Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
DIUSIR DARI MANSION


__ADS_3

Dert...Dert...Dert...


Sebuah pesan singkat masuk ke ponsel Bianca. Ia merasa aneh sebab nomor tersebut tak dikenalinya.


Deg...


Degub jantungnya seolah berhenti saat ia membuka pesan gambar yang dikirim nomor asing tersebut. Sebuah surat kontrak pernikahan yang ditanda tangani oleh putra dan menantunya.


Disitu tertulis bahwa keduanya sepakat untuk menikah selama setahun, tanpa ada hubungan fisik dan setelah setahun mereka akan bercerai dengan imbalan 10 milliar untuk Seroja. Namun, wanita itu harus pergi sejauh mungkin dari keluarganya.


"Tidak...Tidak mungkin! Ini pasti hanyalah rekayasa."


Seketika ia menghubungi nomor asing tersebut lantaran kesal.


" Apa maksudmu mengirimkan surat tersebut padaku? Siapa kau sebenarnya?" bentaknya dari balik telepon.


Glenn menyeringai, sepertinya wanita itu mulai terpancing jebakannya.


"Jika anda ingin tahu kebenarannya, silahkan datang ke cafe Zz sekarang juga. Aku akan menjelaskan semuanya pada anda disana. Aku Glenn, kekasih Seroja."


Jleb...


Hati Bianca seolah tertusuk sembilu saat ia mendengar ada yang mengaku sebagai kekasih menantu kesayangannya itu.


Ingin sekali rasanya ia membuang pikiran buruk dalam hatinya, namun pada surat kontrak yang dikirim pria tersebut terdapat tanda tangan asli anak dan menantunya. Apalagi sejak awal rencana pernikahan, keduanya sama-sama menolak tegas perjodohan mereka. Namun, tiada angin tiada hujan keduanya tiba-tiba saja mau menikah.


Hati Bianca bimbang, ragu-ragu ia menjawab ajakan pria tersebut.


" Baiklah. Aku akan datang kesana."


Dengan segera wanita paruh baya tersebut mengganti pakaiannya. Dirinya meminta Pak Kusno untuk mengantarnya ke cafe tersebut.


...----------------...


Sekitar lima belas menit, akhirnya Bianca tiba di cafe yang dimaksud. Netranya berputar mencari keberadaan seseorang. Glenn melambaikan tangan untuk memberitahukan keberadaannya pada wanita tersebut.


" Silahkan duduk, Nyonya. " sapanya pada wanita yang wajahnya nampak tak bersahabat tersebut.


" Tidak perlu banyak basa basi. Cepat katakan apa maksudmu mengirim surat itu padaku?" tanyanya penuh emosi.


Glenn kembali menyeringai,


" Tidak perlu emosi seperti itu, Nyonya. Saya hanya menunjukkan kenyataan bahwa putra anda dan kekasihku, Seroja. Mereka berdua hanyalah terikat nikah kontrak. " tegasnya pada Bianca.


Dada Bianca begitu sesak mendengar penuturan lelaki itu. Namun, dirinya berusaha mengontrol perasaannya dan tidak mau percaya begitu saja meskipun surat kontrak tersebut asli dan tertulis di atas materai.


" Jangan pernah mengumbar fitnah dalam keluargaku atau kau akan menyesal telah berurusan dengan keluarga Pramudya! " tegasnya.


" Aku berbicara apa adanya, Nyonya. Kami telah lama berpacaran. Aku kenal dekat dengan kedua orang tua dan adiknya. Dia terpaksa setuju menikah kontrak lantaran ingin menolongku dalam hal finansial. Dan Arkana terpaksa menikahinya karena anda sangat ingin Seroja menjadi menantu anda."


" Waktu itu perusahaanku hampir koleps, dirinya melakukan semua itu untuk mendapatkan uang sebagai modal usahaku jika ternyata bangkrut. Tapi sekarang, usahaku telah bangkit dan aku ingin segera menikahinya." pria itu seolah bersungguh-sungguh.


" Anda juga mengenal Aluna bukan? Seroja mengatakan jika putra anda masih sangat mencintai wanita itu dan dia akan menikahinya setelah berpisah dengan Seroja."


Brakkk..

__ADS_1


" Hentikan omong kosongmu itu! Anak dan menantuku tidak akan berbuat setega itu kepadaku!" Kesabaran Bianca terkikis sudah.


" Glenn menanggapi wanita itu dengan santai, sepertinya Bianca sudah termakan oleh hasutannya.


" Terserah anda percaya atau tidak. Saya mengatakan kebenarannya. Ini foto kebersamaanku dengan keluarga dan kekasihku. " ia melemparkan foto tersebut ke hadapan Bianca.


Airmata wanita itu meleleh sudah, ternyata pria itu memang dekat dengan keluarga Seroja dan lagi terlihat kemesraannya bersama Seroja di foto lainnya.


" Ternyata dia benar- benar tega membohongiku setelah kebaikan yang aku berikan selama ini pada mereka. "


Bianca berlari pergi meninggalkan tempat tersebut. Hatinya terlalu sakit membayangkan kebohongan yang dilakukan anak dan menantunya.


Glenn tertawa penuh kemenangan, akhirnya siasatnya kali ini berhasil.


" Sebentar lagi perang akan dimulai, kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya. " batinnya senang.


...----------------...


Bianca segera masuk ke dalam mansionnya. Sepanjang jalan ia berusaha menahan air mata hingga sekarang sudah tak mampu dibendungnya kembali.


Bu Yani dan Mbak Sumi heran, tidak biasanya sang majikan sampai menangis seperti itu. Namun, keduanya tak berani menegur sebab sepertinya majikannya sedang ada masalah.


Bianca segera memasuki kamar putranya. Ia membongkar isi lemari Arkana dan Seroja barangkali bisa menemukan surat kontrak pernikahan tersebut.


Seluruh isi lemari telah diperiksanya, namun dirinya tak menemukan keberadaan surat tersebut. Hingga netranya beralih pada ranjang dan nakas yang berada disamping ranjang itu.


Ia membuka dibawah bantal dan sprei, tapi sia-sia saja, surat itu tidak ada disana. Tempat terakhir yang belum ia periksa tinggalah nakas. Ragu-ragu ia membuka laci nakas satu persatu. Tangannya bergetar saat memegang sebuah map coklat bertali yang tersimpan di laci paling bawah.


" Semoga bukan ini." ia mulai membuka tali map tersebut perlahan.


" Kenapa kalian tega membohongi Mama seperti ini." batinnya terluka.


...----------------...


Seroja akhirnya tiba di mansion mertuanya. Dirinya memperhatikan suasana di rumah yang begitu sepi. Sepertinya Aulia dan Arzel masih belum pulang dari kampus.


Saat berjalan melewati ruang keluarga, dilihatnya Killa yang sedang bermain dengan mbak Sumi.


" Kak Seroja! " gadis kecil itu berlari menghampiri dan meminta gendong kepadanya.


" Hai sayang, tumben bermain sendiri? Mama kemana? " tanyanya sambil mencium pipi cubby gadis itu yang begitu menggemaskan.


Gadis itu mengerucutkan bibirnya, " Killa kesal, Mama tidak mau bermain sama Killa. Matanya merah sakit kena bawang katanya. " ungkap gadis kecil nan polos tersebut.


Seroja mengernyitkan dahi sambil berpikir,


" Apa Mama sedang menangis? Tapi kenapa?" batinnya bertanya-tanya.


Mbak Sumi yang kebetulan ada disana segera menghampiri menantu majikannya itu.


" Iya Non. Tadi saat Nyonya pulang kerumah. Nyonya terlihat menangis dan langsung menuju lantai atas." jelas Mbak Sumi.


Seroja segera menuju ke atas untuk memastikan. Namun saat tiba di kamar Bianca yang sedikit terbuka tampak olehnya wanita tersebut sedang menangis. Ia mengurungkan niatnya, mungkin Mama mertuanya itu sedang ada masalah dan ingin sendiri terlebih dahulu.


Iapun berlalu menuju kamarnya, sepintas Bianca mengetahui kedatangan menantunya tersebut. Wanita itu membuka brankas dan mengambil sebuah cek . Dirinya berencana akan memberikan cek tersebut pada Seroja.

__ADS_1


...----------------...


Ceklek...


Pintu kamar Seroja terbuka, ia segera masuk dan duduk sambil mengambil testpack yang baru saja dibelinya. Dirinya sudah tak sabar ingin memastikan kehamilannya.


Iapun membawa alat itu ke kamar mandi dan mencobanya disana. Saat dirinya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja Mama Bianca telah berada di kamarnya sambil membawa sebuah map coklat di tangannya.


" Ma,,ma? "


Wanita itu gugup lantaran pandangan Bianca terlihat berubah menurutnya. Mertuanya menatap penuh kebencian ke arahnya.


Bianca berdiri dan menghampiri Seroja.


" Beginikah caramu membalas kebaikan yang selama ini kami berikan padamu dan keluargamu! " ia melempar map coklat tersebut pada menantunya.


Deg..


Wanita itu mematung, jantungnya seolah berhenti mendapat perlakuan seperti itu dari mertuanya. Tubuhnya bergetar hebat saat memungut map yang sepertinya tidak asing baginya.


Netranya terbelalak, ternyata benar itu adalah surat kontrak nikahnya dulu bersama Arkana. Bodoh sekali dirinya, harusnya surat itu sudah ia lenyapkan saat mereka sudah saling menerima satu sama lain.


" Tunggu Ma, biar Seroja jelaskan dulu apa yang terjadi sebenarnya. Aku dan Arkana sudah tidak terikat kontrak lagi. Kami sudah saling mencintai sekarang." mohonnya pada wanita tersebut.


Ingin rasanya ia mengatakan bahwa dirinya mungkin sedang hamil, namun hasil tes itu belum ia lihat. Salah-salah mertuanya akan semakin kesal jika dirinya tidak benar-benar hamil.


" Jangan menipuku lagi, kekasihmu telah menceritakan semua padaku. " Bianca melemparkan foto yang lelaki itu tunjukkan padanya.


Netra Seroja kembali dikejutkan akan hal itu. Dirinya ingat saat pria tersebut menabraknya waktu itu. Dan lelaki yang dimaksud orang tuanya juga adalah pria yang sama. Tapi, siapa dia? Apa makdud pria itu memfitnahnya seperti ini? Perta nyaan itu seolah berputar di kepalanya.


" Ma, ini tidak benar. Ada yang sengaja memfitnahku." jawabnya seketika.


Bianca yang terlanjur kalap sudah tak mampu membendung amarahnya lagi.


" Aku sudah tidak ingin mendengar penjelasan apa-apa darimu. Ambillah cek ini sebagai imbalan yang kau minta dari putraku. Sekarang kuminta kau pergi dari sini dan jangan pernah kau ganggu keluarga kami." bentaknya pada sang menantu.


Bak tersambar petir rasanya mendengar kata-kata itu terlontar dari mulut mertuanya. Sepertinya Mama Bianca sudah termakan hasutan lelaki tersebut. Airmatanya meluncur deras mencerminkan hatinya yang tengah tersayat saat ini.


" Ma, aku mohon setidaknya tunggu sampai Arkana kembali. Biar kami jelaskan yang sebenarnya pada Mama. Aku mohon, Ma. " pintanya dengan berlinang air mata.


Hati Biancapun tak kalah pedihnya. Untuk kesekian kali putranya berulah dan ini adalah yang terburuk baginya.


" Aku sudah tidak ingin dibohongi lagi. Lebih baik cepat kau pergi dari sini." Tangis Bianca ikut pecah lantaran tak mampu menahan kesedihannya.


Rasanya Seroja tak tahan melihat sang mertua yang begitu terpukul. Dengan terpaksa iapun pergi dari sana tanpa membawa cek pemberian mertuanya.


Ia berlari keluar mansion dengan berlinang air mata. Seluruh penghuni rumah ikut sedih dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi sebenarnya dengan mertua dan menantu tersebut.


Wanita itu menatap mansion, hatinya semakin tersayat saat melangkah keluar dari sana.


" Cepat kembali, Sayang. Aku membutuhkanmu." tangisnya dalam hati.


Bersambung....


Pembaca siap-siap ya, badai sedang melanda pernikahan Seroja dan Arkana. Harap mengenakan sabuk kesabaran untuk menguatkan. Ingat, kebenaran pasti akan menang di atas kejahatan. Makasih semuanya🤗...

__ADS_1


__ADS_2