Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
BERNIAT MENYATAKAN CINTA


__ADS_3

Hari minggu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Pagi ini kedua pasangan itu telah bersiap untuk pergi bersama.


Seroja berdiri di depan cermin. Dirinya jadi teringat saat Ardi mengajaknya kesana untuk mengungkapkan perasaannya.


" Apa mungkin dia juga akan mengungkapkan perasaannya padaku? Seroja, kau terlalu percaya diri." batinnya sambil tersenyum seorang diri.


Ingin rasanya ia berdandan secantik mungkin agar Arkana terpesona olehnya seperti Ardi waktu itu. Tapi, dirinya takut Arkana akan meledeknya jika berpenampilan lain dari biasanya.


" Begini sajalah. Toh kami sudah tinggal bersama setiap hari." ia kembali memperhatikan penampilannya dari atas ke bawah.


Arkana sedari tadi memperhatikan tingkah Seroja dari balik pantulan cermin. Pria itu tersenyum, entah mengapa hatinya berkata bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


" Apa kau akan terus tersenyum seorang diri didepan cermin? " ledeknya pada sang istri.


Seketika Seroja menoleh kearahnya.


" Bukan urusanmu, terserah aku. Cepat katakan untuk apa kau mengajakku kesana? "


Berulang kali ia menanyakan hal itu pada Arkana, tapi jawaban Arkana tetap tidak berubah.


" Kau akan tahu sendiri nanti. Ayo cepat berangkat sebelum aku berubah pikiran." pria itu beranjak dari sofa, kemudian pergi meninggalkan kamar diikuti oleh Seroja dibelakangnya.


Langkah Arkana terhenti kala melihat Arzel yang sedang asyik membaca buku bersama Aulia di ruang tengah.


" Sejak kapan pria itu jadi hobby membaca? Aneh sekali." batinnya penasaran. Ia berbalik ke belakang dan meminta Seroja jalan terlebih dahulu.


Seroja maju kedepan, namun tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh tangan Arkaan yang tiba-tiba melilit dipinggangnya.


Sebuah senyum nan tipis terukir di wajahnya, dirinya sudah mulai hafal sifat suaminya.


Aulia tanpa sengaja melihat keduanya yang hendak berjalan keluar.


" Kakak, Seroja! Kalian mau kemana? "


Arzelpun ikut memperhatikan pasangan yang baru saja dipanggil oleh Aulia. Arkana semakin menunjukkan kemesraannya dengan Seroja, seolah menegaskan bahwa wanita itu hanyalah miliknya.


" Kami akan jalan-jalan ke taman hiburan. Sekali-kali ia butuh refreshing supaya tidak jenuh dirumah. Benarkan, Sayang? " pria itu merapatkan tubuh Seroja seraya mencium puncak kepala gadis itu.


" I,, iya benar. " Seroja tampak gugup menjawab.


Aulia berbinar seketika, ia berharap bisa ikut bersama keduanya. Namun, Arkana terpaksa menolak lantaran dirinya memiliki misi tersendiri hari ini.

__ADS_1


" Maafkan kakak. Tapi kali ini kakak sedang ingin berdua saja dengan Seroja. Kami ingin menikmati kebersamaan di hari libur. " ucapnya beralasan.


Aulia memberengkut kesal, tapi mau bagaimana lagi? Kakaknya sedang ingin berdua dengan istrinya.


" Baiklah, selamat bersenang-senang. Jagan lupa oleh-olehnya untukku." gadis itu tersenyum sambil memperhatikan keduanya berjalan keluar rumah.


Arzel memperhatikan raut wajah Aulia yang nampak kecewa.Tercetus di kepalanya sebuah ide yang mungkin membuat gadis itu kembali ceria.


"Apa kau juga ingin jalan-jalan denganku?"


...----------------...


Arkana dan Seroja kini telah tiba ditamab hiburan. Berbeda dengan taman hiburan waktu itu, taman hiburan kali ini terletak di jantung kota dengan wahana yang lebih lengkap. Arkana sengaja memilih tempat yang lebih dekat lantaran ingin segera menuntaskan misinya.


Senyum mengembang sempurna di wajah Seroja tatkala memperhatikan beberapa wahana modern yang ada disana. Seketika ia menarik pria tersebut untuk bermain bersamanya.


Beberapa wahana permaian telah mereka naiki, namun ada satu wahana yang begitu ingin gadis itu lakukan lantaran dapat memacu adrenalinnya.


" Ayo kita naik roller coaster. " gadis itu menarik kembali tangan Arkana untuk ikut bersamanya.


Arkana tiba-tiba mengentikan langkahnya saat hampir tiba didekat wahana itu. Dirinya ragu untuk menaiki wahana yang paling dihindarinya sejak dulu.


" Kau saja yang naik. Aku lebih baik menunggu disini." tolaknya pada Seroja.


Netra Arkana membola sempurna mendengar sindiran gadis itu.


" Aku bukannya takut, hanya saja dari dulu aku enggan menaikinya. Bagaimana kalau kita naik yang lain saja? Akupun masih punya kejutan lain untukmu. Apa kau sudah tidak penasaran dengan hal itu? " rayunya pada sang istri.


Seroja memberengkut kesal, ia berkacak pinggang didepan suaminya.


" Tidak! Ayo, kau harus ikut denganku. " ia kembali menarik lengan pria itu untuk ikut bersamanya.


Arkanapun terpaksa mengikuti kemauan istrinya. Keduanya berteriak histeris kala wahana itu sudah mulai diaktifkan. Selama beberapa menit mereka dibuat meluncur dan berputar hingga menciptakan rasa pusing dikepala.


Pasangan itu segera turun dan berjalan keluar dari wahana.


" Tunggu sebentar." Arkana mengajak berhenti, pemuda itu berjalan menuju got terdekat dengannya.


" Huweekkk...Huweeekkk "


Seroja terbelalak menyaksikan apa yang terjadi pada sang suami. Ia segera menghampiri Arkana untuk memastikan keadaannya.

__ADS_1


" Kau tidak apa-apa? Seharusnya kau bilang kalau kau mabuk jika menaiki wahana itu." ucapnya cemas.


" Huweek...Huweeekk.."


Seroja memberikan minyak angin dan sebotol air mineral untuk Arkana. Pria itu merasa sedikit lega tatkala berhasil mengeluarkan isi dalam perutnya. Sebenarnya ia malu terlihat lemah didepan gadis pujaannya.


" Dari kecil aku memang suka seperti ini jika menaiki roller coaster. Tapi, Mama justru menertawakanku. Ternyata diriku tak jauh beda dengan Papa yang suka mabuk saat menaiki wahana ini." jelasnya pada Seroja.


Gadis itu menahan tawanya, dirinya tak mengira hal seperti itu saja bisa diturunkan Papa Alvin pada putranya.


" Aku tak menyangka pria berbadan kekar seperti kalian bisa ditaklukkan oleh wahana seperti itu." tawa yang sedari tadi ia tahan akhirnya pecah seketika.


Arkana mengerucutkan bibirnya, " Sepertinya kau puas sekali bisa mengerjai suamimu. " gerutunya kesal.


" Maaf,, maafkan aku. " gadis itu kembali tertawa sambil membayangkan jika keduanya naik bersama-sama.


Arkana membuang nafas kasar, namun ia senang membuat Seroja terhibur karenanya.


" Sudah, hentikan tawamu itu. Aku lapar, lebih baik kita mencari makan sekarang."


Pria itu memegangi perutnya yang telah kosong lantaran terkuras barusan. Dirinya membawa Seroja menuju salah satu restoran yang nampak sepi dari pengunjung.


" Kau tunggu disini sebentar. Aku akan pergi mengambil sesuatu yang tertinggal didalam mobilku. " izinnya pada sang istri.


Seroja mengiyakan, ia memesan minuman terlebih dahulu untuk menyegarkan tenggorokannya yang kering karena haus.


Arkana keluar menuju mobilnya dengan tergesa-gesa. Diambilnya seikat bunga yang sengaja ia simpan di bawah bangku belakang agar tak diketahui oleh Seroja.


" Semoga dia menyukainya dan menerima saat aku menyatakan cinta kepadanya."



Arkana tersenyum menatap bunga tersebut. Dengan penuh semangat ia berlari kembali menuju restoran. Namun, langkahnya terhenti seketika kala melihat seseorang yang begitu dikenalnya berada dihadapannya saat ini.


" Aluna? " pria itu mematung seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Hal ini tidak pernah ia duga sama sekali.


Gadis itu berlari mendekat, kemudian berhambur memeluk kekasihnya.


" Aku sangat merindukanmu. "


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2