Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENCARI BUKTI KEJAHATAN HELENA


__ADS_3

" Juragan, saya telah mendapatkan informasi tentang gadis yang kita cari-cari selama ini. Dirinya masuk pemberitaan surat kabar ini." kata seorang pria bertato pada bosnya sambil menyerahkan surat kabar yang ada ditangannya.


Jarot mengambil koran tersebut untuk memastikan. Pria itu menyeringai senang, ternyata benar itu memang Seroja, gadis yang kabur beberapa tahun yang lalu saat akan ia jadikan istri kedua.


" Seleranya tinggi juga, pantas dia memilih kabur dariku. Dia bertambah cantik dan seksi sekarang. Oh,, aku tak sabar ingin mendapatkannya kembali. " ia mencium koran yang ada di tangannya sambil membayangkan gadis yang ada di gambar tersebut.


Jarot tak lain adalah rentenir yang terkenal begitu mencekik warga dikampung Seroja. Pria itu berusia hampir kepala lima, tapi dirinya masih senang membeli wanita-wanita untuk memuaskan nafsunya.


Pak Anwar, bapak Seroja adalah salah satu orang yang paling berhutang banyak padanya. Kebiasaannya berjudi dan mabuk-mabukan membuat pria itu tidak berpikir panjang. Ia selalu meminjam uang pada juragan Jarot, hingga tanpa ia sadari hutangnya menumpuk begitu besar apalagi bunga yang diminta rentenir tersebut sangatlah tinggi.


Hingga suatu hari, ia menjual rumahnya dan membeli rumah yang lebih kecil untuk bisa melunasi hutangnya pada Juragan Jarot. Namun, dirinya tak kapok juga. Ia kembali berhutang pada pria tersebut hanya untuk berjudi dan mabuk-mabukan.


Akhirnya, juragan jarot mendatangi rumah Anwar untuk menagih hutang. Saat mendatangi kediamannya, ia tak sengaja bertemu dengan Seroja yang saat itu sedang libur kuliah. Ia tertarik pada Seroja lantaran gadis tersebut berbeda dengan gadis lainnya. Ia terlihat begitu manis meskipun sedikit tomboy, itu terasa lebih menantang baginya.


Ia memaksa Anwar untuk memberikan putrinya sebagai alat pembayar semua hutang-hutangnya yang telah menumpuk. Dengan terpaksa Anwarpun menyetujui hal itu sebab dirinya tak mungkin menjual rumahnya kembali.


Eneng yang mengetahui hal itu, dirinya langsung menolak mentah-mentah niat Anwar. Ia tak menyangka suaminya tega menjual putrinya sendiri. Berbekal uang yang biasa dikirim keluarga Bianca, dirinya berniat untuk membawa kabur kedua putrinya ke kota tempat Seroja mengontrak. Kebetulan Anwar belum mengetahui alamat kontrakan Seroja.


Sialnya, saat hendak kabur Anwar keburu memergokinya. Pria itu berusaha mengejar anak dan istrinya. Eneng yang begitu gugup tak menyadari bahwa dompet yang berisi kartu ATMnya terjatuh. Saat ia hendak mengambil, ternyata sang suami hampir berhasil menyusulnya.


Seroja dan Intan kompak menarik sang ibu untuk lari bersama mereka. Sedangkan Anwar, dirinya seperti mendapat rejeki nomplok. Iapun segera memungut dompet tersebut dan melihat isinya, tanpa ia sadari dirinya telah kehilangan jejak istri dan anak-anaknya.


Sejak saat itu Anwar menggunakan uang dari Bianca untuk berfoya-foya, sedangkan hutang pada juragan Jarot ia tangguhkan hingga putrinya ditemukan.


Juragan Jarotpun telah lama mencari keberadaan Seroja bahkan hingga ke kota tempatnya berkuliah, tetapi hasilnya nihil. Ia tidak tahu dimana gadis itu tinggal.


Pucuk dicinta ulampun tiba, akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul dengan sendirinya. Iapun meminta anak buahnya untuk menyelidiki keberadaan Seroja dan mencari informasi mengenai gadis itu secepatnya.


" Kalian cari tahu keberadaan gadis itu. Aku akan memakai Anwar sebagai umpan untuk menggiringnya kesini. Oh,, aku sudah tidak sabar untuk memeluknya disampingku, biarpun dia sudah bekas pria lain. " Perintah Jarot pada anak buahnya sambil kembali menciumi koran yang ada ditangannya.


...----------------...


Beberapa hari ini Arkana berangkat seorang diri menuju kampusnya. Ia bingung antara kasihan, iba dan kesal pada Seroja. Kasihan dan iba karena gadis itu menjadi lebih pendiam, murung dan sering mengurung dirinya di kamar.


Sedangkan kekesalannya, lantaran kedua orang tuanya selalu membujuknya menikah dengan Seroja. Menurut mereka ini semua juga karena kesalahannya, ia harus bertanggung jawab atas trauma yang dialami Seroja.


Setelah jam kuliah berakhir, pria itu berniat untuk menyelidiki Helena. Ia harus mencari tahu dan membongkar kejahatan yang dilakukan gadis tersebut kepadanya dan juga Seroja.


Ia secara diam-diam membuntuti mobil Helena yang telah pergi meninggalkan kampus hari ini. Ternyata gadis tersebut melajukan mobilnya dan berhenti disebuah cafe tak jauh dari sana. Helena masuk ke dalam cafe dan terlihat duduk sambil menunggu seseorang.


Arkanapun ikut masuk ke dalam cafe tanpa sepengetahuan gadis itu. Ia duduk di bangku pojok tak jauh dari tempat duduk Helena. Pria itu segera menutupi wajahnya dengan buku menu saat tiba-tiba Helena terlihat memperhatikan sekitar. Gadis itu sepertinya sedang menunggu seseorang.


Arkana memanggil salah seorang pelayan yang hendak menanyakan pesanan pada Helena. Dirinya meminta bantuan pelayan tersebut untuk menaruh sebuah penyadap mini disekitar meja gadis tersebut. Dengan menawarkan imbalan yang cukup besar, akhirnya pelayan itu mau menuruti perintahnya.

__ADS_1


Sungguh tak disangka, dugaan Arkana benar adanya. Salah satu pria yang hendak melecehkan Seroja waktu itulah yang datang menemui Helena. Pelayan itu mengantarkan makanan sambil mencari kesempatan untuk memasang alat penyadap disekitar meja tersebut.


" Kerjamu sangat bagus, tak sia-sia aku membayarmu dengan mahal. Gadis itu sudah beberapa hari ini tidak masuk kuliah. Aku harap dia tidak akan ke kampus selama-lamanya." Helena menyeringai penuh kemenangan.


" Kau tenang saja. Kalau kau butuh bantuan, kau bisa menghubungiku lagi." ungkap pria itu percaya diri.


" Ini imbalanmu. Kau cepatlah pergi dari sini. "


Helena memberikan sebuah amplop pada pria tersebut. Arkana merekam moment tersebut untuk dijadikan bukti kejahatan gadis itu. Iapun segera pergi setelah Helena meninggalkan tempat tersebut.


Setelah itu dirinya berusaha mencari tahu dimana keberadaan fotografer yang sempat memfoto dirinya bersama Seroja. Ia telah meminta salah satu bodyguard Papanya untuk membantu mencari tahu dimana Helena menyewa fotografer tersebut.


Iapun segera menuju alamat yang telah dikirimkan bodyguard sang Papa. Mungkin keberuntungan sedang berpihak padanya. Saat ia baru keluar dari mobilnya, pria itu terlihat baru keluar dari kantor tempat ia bekerja.


Pria itu begitu terkejut ketika melihat keberadaan Arkana disana. Ia berniat untuk kabur lantaran tak ingin berurusan dengan Arkana.


Arkana yang mengetahui hal itu, iapun segera mengejar pria tersebut.


" Hei, berhenti! " ia memegang pundak pria tersebut untuk menghentikan langkahnya, tetapi justru pria itu melakukan perlawanan terhadapnya.


Pertarungan kembali terjadi, tentu saja Arkana dengan mudah dapat meringkus pria tersebut. Ia mengunci tubuh sang fotografer agar tak bisa melarikan diri kembali.


" Tolong, tolong lepaskan aku. Aarghhh.." rintih pria itu saat Arkana semakin mempererat cengkramannya.


" Lepaskan kau bilang? Setelah apa yang kau lakukan padaku? Heh, kupastikan kau akan membusuk di penjara setelah ini. " ancam Arkana padanya.


" A,, aku terpaksa melakukan semua ini sebab istriku sedang sakit keras dirumah sakit. Aku butuh biaya besar untuk pengobatannya. " ungkap sang fotografer.


Arkana tidak ingin percaya begitu saja, tapi dari raut wajah pria tersebut sepertinya ia memang berkata jujur.


" Apa ucapanmu itu bisa kupegang? Baiklah, aku akan meringankan hukuman untukmu asal kau mau menjadi saksi atas apa yang dilakukan Helena." Arkana memberikan penawaran.


Pria itu mengambil ponsel yang berada disakunya serta menunjukkan potret istrinya yang tengah tergolek lemah di rumah sakit untuk meyakinkan Arkana. Dirinyapun bersedia untuk menjadi saksi atas kejahatan Helena yang telah menyebarkan foto vulgar hasil editan tersebut. Akan tetapi, ia meminta perlindungan pada Arkana lantaran ia takut Helena dan Papanya menyakiti keluarganya.


Arkana setuju, pria itu akan tetap dalam pengawasannya hingga waktu persidangan tiba. Ia bisa bernapas lega, sepertinya sebentar lagi kasus ini akan terpecahkan. Dengan begitu dirinya tak perlu menikahi Seroja atas dasar rasa bersalah.


" Helena, tunggu pembalasanku. Aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang kau lakukan padaku dan Seroja. " batinnya senang.


...*******...


Alvin dan Rico telah menyelidiki Helena, mantan kekasih Arkana yang dicurigai telah menyebarkan foto-foto palsu itu. Mereka cukup terkejut lantaran ternyata Helena merupakan putri dari saingan bisnisnya.


Mereka pun mencari informasi mengenai media yang yang menyebarkan berita tersebut. Sesuai dugaan Alvin, ternyata yang menyebarkan berita palsu itu adalah perusahaan Papa Helena. Pria itu sengaja melakukannya untuk menjatuhkan bisnis Alvin yang saat ini menjadi pesaingnya dalam memperebutkan sebuah tender besar.

__ADS_1


Alvin telah menerima bukti-bukti yang dikirimkan Arkana kepadanya. Ia senang sepertinya bukti-bukti tersebut sudah cukup kuat untuk menjebloskan Helena dan Papanya kedalam penjara.


" Semoga saja kasus ini segera terselesaikan. Aku benar-benar tak tega melihat Seroja hanya murung, serta mengunci dirinya dikamar. Aku pun telah meminta Arkana supaya menikahinya. Meskipun berita ini terbukti tidaklah benar, tetapi hal itu tetap saja akan menjadi trauma mendalam untuk Seroja. " tutur Alvin pada asistennya, Rico.


Riko membelalak tak percaya, ia tak menyangka Alvin benar-benar menjalankan ide konyol darinya.


" Kau serius menjodohkan putramu dengan Seroja? Ini zaman modern, rasanya perjodohan seperti itu sudah tidak berlaku. Aku hanya bercanda saja kemarin." terang Rico.


Alvin mendengus kesal, " Kau pikir itu semua hanya semata- mata ide darimu? Aku telah memikirkan hal ini sebelumnya bersama istriku. Kami setuju jika Arkana menikahi Seroja. Kami yakin ia gadis yang baik dan cocok untuk Arkana. " jelas Alvin tak mau kalah.


Rico hanya mampu geleng-geleng kepala, kali ini ia harus pasrah pada keputusan atasannya.


" Baiklah,, semoga apa yang kau pikirkan bersama Bianca itu benar adanya. "


...----------------...


Seroja masih mengurung diri dikamarnya. Beberapa hari ia bolos kuliah karena tak sanggup mendengar cibiran para mahasiswa di kampus. Apalagi, kemungkinan masyarakat sekitarpun akan mencemoohnya jika mereka sadar kalau gadis yang sedang ramai dipemberitaan kemarin adalah dirinya.


Gadis itu teringat pada sapu tangan yang diberikan Arkana. Pria itu pernah memintanya untuk berjanji supaya tidak cengeng lagi setelah melihat sapu tangan tersebut. Ia mengeluarkan sapu tangan itu dari dalam tasnya,


" Seroja kau harus kuat. Jangan jadi cengeng seperti ini." gumamnya sambil menghapus sisa-sisa airmata dengan sapu tangan itu. Dirinya tersenyum memandangi sapu tangan tersebut.


Ia kembali dikejutkan oleh ponselnya yang berdering. Disana tertera nomor baru yang tidak ia kenali. Dirinyapun mengangkat telepon itu untuk memastikan siapa yang menghubunginya.


Terdengar seseorang yang sedang mengancamnya dari balik telepon.


" Kalau kau ingin ayahmu selamat? Cepat kembali ke kampung dan temui juragan Jarot." ancam seseorang dari balik telepon.


Tak berselang lama, orang tersebut mengirimkan sebuah video padanya. Ia begitu terperanjat saat mengetahui beberapa orang memukuli ayahnya hingga babak belur dan mengikatnya dengan sebuah tali.


Hatinya bertambah gelisah, masalah satu belum selesai kini muncul kembali masalah baru. Rasanya ia enggan untuk pulang ke kampung, apalagi mengingat perlakuan ayahnya dahulu. Namun, hati kecilnya sungguh tidak tega melihat sang ayah dipukuli hingga tak berdaya seperti itu.


Beberapa lama ia berfikir, akhirnya gadis itu memutuskan untuk menolong sang ayah. Akan tetapi, dirinya sungguh malu jika harus berterus terang pada keluarga Pramudya. Ia tak ingin menambah beban pikiran keluarga tersebut.


Dirinya memutuskan untuk pergi dari sana, setelah menulis surat sebelumnya.


*Nyonya, Tuan. Maafkan saya sebelumnya karena telah pergi tanpa pamit. Ada urusan penting yang harus saya kerjakan secepatnya. Saya titipkan ibu dan Intan sementara sebelum saya kembali. Maaf sekali lagi karena telah merepotkan keluarga anda.


Seroja*.


Setelah menulis surat tersebut, Seroja pun memutuskan segera pergi dari sana secara diam-diam.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di sini. Kasih like comment rate and vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2