Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
RENCANA NYONYA ALMIRA


__ADS_3

" Nyonya,, maaf aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian. Sebenarnya tadi aku berniat untuk menemui anda."


Seroja begitu gugup, mau tidak mau dirinya harus mengaku lantaran kepalang basah.


Almira menatap dengan pandangan yang sulit diartikan. Dirinya meminta Seroja untuk ikut masuk ke ruang kerjanya.


" Katakan, ada apa kau ingin menemuiku?" tanyanya dengan wajah datar.


" Nyonya, sudah sebulan aku berdiam diri disini. Aku sangat merindukan keluargaku, aku ingin sekali bertemu dengan mereka. Tolong izinkan aku pergi dari sini. Kumohon." pintanya memelas.


Almira menghela nafas panjang, wanita ini sepertinya memang keras kepala.


" Bukankah sudah ku katakan. Diluar sana banyak yang mengincar nyawamu. Biarkan orang-orangku membereskan para penjahat itu. Setelah itu kau boleh kembali ke rumahmu lagi. " ia tetap pada pendiriannya.


" Tapi, Nyonya? Aku tidak bisa berdiam diri terus-terusan seperti ini. Aku yakin keluargaku pasti juga akan ikut membantu meringkus penjahat itu. Mereka tidak mungkin tinggal diam jika ada seseorang yang berani menyakitiku. Lagi pula aku khawatir perempuan itu kembali menggoda suamiku." ungkap Seroja seraya memberengkut kesal.


Almira mengernyitkan dahi karena heran, sekarang ia tahu apa yang membuat gadis tersebut selalu memaksa ingin pulang.


" Oh jadi itu alasanmu sebenarnya. Kau takut suamimu selingkuh jika kau tinggal lama-lama? " godanya pada Seroja.


Wajah Seroja bersemu merah seketika mendengar ucapan Almira barusan. Akan tetapi, kekhawatirannya cukup beralasan. Aluna pasti akan semakin genjar menggoda Arkana dengan ketiadaannya.


" Bu,, bukan begitu Nyonya. Aku curiga wanita itu ikut terlibat dalam kasus ini. Dia wanita gila yang sangat terobsesi pada suamiku. Ia pasti menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan suamiku." elaknya dengan gugup.


Almira menyunggingkan senyumnya, ia rasa Seroja tipe wanita yang pencemburu. Dirinya semakin bersemangat untuk menggodanya.


" Baguslah. Bukankah itu lebih baik? Jadi kau bisa tahu suamimu tipe pria setia atau tidak." godanya kembali.


" Tidak. Aku yakin suamiku adalah pria yang setia. Kami telah berjanji untuk saling percaya satu sama lain. Aku yakin dia akan setia padaku meski diriku tidak ada disisinya." jawabnya tegas.


Almira cukup senang melihat kesetiaan Seroja terhadap suaminya. Untuk beberapa saat, wanita itu nampak berpikir sejenak.


" Baiklah, aku punya solusi untukmu. Dengan begini kau bisa bertemu dengan suamimu dan kaupun bisa menguji kesetiaannya."


Seroja nampak begitu penasaran. Almira memintanya untuk mendekat, lalu ia membisikkan sesuatu di telinga wanita tersebut.


Senyum Seroja mengembang sempurna, sepertinya ia setuju dengan ide yang diberikan oleh Almira.

__ADS_1


" Baiklah, Nyonya. Tapi, sepertinya aku butuh waktu untuk belajar." jawabnya senang.


...----------------...


Arkana berniat mendatangi sebuah club malam, rasanya ia bosan jika harus terus-terusan berada di kantornya. Entah mengapa, semakin hari dirinya semakin terpuruk lantaran belum mampu menerima kenyataan.


Terkadang, ada rasa bersalah dalam hatinya sebab ia justru mengalihkan perhatian dengan hal-hal yang kurang baik. Padahal, semenjak mengenal Seroja dan mendapat peringatan keras dari sang ayah, dirinya telah meninggalkan kebiasaan tersebut. Akan tetapi, untuk saat ini hanya dengan cara inilah menurutnya, ia bisa sedikit melupakan beban berat dipundaknya.


Mobil Arkana hendak menepi saat mendekati club mewah tersebut. Namun, tanpa sengaja dirinya melihat seseorang yang wajahnya cukup familiar di dalam ingatannya.


Dirinya terkesiap kala meyadari bahwa pria tersebut begitu mirip dengan pria yang berada difoto bersama Seroja dan keluarganya. Dengan segera Arkana keluar dan berusaha mengejar pria tersebut.


Glenn yang sedang asyik merokok ditepi jalan seketika mengurungkan niatnya saat melihat Arkana berlari mendekat kearahnya. Pria itu mematikan putung rokok dengan sepatunya kemudian segera masuk kedalam mobilnya.


" Hei, tunggu!! " teriak Arkana dari kejauhan, tetapi Glenn sama sekali tak menggubrisnya.


" Sial !! " umpatnya kesal saat menutup pintu mobilnya.


Aluna yang sedari tadi berada dalam mobil cukup terkejut melihat pria itu masuk dengan marah-marah.


" Hei,, ada apa denganmu? Kau seperti habis dikejar hantu saja. "


" Diam kau, wanita sia**n !! Kekasihmu itu sedang mengejar kita sekarang."


Aluna menatap ke belakang, benar saja Arkana sedang mengejar mereka saat ini. Dirinya takut pria itu tahu bahwa ia sedang bersama Glenn dan merekalah yang bekerja sama membunuh istrinya.


Glenn seketika menginjakkan pedal gas mobilnya untuk menghindar dari kejaran Arkana.


Shhiiittt...


Umpat Arkana kesal saat pria itu berhasil kabur. Dengan segera ia kembali menuju mobil untuk mengejar pria tersebut.


Aksi kejar-kejaran mobil tak terelakkan lagi. Aluna berusaha bersembunyi agar keberadaannya tidak diketahui. Dirinya begitu takut saat mobil Arkana berada tepat di sebelah mobil Glenn.


Arkana kembali menambah kecepatan mobilnya kala dirinya berhasil menyamai kecepatan mobil Glenn.


Ia berniat menghadang mobil tersebut agar bisa meringkus pria misterius itu. Namun saat hendak menghadang, tiba-tiba sebuah mobil dari arah belakang berhasil menembak ban mobilnya.

__ADS_1


" Aaarghhh...sial !!" umpatnya kesal saat mereka berhasil melumpuhkan kedua ban mobilnya. Dengan terpaksa dirinya harus menepikan mobil tersebut disisi jalan.


" Sepertinya pria misterius itu bukanlah penjahat biasa." batinnya menaruh kecurigaan.


Glenn tersenyum penuh kemenangan. Yah, ia segera menghubungi anak buahnya untuk menghadang Arkana.


" Dia pikir bisa begitu saja meringkusku. Dasar bo**h !"


...----------------...


Arkana membawa mobilnya ke bengkel untuk diperbaiki. Dirinya kesal, padahal sedikit lagi ia bisa meringkus pria itu, tapi ternyata ada yang membantunya dari belakang. Mereka telah menggunakan pistol sebagai senjata. Itu artinya diapun harus bisa mengimbangi mereka.


Ia memutuskan untuk pulang ke apartemen saja malam ini lantaran jaraknya yang lebih dekat. Pikirannya melayang memikirkan hal barusan. Dirinya bingung, siapa sebenarnya pria tersebut dan mengapa ia berani menjebak Seroja waktu itu.


Saat fokusnya telah kembali, tiba-tiba netranya dikejutkan oleh seseorang yang sengaja berhenti ditengah jalan. Gadis itu memejamkan mata seolah sengaja ingin menabrakkan dirinya di mobil Arkana.


Chhhiiiiittttt...


Seketika Arkana mengerem mobilnya mendadak. Iapun sangat takut lantaran posisi gadis itu yang terlalu dekat dan gerimis membasahi jalanan malam ini.


Untung saja ia melajukan mobilnya dengan pelan barusan. Pria itupun berusaha membanting stir ke sisi jalan.


Alhasil mobilnya sedikit penyok di bagian depan.


Gadis itu membuka matanya, dirinya terkejut saat melihat mobil itu tidak jadi menabraknya.


Arkana segera keluar, dirinya berjalan mendekati gadis itu karena kesal. Baru saja ia hendak memulai ceramahnya, tapi gadis tersebut menubrukkan diri dan memeluknya secara tiba-tiba.


Seerrrr...


Jantung Arkana berdesir saat merasakan kehangatan pelukan wanita itu. Untuk sesaat ia terbawa suasana, namun dengan segera ia mendorong wanita itu menjauh darinya.


Kedua netra itu saling menatap sesaat, namun sang gadis segera menundukkan pandangannya.


" Seharusnya anda menabrakku saja tadi. Lebih baik aku mati dari pada harus hidup seperti ini. " ia kembali berhambur ke tubuh Arkana dan justru menangis sambil mendekap erat tubuh pria tersebut.


" Aku sangat merindukanmu. " batinnya dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Maaf author benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2