Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENERIMA AJAKAN DINNER ALUNA


__ADS_3

" Siapa dia? Apa dia sekertaris barumu? " tanya Aluna manja.


Jika saja saat ini Seroja tidak sedang menyamar, ingin sekali rasanya ia mengacak-acak rambut wanita itu dan menendangnya jauh dari sang suami. Apalagi Arkana sama sekali tidak menolak bahkan membiarkan wanita itu bergelayut di lengannya.


Arkana memang sengaja ingin memanas-manasi Andara, dia berharap dengan begini gadis itu mulai menjaga jarak dengannya.


" Dia Andara, sekertaris baruku. Biarkan saja, lebih baik kita masuk ke dalam ruanganku saja." Arkana tersenyum pada Aluna dan membawa wanita itu masuk kedalam ruangan tanpa memperdulikan Andara.


Andara menatap keduanya dengan penuh kekesalan, ia tak menyangka ular betina tersebut berhasil mendekati suaminya kembali. Rasa cemburu menyelinap ke dasar hatinya. Dirinya ingin berusaha acuh, tapi pikiran-pikiran buruk akan yang mereka berdua lakukan didalam membuatnya tak kuasa menahan hasrat untuk menjauhkan keduanya.


" Seroja, sabar. Jangan sampai penyamaranmu terbongkar hanya kerena hal ini. " batin baik menasehatinya.


Namun, batin buruk mengatakan hal sebaliknya,


" Labrak saja keduanya. Jambak si nenek sihir itu dan seret menjauh dari suamimu! "


Spontan Andara berdiri dan melangkah menuju depan pintu ruangan Arkana. Ia menghela nafas panjang dan menimbang-nimbang tentang apa yang harus dilakukannya.


" Lebih baik aku masuk. " tekadnya bulat.


...----------------...


Arkana dan Aluna saling duduk berhadapan, seulas senyum tak henti-hentinya terukir dibibir wanita itu. Bagaimana tidak, ia merasa Arkana mulai memberikan lampu hijau padanya untuk mendekati pria tersebut.


Padahal, Arkana sama sekali tak pernah berpikir seperti itu. Ia hanya memikirkan Andara, gadis itu kini berhasil mengambil celah dihatinya. Ia berusaha untuk bisa menghindar dari wanita tersebut.


" Arkana,, apa malam minggu ini kau ada waktu? Eeum,, rencananya aku ingin mengajakmu dinner di cafe yang dulu biasanya kita nongkrong bersama. " ajak Aluna sembari tersipu.


" Aku ti,, "


Belum sempat Arkana menyelesaikan kata-katanya, dirinya dikejutkan oleh kedatangan Andara yang muncul secara tiba-tiba. Ia tak jadi menjawab pertanyaan Aluna, fokusnya kini beralih pada Andara.


" Hei,, bisa-bisanya kau masuk tanpa permisi. Dimana sopan-santunmu terhadap atasan, hah?" bentaknya kesal.


Alunapun tak kalah kesalnya, gadis itu telah merusak moment baiknya bersama Arkana. Sedangkan Seroja, wanita itu nampak berpikir untuk mencari alasan yang tepat guna menjawab pertanyaan Arkana.


" Maafkan saya, Tuan. Saya hanya teringat bahwa anda kemarin memintaku untuk menata dan membersihkan rak penyimpanan diruangan ini. Saya, bisa melakukannya sekarang. " jawabnya beralasan.

__ADS_1


Arkana menghela nafas panjang, dengan berat hati ia membiarkan Andara membersihkan dan menata rak dokumennya.


Andara begitu senang, paling tidak ia bisa sekedar menguping atau mengawasi apa yang dilakukan keduanya. Sesekali netranya melirik dua orang yang terlihat saling melempar senyumnya. Ingin sekali ia *******-***** topeng di wajah Aluna, si nenek sihir menurutnya.


" Bagaimana? Ayolah. Kaupun butuh sedikit hiburan, jangan terus-terusan bersedih seperti ini. Lupakan sejenak semua masalahmu." rayu Aluna kembali.


Andara yang berada tak jauh dari mereka mencoba untuk menguping apa yang sedang mereka bicarakan.


" Apa mereka janjian? Tidak..Tidak..ini tidak boleh terjadi. " batinnya seraya meremas salah satu map ditangannya.


Arkana menunduk, sebuah seringai muncul di salah satu sudut bibirnya. Sedari tadi sebenarnya iapun mencuri-curi pandang tanpa sepengetahuan Andara. Ia puas, sepertinya gadis tersebut sedang terbakar api cemburu.


" Baiklah. Karena kau terus-terusan memaksa, aku terima undangan makan malammu. " jawab Arkana sedikit mengencangkan volume suaranya agar terdengar oleh Andara.


Aluna terlihat begitu bahagia, rencana yang ia susun akhirnya berjalan dengan baik. Namun, sedikit ganjalan dihatinya, ia takut Arkana membenci dirinya saat tahu ia telah menjebaknya. Padahal, dengan cara halus seperti ini pria itu lebih mudah didekati.


" Terima kasih. "


Ungkapnya seraya tersenyum dan menggenggam jemari tangan Arkana hingga membuat pria itu terkesiap.


Bulir-bulir airmata hampir terjatuh dari pelupuk mata Andara. Ia menyembunyikan wajah sekaligus kesedihannya. Sang suami ternyata sudah mulai bisa melupakan dirinya sekarang. Dengan segera ia mengusap titik air mata itu dan berpamitan untuk pergi dari sana.


Pria itupun segera melepaskan genggaman tangan Aluna. Dirinya berdiri dan berniat untuk mengejar wanita tersebut. Nuraninya seolah merasa bersalah atas kelakuannya barusan.


Alunapun terkejut menyaksikan sikap Arkana. Ia rasa dirinya kalah langkah dengan wanita itu, ia bisa merasa sepertinya Arkana punya hati pada sekertaris barunya.


" Ini tidak boleh dibiarkan."


Aluna berdiri dan berusaha mengejar Arkana untuk mencegahnya menemui Andara. Namun, lagi-lagi rasa nyeri dalam perutnya timbul secara tiba-tiba.


Aaargghhhhh.....


Teriaknya kesakitan.


Arkana terkejut dan segera berbalik menghampiri Aluna. Dirinya cemas saat Aluna terlihat kesakitan sambil mendekap bagian perutnya.


" Kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi padamu?" tanyanya khawatir.

__ADS_1


Bibir Aluna seakan kelu lantaran rasa sakit yang menderanya saat ini. Pria itu mengambil segelas air hangat dan meminumkannya pada Aluna.


Berangsur-angsur rasa nyeri yang hebat itu mulai berkurang. Arkana menuntun Aluna untuk beristirahat lebih nyaman di sofa. Ia membantu wanita tersebut berjalan dan membaringkannya di sofa ruangan. Saat hendak beranjak, Aluna tiba-tiba saja menahan tangannya dan menariknya kembali duduk didekatnya.


" Sekali lagi, terima kasih." ia tersenyum tipis dan menatap netra Arkana begitu dalam. Tangannya masih menahan lengan pria tersebut.


Arkana merasa tidak nyaman, jika saja Aluna tidak sedang sakit pasti pria itu telah menghempaskannya saat ini.


Tanpa ia sadari, Andara tengah berdiri mematung membelakanginya. Lagi dan lagi, hatinya sesak melihat kemesraan keduanya dari balik punggung sang suami.


" Permisi. Maaf mengganggu, saya hanya ingin menyerahkan dokumen ini." ucapnya singkat sambil menundukkan kepala dan berlalu begitu saja meninggalkan ruangan tersebut.


Deg ...


Jantung Arkana berdenyut hebat, ia benar-benar tidak tahu Andara tengah berada diruangannya. Rasa bersalah memenuhi perasaan lelaki tersebut. Padahal, bukankah ini yang dia mau? Membuat Andara sesegera mungkin pergi dari hidupnya.


Andara keluar dari ruangan itu dengan hati yang bertabur rasa kecewa. Ia mendudukkan tubuhnya kasar diatas bangku kerjanya. Bulir-bulir cairan bening itu kini telah membasahi kedua pipi cantiknya.


" Ternyata dia memang sudah lupa kepadaku. " pikirnya dalam hati.


Tak berselang lama, pintu ruangan Arkana terdengar terbuka. Buru-buru ia menghapus airmatanya dan menunduk seolah berpura-pura acuh. Arkana berjalan keluar sambil memapah pelan tubuh Aluna. Hatinyapun seolah tersayat lantaran ia yakin sekertarisnya pasti kini salah paham dengannya.


" Maafkan aku. Mungkin ini memang yang terbaik bagi kita. " batinnya bergejolak. Iapun berlalu dan membawa Aluna untuk memeriksakan kesehatannya.


...----------------...


Hari minggu itupun akhirnya tiba, Arkana bersiap-siap untuk pergi dinner bersama Aluna. Pria itu terlihat sangat tampan dengan kemeja dan jas rapi yang membalut tubuhnya. Ia segera berangkat menuju tempat janjian keduanya.


Aluna dan Glenn telah berada disana terlebih dahulu. Pria itu menginstruksikan wanita tersebut untuk menjelaskan hal-hal apa saja yang harus Aluna lakukan.


" Aku yakin rencana kali ini pasti akan berhasil. " seringai keduanya senang. Pria itu segera pergi sebelum Arkana tiba disana.


Seroja nampak tidak tenang di apartemennya, sejujurnya ia bingung apakah harus datang atau membiarkan suaminya pergi berkencan begitu saja dengan wanita itu. Dalam hatinya ia masih sangat kecewa melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain.


" Rasanya sakit sekali saat mengingatnya." bulir cairan bening itu kembali membasahi wajah cantiknya.


Bersambung,,

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya kedua author. Dukungan kalian semangat bagi Author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2