Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
LAST EPISODE- SELAMANYA KITA AKAN BERSAMA


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Arkana berniat untuk mengajak sang istri jalan-jalan. Ia tidak ingin melewatkan waktu yang cuma beberapa hari ini selain untuk menghabiskan waktu bersama sang istri.


Seroja begitu senang, ini adalah kali pertama dirinya pergi berlibur keluar negeri. Sekalipun tak pernah terbersit dalam pikirannya akan dapat menikmati suasana seperti ini.


Keduanya saling bergandeng tangan, sembari menikmati sejuknya kota Jepang saat musim semi seperti ini. Sesekali mereka mengabadikan moment-moment indah di kota Tokyo.


" Sayang,, bagus sekali bunga sakura disini. Aku ingin sekali menanamnya dirumah. " ungkap Seroja sembari menatap takjub bunga-bunga yang sedang bermekaran.


" Tentu saja,, di Indonesiapun sudah ada di toko-toko penjual tanaman hias. Nanti aku akan memesannya untukmu. Cup. " sebuah kecupan mendarat di kening Seroja.


" Tidak. Aku maunya yang langsung dari sini. Kita bawa untuk oleh-oleh saat kembali ke Indonesia. " pinta Seroja merajuk.


Arkana membatin,, mungkinkah istrinya masih dalam fase nyidam? Rasanya sungguh aneh, biasanya orang akan membawa oleh-oleh berupa makanan atau souvenir. Bukan tanaman seperti ini.


Tapi apa mau dikata, pantang baginya menolak permintaan sang istri.


" Baiklah. Kita akan membawa beberapa nanti. " ia mengiyakan permintaan sang istri kembali.


Sebuah mobil mewah berhenti didekat mereka, seseorang tiba-tiba keluar lalu memberikan penghormatan pada keduanya.


" Siapa orang ini?" Seroja menatap penuh tanya pada sang suami.


Arkana tersenyum, ia kembali menggenggam erat tangan istrinya. " Nanti kau akan tahu sendiri. Ayo, ikutlah denganku. "


Tanpa banyak tanya Seroja mengikuti Arkana masuk kedalam mobil. Pikirannya masih penasaran kemana sang suami akan membawanya.


Mobil berjalan pelan, Arkana memang sengaja meminta sang sopir menyetir sedikit lambat agar sang istri puas melihat pemandangan kota yang terkenal indah tersebut.


Netra Seroja sibuk memperhatikan sisi jalan, namun rasa keingintahuan dalam dirinya masih menggebu-gebu hingga saat ini.

__ADS_1


" Kita mau kemana?" tanyanya untuk kesekian kali.


" Sudahlah. Nanti kau akan tahu sendiri. " jawaban sang suami tidak berubah sedari tadi.


" Tapi kenapa belum saja sampai. Ayolah cepat kasih tahu aku kemana kau akan membawaku pergi. " kali ini tatapannya memelas.


Arkana menahan tawa saat melihat sang istri mengeluarkan jurus seperti itu.


" Untuk apa aku memberitahumu. Meski kuberi tahu kau pun tidak akan mengerti. Kau sama sekali tidak mengetahui daerah-daerah disini. Percuma bukan? " ejek pria itu pada sang isti.


Seroja mengerucutkan bibirnya karena kesal dan " Cup". Satu ciuman berhasil didaratkan dengan manis oleh Arkana di bibir candunya.


" Kau ini ! Apa tidak malu dengan Pak Supir. " tegur Seroja menahan malu. Meskipun dalam hati ia merasa berbunga-bunga mendapat perlakuan manis seperti itu.


" Tenang saja. Pak Sopir kalau mau tinggal minta pada istrinya saat dirumah nanti. " jawab pria itu enteng.


Cekit. Aww...


Setelah menghabiskan waktu hampir satu setengah jam perjalanan. Akhirnya mereka tiba disebuah pegunungan dimana disana banyak terdapat balon udara.


Seroja menatap takjub, dengan segera ia turun dan berlari keluar untuk menikmati pemandangan nan indah disertai beberapa balon gas yang terbang diangkasa.


" Ayo.."


Arkana menggandeng kembali tangan istrinya menuju salah satu balon udara. Tentu saja dengan senang hati Seroja menerima ajakan sang suami.


Perlahan balon udara mulai naik ke udara. Seroja begitu bersemangat menikmati pengalaman pertamanya.


" Wah.. Lihatlah pemandangan dari atas sini. Indah sekalii.." ungkapnya takjub.

__ADS_1


Arkana menghampiri sang istri. Seroja sedikit terkejut saat pria itu memeluknya dari belakang sambil menyandarkan kepalanya di pundak sang istri.


" Kau menyukainya? " tanyanya sembari membenahi anak rambut sang istri yang ikut berterbangan.


" Heeummm. Aku senang sekali. Makasih sayang. cup..." Seroja mencium pipi Arkana sekilas kemudian kembali fokus menikmati pemandangan yang terhampar dihadapannya.


Pria itu gemas dengan tingkah istrinya. Wanita itu begitu manja sekarang, tapi dirinya justru lebih senang Seroja seperti sekarang.


" Apa kau punya uneg-uneg yang ingin dikeluarkan? " tanyanya kembali.


" Maksudmu? " Seroja tak memgerti.


" Yah,, mungkin suatu isi hati yang ingin diungkapkan atau apa. Kau bisa berteriak sesukamu dari sini. Pasti akan lebih puas. Apa kau ingin mencobanya?"


Seroja setuju dengan usulan suaminya. Wanita itu mengambil nafas dalam-dalam sebelum memulai berteriak.


" Arkana Nuraz Aryasatya Pramudya aku mencintaimuuu..." teriakan lantangnya cukup mengejutkan sang suami.


" Seroja aku lebih-lebih mencintaimuuuu..." balas Arkana tak kalah lantangnya.


Tatapan mereka saling mengunci. Seroja menatap lekat manik mata hitam sang suami.


" Berjanjilah kita akan selalu bersama dan saling mencintai hingga maut memisahkan. " ucapannya menjadi serius saat ini.


Arkana tersenyum simpul.


" Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu dan buah hati kita. " Netranya menatap perut sang istri yang sudah mulai membesar.


Suasana syahdu menambah keromantisan keduanya saat ini. Mereka saling mengecup dan menyatukan bibir satu sama lain sebagai ungkapan rasa cinta keduanya. Momen bulan madu ini tak kan pernah terlupakan dari bemak keduanya.

__ADS_1


Bersambung...


Maaf yang sebesar-besarnya karena author menggantung cerita ini lumayan lama ya dikarenakan hal pribadi. Terimakasih untuk para pembaca yang telah mendukung dan mengikuti cerita Arkana dan Seroja hingga akhir.


__ADS_2