Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MALAM MENCEKAM DI HUTAN


__ADS_3

Flashback On...


Dentuman musik yang memekakkan telinga ditambah sorot lampu disco yang berwarna-warni membuat Aluna semakin liar menari diiringi musik yang disuguhkan oleh seorang DJ di salah satu club malam ibukota.


Gadis itu nampaknya stress mengingat perlakuan Arkana yang seolah menghinanya saat datang kekediamannya. Ia meluapkan kekesalannya dengan menari sepuas mungkin di club malam tersebut.


" Baby,, kau semakin menggoda saja. "


Glenpun ikut menari, keduanya sengaja membuat janji temu di tempat itu. Aluna menyunggingkan sebuah senyuman sambil menenggerkan kedua tangannya di atas leher lelaki itu.


" Aku butuh bantuanmu." ia mencium sekilas bibir pria tersebut dan sengaja menggodanya.


Kita lihat saja seberapa dahsyat permainanmu hingga mampu membuatku menuruti keinginanmu."


Glenn menyeringai senang. Pria itu mengkode anak buahnya untuk segera pergi dari sana. Ia sudah tak sabar mencicipi mangsa yang didapatnya malam ini.


Yah, Aluna kembali menjatuhkan diri pada mafia itu. Ia meminta bantuan lelaki tersebut untuk melenyapkan nyawa seorang wanita yang selama ini ia anggap sebagai bayang-bayang dalam hubungannya dengan Arkana.


" Sepertinya kau sangat mencintai pria itu?" ucap Glen yang seakan belum puas menjelajahi tubuh polos wanita itu dengan bibirnya.


" Aku memang cinta, tapi lebih tepatnya sakit hati. Iapun akan merasakan kesedihan mendalam melebihi yang aku rasakan akibat penghinaannya. Aku akan tertawa saat melihatnya menangis di depan jasad wanita yang dipilihnya itu." ungkapnya dengan penuh amarah.


...----------------...


Flassback On...


Seroja menerobos masuk ke dalam hutan. Netranya terlihat siaga mengawasi sekitarnya. Bukan apa-apa, dirinya hanya khawatir akan adanya binatang buas maupun hewan melata yang berada di sekitarnya lantaran jarak pandangnya sedikit berkurang akibat kabut dan gelapnya malam yang kurang pencahayaan.


" Kemana dia? Aku sudah berjalan sejauh ini, tapi tak juga menemukan keberadaannya." gerutunya seorang diri.


Wanita itu meneruskan perjalanannya, namun dirinya tak kunjung menemukan pria yang ia cari. Timbul niatnya untuk kembali ke tempat perkemahan, siapa tahun saja sang suami telah kembali kesana.


Seroja berbalik arah, ia memutuskan kembali saja mengingat malam semakin larut. Namun, saat hendak kembali dirinya mendengar suatu pergerakan di balik semak-semak.


" Hei, siapa itu? Arkana, apa itu kau? Tolong jangan main-main. Tidak lucu tau." gadis itu mencebikkan bibrnya lantaran kesal.


Dirinya kembali waspada, iapun harus memperhitungkan hal buruk yang bisa saja terjadi diluar dugaannya.


Huuppphhh...


Gadis itu segera menghindar saat merasakan serangan seseorang dari arah belakang. Netranya menatap tajam saat menyadari seseorang dengan sengaja mencelakainya.


" Siapa kalian?!" bentak Seroja sembari memasang kuda-kuda. Kini dirinya berhadapan dengan beberapa pria bersenjata yang tengah bersiap menyerangnya.


Tanpa menjawab para pejahat itu langsung melancarkan serangan pada Seroja.


Buughhh...Buuughhh..Hupp..Hup...


Serangan demi serangan berhasil ditangkis oleh Seroja. Iapun harus waspada dengan senjata tajam yang bisa saja melukainya.

__ADS_1


Bruughhh...


Salah satu penjahat berhasil ia lumpuhkan. Dengan segera iapun merebut senjata yang telah terbengkalai ditanah.


" Kurang ajar. Ayo kita kembali menyerangnya bersama-sama! " perintah salah seorang diantaranya.


Pertempuran sengit kembali terjadi, serangan demi serangan ditujukan kepada Seroja. Gadis itu berusaha melawan sekuat tenaganya. Beberapa tendangan ia layangkan ke arah para penjahat itu hingga membuat beberapa diantaranya terjungkal seketika.


Ssrreeettt...


Sebuah pisau berhasil menggores pungggungnya, untung wanita itu menggunakan mantel tebal sehingga pisau itu tak mampu menembus kulit dagingnya.


Aaarrghhhh....


Seroja merasakan nyeri di bagian dada sebuah pukulan berhasil melumpuhkannya. Posisinya terjepit kali ini, ia tidak mungkin melakukan perlawanan kembali. Mereka cukup kuat dan iapun kalah jumlah dengan mereka.


Tanpa berpikir panjang, ia segera berlari secepat mungkin untuk menghindar.


" Kurang ajar ! Ayo cepat kejar dia. " teriak salah satu diantara mereka.


Seroja semakin panik, nafasnya terengah-engah akibat berlari cukup jauh. Rasanya ia tak sanggup lagi untuk meneruskannya. Dengan terpaksa, ia bersembunyi dibalik semak belukar yang ada disana.


Suasana begitu mencekam malam ini, hembusan nafasnya saja seolah terdengar oleh sekitarnya. Gadis itu memegangi degub jantungnya yang berdetak tak beraturan lantaran takut.


" *Apa mungkin aku akan mati hari ini. Ya Alloh,, aku berharap ada seseorang yang datang menolongku sekarang. " Ia teringat sang suami yang begitu ia rindukan, setidaknya ia tak ingin mati sebelum bertemu suaminya.


...----------------...


Terdengar langkah beberapa orang yang mendekat ke arahnya. Seroja segera memegangi jantungnya untuk menenangkan agar tak terdengar oleh mereka.


" Kemana perginya wanita itu ! Kita harus segera menemukannya jika tak ingin terkena amukan bos." bentaknya kesal pada yang lainnya.


Krek...


Netra Seroja membola seketika saat tanpa sengaja dirinya menginjak ranting pohon yang ada di belakangnya.


" Itu dia disana! " teriak salah satu penjahat yang berhasil menemukannya.


Seroja tak dapat lagi menghindar, dirinya harus berjuang dan melawan hingga titik darah penghabisan.


Penjahat itu menyeringai penuh kemenangan.


" Mau lari kemana lagi kau? Tamatlah riwayatmu sekarang juga, Nona manis." ia mengkode anak buahnya untuk kembali menyerang.


Hup..Hup..Hup..


Buughh..Buughhh...


Seroja kembali bertarung, ia berhasil menjatuhkan para musuhnya hingga terjengkang ke tanah.

__ADS_1


" Tidak semudah itu untuk membunuhku. Coba saja kalau kalian masih punya nyali ! " tantangnya kembali.


Para penjahat itu kembali bangun dan melakukan serangan. Kali ini mereka bersiap dengan senjata tajam. Seroja kembali menangkis beberapa senjata yang mereka gunakan dengan pisau ditangannya.


Wanita itu kembali kewalahan, pisaunya terjatuh dan dirinya terjengkang akibat tendangan salah satu penjahat. Penjahat itu dengan penuh amarah segera melayangkan pisau kearahnya.


Seroja menutup kedua matanya, ia pasrah jika memang sekarang ia harus meninggal di tempat ini. Setidaknya ia telah berjuang hingga titik darah penghabisan.


" Arkana,, selamat tinggal. "


Dirinya seolah melayang, tubuhnya seaka terjatuh dan berguling-guling di atas tubuh seseorang. Gadis itu membuka mata, dirinya terperanjat menatap pria yang mendekapnya.


" Arkana? "


Pria itu tersenyum tipis, " Maaf sayang, aku hampir saja terlambat datang. "


Pria itu segera berdiri dan menatap tajam pada para penjahat tersebut.


" Berani-beraninya kalian menyakiti istriku! Kupastikan kalian akan mati di tempat ini! " Arkana terbakar amarah, luka di tangannya akibat melindungi Seroja seolah tak dirasakannya lagi.


Duughhh...Duughhh...Duughhh..


Pemuda itu menyerang secara membabi buta. Seketika para penjahat tersebut tersungkur ke tanah.


Tak berselang lama, Arzel dan mahasiswa lainya datang dengan membawa obor ditangannya. Para penjahat itu begitu tegang melihat mereka berbondong-bondong hendak menangkapnya. Mereka segera lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu.


" Hei,, mau kemana kalian! " teriak Arkana tak terima. Para mahasiswa berlari mengejar penjahat tersebut untuk menangkapnya.


Iapun hendak mengejar para penjahat itu, tapi Seroja langsung memeluk tubuhnya untuk mencegah sang suami.


" Biarkan saja. Yang penting kita semua selamat."


" Aku heran,, siapa sebenarnya mereka? Kenapa mereka ingin melukaimu?" tanyanya penasaran sekaligus kesal.


...----------------...


Para penjahat segera berlari menuju jalan raya. Nafasnya terengah-engah saat tiba disamping mobil mereka. Untung saja mahasiswa tadi kehilangan jejak mereka.


Seseorang yang tengah duduk manis dibangku belakang mobilnya segera menurunkan kaca saat melihat kedatangan anak buahnya.


Raut wajah mereka berubah ketakutan saat melihat wajah di balik kaca mobil.


" Bagaimana, apa kalian berhasil melakukan tugas? " ia menatap tajam pada anak buahnya.


" Maaf Tuan,, kami gagal. Para mahasiswa mengetahui keberadaan kami. Jumlah mereka begitu banyak." jawab salah satu diantaranya gugup.


" Bodoh, kalian. Cepat pergi dari sini sebelum mereka menemukan kita! "


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..🤗


__ADS_2