
Pagi ini Seroja telah didandani dengan begitu cantik oleh dua orang penata rias sewaan juragan Jarot. Meskipun demikian air matanya terus terjatuh hingga membuat riasan diwajahnya memudar sebagian.
Kedua orang itu iba melihatnya, merekapun mengerti pasti gadis ini sebenarnya tak mau menikah dengan pria tua tersebut.
" Sudahlah,, Adek yang sabar ya? Kami doakan yang terbaik untukmu. Lihatlah, padahal kau sebenarnya terlihat sangat cantik dengan riasan ini,tapi sebagian luntur karena dirimu terus menangis. " mereka mencoba menenangkannya.
Bukannya berhenti menangis, tapi kini tangis Seroja justru semakin pecah. Bagaimana tidak? Dalam hitungan jam dirinya akan resmi menjadi istri seorang bandot tua. Kalau saja bunuh diri tidaklah dosa, mungkin lebih baik ia mengakhiri hidupnya daripada menikah dengan lelaki tersebut.
" Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku tidak mau menikah dengan lelaki itu. Aku terpaksa menikah dengannya. " ungkapnya pada kedua penata rias tersebut.
Keduanya membuang nafas kasar, mereka paham perasaan gadis itu. Akan tetapi, merekapun tidak mampu berbuat apa-apa. Juragan Jarot terkenal bengis dan kejam.
Para penghulu telah tiba disana, tamu-tamu undangan juga mulai berbondong-bondong menyaksikan acara pernikahan itu. Juragan Jarot sengaja mengundang seluruh masyarakat dan sahabat-sahabatnya untuk menghadiri pesta pernikahannya yang kedua.
Istri pertama juragan Jarot diminta untuk menjemput gadis tersebut dikamarnya. Ia terpaksa harus ikhlas untuk dimadu sebab sang suami yang mengendalikan semuanya.
Dengan ragu wanita itu memasuki kamar Seroja. Gadis itu terlihat sedang duduk didepan meja riasnya.
" Seroja, mari kita kedepan. Penghulu sudah datang. " ajaknya tanpa menatap lawan bicaranya.
Seroja melihat kehadiran wanita itu dari balik kaca. Wanita itu menundukkan kepala untuk menutupi kesedihannya. Seroja yakin, wanita itupun pasti tidak mau dimadu.
Ia beranjak berdiri dan berlari menghampiri wanita itu. Dirinya menarik tangan istri pertama juragan Jarot untuk mengajaknya berbicara.
" Nyonya, kumohon bantu aku untuk membatalkan pernikahan ini. Demi Alloh, aku tidak mau menikah dengan suami anda. Usia anda hampir sama dengan usia ibuku, begitu pula suami anda. Tegakah anda membiarkan suami anda menikahiku yang masih seusia dengan putra anda sendiri? " pintanya dengan berderai airmata.
Wanita itu mengangkat wajahnya, ternyata dirinya juga tengah bersimbah ait mata. Memang selama ini ia selalu tutup mata atas apa yang dilakukan oleh sang suami. Dirinya mencoba bersabar dan sedikit demi sedikit menasehati lelaki itu. Namun apalah daya, suaminya telah buta karena kekuasaan dan kekayaan yang ia miliki.
Tiba-tiba ia memeluk Seroja,
__ADS_1
" Maafkan aku, Nak. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.Ibupun selama ini hanya bisa ikhlas dan mendoakan suami ibu supaya kembali kejalan yang benar. Tapi sepertinya ia belum mendapatkan hidayah. Tolong bersabarlah, Alloh pasti tahu jalan terbaik untukmu." nasehatnya pada Seroja.
Seroja menatap wanita tersebut, ada rasa kagum tersendiri dalam hatinya. Wanita itu seperti berlian dilautan lumpur. Sejahat-jahatnya bandot tua tersebut, ternyata berdiri wanita berhati emas dibelakangnya.
Iapun kembali memeluk wanita tersebut,
" Terima kasih, Bu. " ucapnya tulus.
Keduanya berjalan keluar menuju mimbar, seluruh pasang mata terharu melihat keikhlasan istri pertama juragan jarot untuk menerima calon istri keduanya. Namun, merekapun turut bersedih melihat Seroja yang masih sembab airmata dipaksa menikah dengan pria tua tersebut.
Juragan Jarot menatap Seroja dari atas hingga bawah.Gadis itu sungguh sangat cantik meskipun make upnya telah habis karena airmata.
" Ayo,Ma. Cepat bawa gadis itu kesini. " dengan bersemangat ia menepuk bangku kosong yang ada disampingnya. Rasanya ia sudah tidak sabar memiliki istri daun muda seperti Seroja.
Wanita paruh baya itu menghela nafas panjang. Ia kecewa, sang suami sepertinya kurang menghargai perasaannya. Tapi mau bagaimana lagi, ia berusaha ikhlas menghadapi semuanya.
Semua saksi, wali dan calon pengantin serta istri pertama Juragan Jarot telah berkumpul disana. Dada Seroja terasa begitu sesak, sebentar lagi ia akan kehilangan masa depannya. Airmatanyapun berlinang semakin deras lantaran tak mampu menolak kenyataan.
" Apa ijab qobul bisa kita mulai sekarang?" tanya sang Penghulu yang akan segera memulai akad nikah.
" Ayo cepat, tunggu apa lagi! " bentak bandot tua itu. Sang penghulupun ketakutan dibuatnya.
" Baiklah. Kalau begitu kita mulai saja akad nikahnya sekarang. "
Ketika penghulu hendak menyalami Juragan Jarot, suara teriakan seseorang tiba-tiba mengalihkan perhatian semuanya.
" Hentikan pernikahan ini atau aku akan mengobrak- abrik tempat ini ! " bentak Arkana dengan sorot mata tajam penuh emosi.
Juragan Jarot membelalak kaget, dirinya begitu kesal padahal sebentar lagi Seroja akan menjadi miliknya. Akan tetapi, ada saja orang yang berniat menghalangi keinginannya.
__ADS_1
" Siapa kau berani-beraninya merusak acaraku! " bentaknya penuh amarah. Ia mengamati pemuda itu dari atas hingga bawah. Dirinya merasa seperti pernah melihat pemuda tersebut.
" Oh,, jadi kau pemuda brengsek yang telah berbuat mesum dengan calon istriku ini rupanya." ucapnya sinis.
Glekkk...
Seroja menelan ludahnya kasar, bandot tua itu telah membongkar aibnya selama ini didepan orang banyak.
Begitupun Arkana, wajahny kini telah merah padam lataran menanggung kesal dan malu. Ia memperhatikan sekitar, banyak pasang mata yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ada pula yang sedang berbisik-bisik, terutama kaum ibu-ibu. Mereka pasti sedang menggunjingkan dirinya dan Seroja.
Pak Anwarpun begitu terkejut, lelaki ity diam dan menatap penuh tanya pada putrinya. Seroja memahami hal itu, ia mengelengkan kepala seolah menolak seluruh tuduhan yang dilontarkan padanya. Pak Anwar sedikit bernafas lega, ia yakin putrinya tidak seburuk itu.
" Jaga ucapanmu, Bandot tua! Jangan menuduh tanpa bukti, berita itu tidaklah benar! " sarkas Arkana tak terima.
Juragan Jarot tertawa sinis,
" Kau tidak perlu menutupi kebusukanmu. Seluruh berita tentang kalian telah tersebar di seluruh penjuru kampung ini. Kalian berdua ini pasangan mesum! " hinanya kembali.
Arkana mencoba berpikir tenang dan tidak mudah terpancing emosi. Ia menanggapi ucapan pria itu dengan santai.
" Memangnya apa hakmu mencampuri urusan kami? Aku tidak peduli dengan apa kata orang. Itu urusan pribadi kami, karena dia adalah calon istriku. Aku sengaja datang kemari untuk menjemputnya. " terang Arkana.
Seluruh warga yang ada disana kembali dibuat tercengang, ternyata pemuda itu adalah calon suami Seroja. Begitupun Seroja, ia tak menyangka Arkana bisa mengatakan hal bodoh seperti itu.
" Apa dia sudah gila? Atau salah minum obat? Bisa- bisanya dia berkata seperti itu." gerutunya dalam hati. Namun ia tak menampik bahwa saat ini hatinya begitu lega, Arkana telah menyelamatkan masa depannya.
Bersambung,,
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like koment rate lima dan juga vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya....
__ADS_1