu gelisah saat ini. Dan dengan lelaki yang difoto tersebut, dirinyapun penasaran siapa dia sebenarnya dan mengapa dia begitu ingin merusak ketentraman keluarganya?


" Kau tenangkan dirimu terlebih dahulu. Setelah ini kita akan ke kantor polisi untuk membuat laporan pencarian orang hilang. Kita berdo'a saja semoga Seroja lekas ditemukan sebelum Arkana kembali." ucapnya menenangkan sang istri.


...----------------...


" Bersulang untuk keberhasilan kita. Cheers! " Glenn dan Aluna kini telah merayakan keberhasilan mereka dalam menghabisi Seroja.


" Ternyata aku tidak salah memilihmu sebagai patner. Kau benar-benar bisa diandalkan. " ungkap Aluna sambil mengalungkan kedua tangannya di tengkuk leher Glenn sambil memberikan sebuah sesapan hingga membentuk sebuah kissmark disana.


" Kau harus membayar mahal hasil kerjaku kali ini. Mari kita habiskan malam ini sepuasnya." Bisik pria itu ditelinga Aluna sambil menciumi sebagian dadanya yang terbuka.


Keduanya segera beranjak dari club tersebut. Seperti biasa Aluna melemparkan tubuhnya pada singa yang sedang kelaparan. Pria itu sangat menyukai gaya Aluna yang liar, wanita itu mampu membuatnya melayang bersama fantasinya.


" Setelah ini, kau sudah tidak berguna lagi untukku. Karena aku akan menjadi Nyonya Arkana Nuraz Aryasatya Pramudya."


Seringai licik tersimpul di wajah Aluna setelah membuat Glenn tepar karenanya. Iapun segera meninggalkan pria itu dan berharap tidak akan pernah kembali lagi kepadanya.


Tok...Tok...Tok...


Sebuah ketukan pintu menyadarkan Glenn dari tidurnya. Ia mencari-cari keberadaan Aluna yang sudah tidak ada disisinya. Sebuah seringai tersungging ke salah satu sudut bibirnya.


" Kau pikir kau bisa bebas begitu saja dariku? Kau hanya akan menjadi boneka yang kumanfaatkan untuk menjalankan misiku."


Pria itu segera memakai pakaiannya dan membukakan pintu untuk anak buahnya.


" Ada apa? "


Tanyanya dengan sorot mata tajam melihat gelagat anak buahnya yang sepertinya membawa berita kurang bagus.


" Dalam mobil itu hanya ada satu mayat yang terbakar, Tuan. Kami belum bisa memastikan siapa yang ada disana. Namun, kami telah mengerahkan seluruh anak buah untuk memastikan siapa yang masih hidup diantara mereka. Sebab wanita pembunuh bayaran itupun tidak ada jejak sama sekali." jelas salah satu anak buahnya.

__ADS_1


" Tetap selidiki hal ini, jangan biarkan wanita itu sampai lolos kembali. Aku harap dialah yang mati dalam mobil itu." tekannya pada sang anak buah.


" Baik, Tuan."


" Bagaimanapun dia harus mati. Dengan begitu keluarga itu pasti akan terpecah belah dan hancur dengan sendirinya. Duuughhh..." pria itu memukul tembok untuk melampiaskan kekesalannya.


...----------------...


Seroja masih terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit. Untung saja masa kritisnya kini telah lewat. Dokter benar-benar tak menyangka jika kondisi janin yang ada di dalam perutnya baik-baik saja di usia kandungannya yang masih muda.


Seorang wanita berumur dengan setia menungguinya. Netranya berkaca-kaca menatap iba gadis terbujur di hadapannya.


" Aku tak ingin hal seperti dulu terulang kembali. Ya Rabb, selamatkan gadis ini." batinnya berurai air mata.


Ceklek..


Bunyi pintu yang terbuka membuat wanita itu buru-buru menghapus airmatanya. Seorang pria berpenampilan rapi masuk ke dalam ruangan itu dan menunduk hormat kepadanya.


" Bagaimana? Apa kau sudah menyelidiki gadis ini?" tanyanya dengan raut wajah datar.


" Lalu? Apa dia memang ada hubungannya dengan kecelakaan itu?" tanya wanita itu penasaran.


" Sepertinya Nona ini sedang menjadi target pembunuhan, Nyonya. Seorang pria bermotor menembak mobil tersebut hingga meledak dan hancur berkeping-keping. Tak berselang lama, beberapa orang datang kesana dan sepertinya mereka mengincar Nona ini. " jelasnya kembali.


Wanita tersebut membuang nafasnya kasar,


" Amankan tempat ini. Setelah kondisinya membaik, kita bawa saja dia ke mansion. Disana dia akan lebih aman, apalagi dia sedang hamil muda sekarang." perintahnya pada sang asisten.


" Baik, Nyonya. Kalau begitu saya permisi." pria itupun akhirnya pamit undur diri.


Wanita itu kembali menatap Seroja, tanpa sengaja dirinya mendengar gadis tersebut menggumamkan nama seseorang.


" Arkana...Arkana...Arkana..."


...----------------...

__ADS_1


Pencarian Seroja belum menemukan titik terang hingga saat ini. Alvin dan Bianca telah membuat laporan ke kepolisian.


Aulia dan Arzelpun ikut bergabung mencari keberadaan sahabatnya tersebut ke tempat yang mungkin saja didatanginya. Namun, hasilnya masih sama, Seroja tidak ada dimana-mana.


Keempatnya kini berkumpul sambil menunggu barang kali ada kabar terbaru. Bianca terlihat masih saja menangis dalam dekapan suaminya.


Salah satu bodyguard Alvin menemui pria tersebut dengan keadaan terburu-buru dan tampak cemas. Ia mendapatkan kabar kurang baik dari salah satu bodyguard yang kini sedang berada di luar kota.


" Maaf, Tuan. Salah satu rekan kami baru saja melapor. Dia mengatakan bahwa kemungkinan Nona Seroja mengalami sebuah kecelakaan di kota Nn. Mobilnya hangus terbakar dan Nona dikabarkan meninggal dunia.


Deg....


Jantung Bianca seolah berhenti berdetak mendengar kabar yang baru saja disampaikan salah satu bodyguard Alvin.


" Tidak, tidak mungkin. Itu pasti tidak benar! "


Bianca tak mampu menerima kenyataan. Wanita itu membungkam mulut dengan tangannya seolah tak percaya. Airmatanya kembali jatuh membasahi kedua pipinya.


Alvinpun tak percaya begitu saja dengan apa yang baru saja didengarnya. Setahunya Seroja tidak pernah membawa mobil sendiri selama menikah dengan Arkana.


" Kami juga belum tahu kepastiannya. Hanya saja didalam mobil tersebut tersimpan tas yang terbakar, tapi kebetulan dompetnya masih utuh. Disana terdapat kartu identitas Nona Seroja dan wanita yang jasadnya hangus terbakar itu menggunakan cincin berlian yang mirip sekali dengan Nona. Polisi kesulitan mengidentifikasi jenazah lantaran jasadnya telah hangus terbakar." ucapnya menyampaikan.


Hati Bianca terguncang hebat mendengar apa yang disampaikan pria tersebut.


" Tidak. Tidak mungkin! " wanita itu berteriak histeris. Kenyataan ini benar-benar menghujam dadanya. Tak berselang lama iapun pingsan lantaran tak mampu menerima kenyataan.


Alvin terperanjat menyaksikan apa yang terjadi pada sang istri. Dengan sigap ia menangkap tubuh istrinya yang hampir saja terjatuh.


" Arzel, tolong kau bawa Tantemu ke kamarnya dan kau Aulia, dengan terpaksa kita harus menyampaikan hal ini kepada kakakmu. Papa akan segera menuju lokasi untuk memastikannya. Semoga wanita itu bukanlah Seroja. " ucapnya sedikit berputus asa. Ia tak bisa membayangkan jika berita itu benar adanya.


" Pasti Arkana akan sangat terpukul mendengar berita ini. Ya Rabb, semoga wanita itu bukanlah menantuku. Aku tak sanggup membayangkan kesedihan yang akan dialami anak dan istriku." batinnya bergejolak. Iapun segera pergi menuju lokasi dengan beberapa anak buahnya.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2