
Seroja telah kembali ke apartemen milik Arkana. Beberapa saat dirinya menghabiskan waktu untuk bersantai dan tiduran untuk merenggangkan otot-ototnya yang lelah. Wanita itu tersenyum seorang diri saat mengingat kejadian sore tadi ketika sang suami hampir saja menciumnya.
" Manis sekali." batinnya gemas.
Ting...Tong...
Lamunannya buyar kala terdengar pintu apartemennya berbunyi. Wanita itu segera beranjak untuk memastikan siapa yang datang. Terlihat dari lubang pintu Nyonya Almira dan sang asisten tengah berkunjung kesana. Iapun segera membuka pintu dan mempersilahkan keduanya masuk.
Nyonya Almira menjelaskan maksud kedatangannya. Mereka berencana untuk meringkus Glenn yang kabarnya akan melakukan transaksi obat-obatan terlarang minggu ini. Mereka berharap setelah rencana tersebut berhasil, Seroja bisa dengan mudah kembali ke keluarganya.
" Oh ya Nona. Ada satu lagi, saya sering melihat Glenn pergi dengan wanita ini. Mereka sepertinya begitu dekat. Apa mungkin anda mengenalnya?" tanya asisten Nyonya Almira sembari menyodorkan beberapa lembar foto hasil penyelidikannya.
Netra Seroja membola secara sempurna. Tentu saja ia kenal baik dengan wanita didalam foto tersebut.
" Aluna? Jadi selama ini dirinya bersekongkol dengan pria ini? Tapi, kenapa dia terlihat akrab dengan pria ini? Bukankah dia begitu tergila-gila dengan suamiku? " tanyanya penasaran.
" Tepatnya bukan hanya dengan pria ini saja, Nona. Setelah kami selidiki, wanita ini memang sering menghabiskan waktu bersama orang-orang berkelas. Sepertinya ia seorang wanita malam." jelas sang asisten.
Seroja sungguh tak menyangka, gadis itu lebih buruk dari perkiraannya. Padahal Arkana selalu berpikir positif dan menganggap wanita itu seorang gadis baik-baik. Nyatanya ia tak lebih dari seorang pelacur.
" Suamiku pasti kecewa mengetahui kenyataan ini. " batinnya yakin.
...----------------...
Malam ini Glenn menghabiskan waktunya bersama Aluna. Meskipun ia hanya memanfaatkan wanita itu, namun tidak dapat dipungkiri gadis tersebut memiliki permainan yang begitu panas diatas ranjang. Ia bisa mengimbangi permainan Glenn yang begitu maniak akan ****.
Aluna sendiri sebenarnya sudah tidak tahan berada disisi pria tersebut. Dirinya teringat saat Arkana memberinya kesempatan untuk bisa dekat dengannya meskipun diawali dari sebuah persahabatan kembali. Ia yakin lambat laun Arkana akan kembali luluh kepadanya saat ia mulai melupakan istrinya yang telah meninggal.
Namun, apa boleh buat. Glenn benar-benar telah menjeratnya dalam pusara gelap. Ia tak bisa menjauh dari pria tersebut lantaran dirinya telah menjadi pecandu narkoba saat ini. Dan hanya dengan berada disisi Glenn dirinya busa dengan mudah mendapatkan obat-obatan tersebut.
Keduanya baru saja melewati malam panasnya, Glenn mencium setiap jengkal tubuh polos Aluna yang sudah seperti candu baginya.
" Baby, aku mau kau menjebak pria itu kembali." pintanya pada Aluna.
" Apa maksudmu?" tanya gadis itu berpura-pura tak mengerti.
Pria itu mengambil sebuah botol kecil yang tersimpan dibalik nakasnya dan menunjukkannya pada Aluna.
__ADS_1
" Ini obat perangsang yang sangat mujarab. Sedikit saja pria itu meneguknya, dia pasti tidak akan mampu menahan hasratnya padamu. Berikan ini padanya, jebak dia supaya tunduk kepadamu. Setelah itu, kita sebarkan videonya kepada publik. Aku yakin nama baik pria itu dan keluarganya pasti akan hancur seketika. " perintah Glenn pada Aluna.
Wanita itu terkesiap, rencana itu memang pernah terbersit dikepalanya, namun tidak untuk saat ini. Dirinya ingin mendekati Arkana secara halus. Jika Arkana tahu dia menjebaknya, pria itu pasti akan sangat membencinya atau bahkan bisa berbuat lebih buruk daripada itu.
" Aku tidak bisa. Arkana pasti akan membenciku atau bahkan membalas dendam kepadaku. Sudahlah lupakan saja tentangnya, kau tidak punya urusan apa-apa lagi dengannya." tolak Aluna.
Seketika amarah Glenn membucah, pria itu mencengkeram dagu Aluna karena geram.
" Turuti saja perintahku atau aku sendiri yang akan menghabisi nyawamu saat ini juga ! Apa kau tak tahu siapa aku, Hah? Aku pasti akan menjamin keselamatanmu. Kau jangan bodoh, percuma saja kau mengejarnya. Lelaki itu tidak akan pernah mencintai wanita murahan sepertimu. " hinanya sambil menghempaskan wajah Aluna dengan kasar.
Aluna benar-benar frustasi, ingin sekali dirinya terlepas dari Glenn, namun hal itu sepertinya sangatlah mustahil. Glenn bukan orang sembarangan, dirinya mungkin hanyalah seperti seekor semut yang dengan sangat mudah diinjaknya. Dengan terpaksa, iapun menerima obat tersebut dari tangan sang mafia.
" Bagus Baby,, aku suka wanita penurut sepertimu." seringai pria itu senang.
Wanita itu hendak beranjak dan memunguti pakaiannya, tapi tiba-tiba dirinya merintih kesakitan hingga membuat Glenn terkejut karenanya.
Aaarghhh...
Rintih Aluna sambil memegangi bagian perutnya.
" Ada apa denganmu? Kenapa kau berkeringat dingin seperti ini?" tanya Glenn cemas, ia heran saat merasakan keringat dingin menjalar di sekujur tubuh wanita tersebut.
Sebuah smirk menghiasai wajah Glenn,,
" Jangan berkata seperti itu atau aku akan membuatmu terkapar ditempat ini kembali, Baby." ucapnya sembari menciumi tengkuk leher wanita tersebut.
...----------------...
Seroja kembali masuk kantor hari ini, dirinya sengaja berangkat lebih awal untuk meminta maaf pada Arkana atas kejadian kemarin.
Arkanapun telah telah berada dikantornya, dirinya memang tidak pulang. Seperti biasa, ia menginap di kantornya, menghabiskan waktu untuk berkutat dengan pekerjaan. Namun, semenjak Andara menegurnya agar tidak mabuk-mabukan kembali, entah mengapa pria itu kini menjauhi minuman tersebut.
Pria itu keluar sebentar dari ruangannya, dirinya hanya mengenakan kemeja dan penampilannya nampak kusut pagi ini. Netranya terkejut melihat sosok Seroja yang telah berada dikantor saat ini. Begitupun Seroja, ia tak menyangka pria itu telah berada di ruangannya.
Keduanya bertatap sekilas, namun Arkana segera mengalihkan pandangannya. Ia berpura-pura acuh dan berniat keluar kantor sebentar.
" Tunggu, Pak."
__ADS_1
Tahan Andara membuat pria itu menghentikan langkahnya. Gadis itupun berjalan mendekat menghampiri pria tersebut.
" Aku ingin meminta maaf sekaligus berterimakasih atas kejadian kemarin. Aku menyesal lantaran bersikap lancang terhadap atasan." ungkapnya menyesal.
Arkana membuang nafas berat, perasaan aneh kembali menjangkiti dirinya. Dirinya merasa gugup saat berdekatan dengan wanita tersebut.
Pria itu berbicara tanpa menatap lawan bicaranya.
" Tidak mengapa. Lupakan saja kejadian itu dan anggaplah tidak pernah terjadi. " jawab pria itu kemudian berlalu meninggalkan Andara.
Wanita itu mematung, terlihat jelas bahwa pria tersebut memang sengaja menghindarinya.
" Jangan menyerah Seroja, kau harus selalu bersikap baik untuk mendapatkan simpatinya kembali." iapun kembali duduk diatas kursi kerjanya.
Tak berselang lama, Arkanapun kembali ke kantornya setelah menikmati secangkir kopi di cafe yang buka 24jam didekat kantor. Tanpa sengaja, dari seberang ia melihat Aluna yang tengah melambaikan tangan ke arahnya.
Yah, pagi ini wanita tersebut memang sengaja ingin mengunjungi kantor Arkana. Apalagi kalau bukan ingin menjalankan misi yang ditugaskan Glenn padanya. Iapun segera berlari menghampiri Arkana, senyum mengembang sempurna di wajahnya saat bertemu dengan pria tersebut.
" Kau tidak keberatan aku mampir ke kantormu kembali bukan?" sapanya manja.
Arkana tersenyum tipis, dirinya ingat bahwa ia telah menawarkan persahabatan bersama Aluna.
" Tentu saja, tidak. Ayo, ikut aku ke dalam." jawabnya ramah.
Hati Aluna berbunga-bunga, sikap Arkana semakin manis terhadapnya. Ia memberanikan diri menggandeng tangan pria tersebut, tapi anehnya Arkana tidak menolak kali ini.
Keduanya berjalan memasuki kantor, beberapa karyawan yang telah tiba ikut terkejut melihat sang atasan mulai dekat dengan perempuan lain. Mungkin ini akan membawa angin segar agar sang atasan kembali baik seperti dulu lagi.
Tap...Tap...Tap...
Langkah sepatu saling bersahutan terdengar menggema di lorong menuju ruangan Arkana. Andara yakin, itu pasti suaminya yang telah kembali. Iapun segera berdiri dan menunduk hormat pada pria tersebut.
" Selamat pagi, Pak." ia mulai mengangkat kepala dan memberikan senyuman ramah pada atasannya. Namun, seketika senyum itu surut dan berubah menjadi kepalan tangan saat melihat sosok yang paling ia benci tengah berada disamping suaminya, apalagi tangan wanita itu terlihat melingkar di lengan Arkana.
" Kurang ajar. Apa yang tengah dilakukan wanita itu disini ! " batinnya geram. Aluna telah menyulut api cemburu didalam dadanya.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya....