Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
KITA SAHABAT


__ADS_3

Mobil berhenti diparkiran kampus. Seroja hendak turun, tetapi Arkana menahannya.


" Ada yang ingin kusampaikan padamu. Aku minta kau tidak mengaku-ngaku sebagai kekasihku kembali. Kau dengar apa yang disampaikan Gio tadi bukan? Kita menjadi buah bibir para mahasiswa dikampus." ucap pria itu sedikit halus.


Seroja mengurungkan niatnya untuk keluar, gadis itu tersenyum tipis.


" Aku tahu kau pasti malu bila dianggap sebagai kekasih gadis kampungan sepertiku. Aku mengerti, kau jangan khawatir. Bukankah kita memang tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku hanyalah seorang anak pembantu yang kebetulan bekerja sebagai pengawalmu."


Arkana merasa tak enak hati, tapi pada kenyataannya ia memang belum siap bila harus digosipkan seperti itu. Apalagi selama ini dirinya selalu memacari gadis-gadis populer dan berasal dari keluarga terpandang.


" Baiklah, aku senang kau mau mengerti. Mulai sekarang, anggap aku sebagai sahabatmu. " pria itu tersenyum manis sambil mengulurkan tangan kepadanya.


Seroja hampir tak percaya dengan semua ini, pria itu bisa berubah begitu manis dan tidak kasar seperti biasanya. Meskipun sedikit ragu, gadis itu membalas jabat tangan Arkana dan tersenyum balik kearah pria tersebut.


" Kita sahabat. " keduanya saling melempar senyum saat dengan kompak mengatakan kalimat yang sama sambil berjabat tangan.


Arkana menuju ke ruangannya dengan Seroja yang mengikuti pria tersebut dari belakang. Ketika hendak masuk, terlihat Helena berdiri didepan pintu. Ia sengaja menunggu kedatangan Arkana.


Pria itu berpura-pura acuh, tetapi Helena menghalangi jalannya. Seroja hendak menyingkirkan gadis itu, namun Arkana mencegahnya.


" Kau tidak bisa bersikap seperti ini terus-terusan. Mana janjimu yang ingin menjadikanku pacar setelah aku membantumu waktu itu. " Gadis itu berderai airmata, ia merasa seperti wanita yang dicampakkan. Secara spontan ia memeluk Arkana untuk mencari perhatian.


Arkana merenggangkan pelukan gadis tersebut perlahan, Seroja hanya memperhatikan keduanya.


" Apa kau lebih memilih gadis kampung itu daripada diriku? Apa kurangnya aku jika dibandingkan dengannya? " tanya Helena menuntut penjelasan dengan airmata yang masih membasahi kedua pipinya.


" Dia bukan kekasihku. Dia,, keponakan Mama yang baru datang dari kampung. Mama mengatakan hal itu sebab ia kesal melihat kau dan Sisil bertengkar waktu itu. " Arkana terpaksa berbohong. Ia masih memikirkan perkataan Gio tadi pagi.


" Jadi dia bukan pacar atau calon istrimu? Apa itu artinya aku masih resmi menjadi kekasihmu saat ini? " tanya Helena memastikan.


" Mama memintanya untuk mengawasiku di kampus agar aku tidak mempermainkan gadis-gadis lagi. " terang Arkana. Semua tahu kalau pria itu terkenal playboy dikampusnya.


Pria itu memberi jawaban rancu, ia sebenarnya bingung harus mencari alasan apalagi untuk melenyapkan gosip yang beredar. Bagaimanapun ia tak ingin kehilangan popularitasnya di kampus.


Helena menatap Seroja. Rasanya ia masih kesal pada gadis itu meskipun Seroja bukanlah kekasih Arkana. Apalagi, dengan adanya Seroja dirinya jadi susah mendekati Arkana.


" Kita sama-sama perempuan, mengertilah. Aku sangat mencintai Arkana, aku mohon jangan halangi hubungan kami. " ia berpura-pura bersikap manis pada Seroja.


Seroja bingung harus berkata apa, salah sedikit Arkana yang baru saja baik padanya bisa kembali memusuhinya seperti biasa. Ia membuang nafas kasar,

__ADS_1


" Baiklah. Asal kalian tidak berbuat lebih dan masih mematuhi norma yang berlaku, aku tidak akan melaporkan hal ini pada Nyonya, Eh..maksudku Tante Bianca. " ia meralat ucapannya.


Helena melompat kegirangan, ia kembali memeluk erat tubuh Arkana hingga membuat pria itu risih. Tapi, mau bagaimana lagi? Dengan begini gosip akan beralih, tapi itu lebih baik sebab Helena adalah gadis populer dan Papanyapun seorang pengusaha kelas atas.


Dari kejauhan nampak Gio menatap geram kearah mereka, Arkana yang menyadari hal tersebut segera membalas pelukan Helena untuk membuat pria itu semakin terbakar cemburu.


" Ehermm,, Ehermm ! " Seroja berdehem untuk mengingatkan keduanya. Helena dan Arkana segera melepaskan pelukan mereka.


Helena tertawa bahagia, ia senang impiannya untuk memiliki Arkana terwujud juga.


" Oh ya,, ada satu hal yang ingin kusampaikan padamu. Minggu depan aku akan mengadakan pesta ulang tahunku. Kau harus datang nanti, aku ingin mengumumkan ke seluruh teman, sahabat dan keluargaku mengenai peresmian hubungan kita. " pinta Helena.


" Wah pesta? Pasti acaranya sangat meriah. Akupun ingin tahu bagaimana orang-orang kaya berpesta. " sela Seroja berteriak kegirangan.


Helena tersenyum sinis, " Maaf, aku tidak mengundang orang dari kampung. Ini khusus untuk orang-orang kelas atas. " ucapnya sombong.


Seroja sedikit kecewa, dirinya sadar bahwa ia hanyalah orang biasa. Manamungkin mereka mau bergaul dengan gadis sepertinya.


" Aku tidak akan datang bila tidak bersamanya." ucapan Arkana seketika membuat kedua gadis tersebut menoleh kearahnya.


" Tapi? Manamungkin aku mengundang gadis kampung dipestaku. Seluruh teman dan kolega Papaku pasti akan mengejekku. Ayolah, aku mohon. Kau harus datang, ini sangat penting untukku. " Helena merajuk.


" Terserah, kalau kau tidak mau? Akupun tidak akan datang." dirinya hendak berlalu, tapi Helena menahannya.


" Baiklah, aku izinkan dirinya untuk datang. Tapi, kau harus berjanji untuk datang ke pestaku. " ia terpaksa menyetujui keinginan Arkana.


" Baiklah, aku akan datang bersamanya. " Arkana melirik kearah Seroja.


Gadis itu menjadi salah tingkah, ini sangat aneh baginya. Arkana bisa berubah 180derajat dalam memperlakukannya.


...----------------...


Jam pulang kuliah tiba, Seroja telah menunggu Arkana didekat mobilnya. Gadis itu tersenyum saat melihat Arkana juga tersenyum ke arahnya.


" Sudah lama menunggu? Maaf, tadi aku ada urusan sebentar. " sapa Arkana padanya.


" Tidak apa-apa. Mari. "


Keduanya masuk kedalam mobil, Seroja mulai melajukan mobil itu perlahan.

__ADS_1


" Mulai besok aku saja yang menyetir. Mereka semua mulai percaya kalau kau saudaraku dari kampung. Jadi aneh rasanya jika kau menyetir untukku. " jelas pria itu sambil sesekali melihat ke arah sisi luar mobil.


" Nanti aku jadi keenakan makan gaji buta. " Seroja berkelakar.


" Oh ya, aku heran kenapa Aulia tidak mau berterus terang bahwa kau adalah kakaknya. Kalian seperti orang yang tidak saling mengenal saat dikampus. " lanjutnya penasaran.


" Adikku memang menyembunyikan statusnya, termasuk mengakui aku sebagai kakaknya. Aku tidak tahu kenapa, mungkin dia punya pengalaman buruk saat pertamakali masuk kampus bersamaku. Dia pernah ditampar salah satu mantanku karena mengira Aulia merebutku darinya. Sejak saat itu dirinya tidak mau berangkat bersamaku dan mengatakan pada semua orang bahwa dirinya hanya menumpang dimobilku saja saat itu. "


Arkana tertawa saat mengingat kejadian tersebut, begitupun Seroja ia tak bisa membayangkan betapa kesalnya Aulia waktu itu.


Seroja tiba-tiba menghentikan laju mobilnya dan mengambil kantong kresek yang dibawanya tadi.


" Kau mau kemana? " Arkana heran saat gadis itu hendak keluar dari dalam mobil.


" Tunggu, aku ada perlu sebentar. " jawaban Seroja tak membuatnya puas.


Ia mengamati kemana arah gadis itu pergi. Ternyata Seroja menyebrangi jalan dan membagikan makanan yang dibawanya untuk anak-anak jalanan yang ada disana. Ia cukup kagum, Seroja memiliki jiwa sosial yang tinggi meskipun dalam keadaan masih kekurangan.


Dirinya jadi teringat Aluna, cinta pertamanya. Gadis itupun sangat senang berbagi dengan orang yang lebih membutuhkan. Itulah yang membuatnya tergila-gila pada gadis itu, dia cantik, baik dan begitu dermawan.


" Hei,, kenapa kau melamun! " Seroja mengagetkan pria tersebut.


Lamunan Arkana buyar seketika, ia bahkan tidak menyadari kehadiran Seroja disampingnya.


" Sikapmu barusan mengingatkanku pada seseorang. Kenapa kau senang berbagi, padahal dirimupun masih serba kekurangan. " tanyanya penasaran.


Seroja tertawa mendengar pertanyaan konyol Arkana,


" Kita tidak perlu menunggu kaya untuk berbagi. Setiap orang memiliki rezeki yang berbeda-beda. Bagiku berbagi itu perlu, sesuai dengan kemampuan kita. Jangan selalu mendongak keatas, lihat juga kebawah. Masih ada orang yang lebih kekurangan dibandingkan dengan kita, itulah gunanya bersyukur."


Arkana cukup takjub dengan pemikiran gadis itu, ia merasa penilaiannya terhadap Seroja selama ini adalah salah.


" Hei, kau melamun lagi? Jangan sampai jin tomang ingin merasukimu. " kelakar Seroja kembali.


" Kau ini ! " Arkana menonyor pelan kepala gadis tersebut karena gemas. Keduanyapun segera melajukan mobil kembali menuju mansion.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like, koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat Author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2