
Setelah meninggalnya Aluna, akhirnya Glennpun mendapat hukuman penjara seumur hidup akibat kejahatan yang telah ia lakukan. Pria tersebut terjerat kasus pembunuhan berencana terhadap Seroja, penyelundupan obat-obatan terlarang serta pembunuhan terhadap Aluna.
Keluarga Pramudya baru saja pulang dari persidangan, mereka cukup puas dengan apa yang telah diputuskan hakim.
Kecuali Mama Aluna, wanita itu mengajukan banding dan menuntut Glenn agar dikenakan hukuman mati. Beliau tidak terima sebab pria itu telah melakukan penyiksaaan dan pelecehan seksual pada putrinya hingga menyebabkan Aluna sampai meninggal dunia.
" Huh,, lelah sekali hari ini. Akhirnya semua masalah bisa terselesaikan dengan baik. " keluh Seroja dengan perut yang kian membuncit, namun dirinya lega seluruh masalah akhirnya telah tuntas. Ia berselonjor diatas sofa kamarnya untuk meregangkan otot-otot kakinya.
Arkana menghampiri sang istri setelah berganti pakaian, ia menaruh kedua kaki istrinya diatas paha lalu memberikan pijatan-pijatan kecil pada kaki wanita tersebut.
" Akupun juga senang, akhirnya semua kembali seperti semula. Ada kau dan calon buah hati kita disisiku, itu adalah hal terpenting dalam hidupku."
Pria itu mengulum senyum, netranya menatap dalam pada sang istri lalu mengelus pelan perut Seroja yang kian membesar. Fokusnya kembali pada kedua kaki yang sudah meronta-ronta ingin dipijat kembali.
" Sekarang kau bilang seperti itu, tapi kemarin kau memberi kesempatan Aluna untuk bisa dekat denganmu. Bahkan kau, sudah mulai ada rasa dengan Andara. Coba saja penyamaranku tidak terbongkar, mungkin sekarang kau sudah tidak ingat denganku lagi. " cebik Seroja mengingat kelakuan suaminya beberapa wakti yang lalu.
" Kau jangan begitu. Aku mendekati Aluna waktu itu sebab ingin menyelidiki apa dia ada hubungannya dengan kematianmu. Sedangkan Andara, tentu saja aku suka padanya. Sifat-sifatmu tidak sepenuhnya hilang meski kau sedang menyamar. Aku merasa bayang-bayangmu ada pada gadis itu, apalagi posisi kalian sama-sama sedang hamil. Mungkin feelingku sudah kuat bahwa wanita itu adalah kau, Sayang. " rayu Arkana pada sang istri.
Seroja jadi teringat saat sang suami tiba-tiba saja masuk ke kamar apartemen dan bisa tahu bahwa Andara sebenarnya adalah dirinya. Ia menatap penuh selidik pada sang suami,
" Kau masih berhutang penjelasan padaku. Bagaimana bisa kau tahu bahwa aku menyamar sebagai Andara waktu itu. " ungkapnya penasaran.
Senyum Arkana mengembang sempurna saat mengingat kejadian tersebut.
" Saat kau membawaku ke hotel dalam keadaan tak sadarkan diri, aku terbangun dengan perasaan yang begitu senang. Rasanya aku bermimpi tengah bercinta dengan istriku. Tapi, saat kupikir-pikir kembali, rasanya itu bukan mimpi melainkan hal itu benar-benar terjadi.
Ranjangnya masih basah setelah percintaan kita malam itu." ia menatap genit pada Seroja saat mengucapkan kalimat terakhirnya.
Wajah sang istri langsung bersemu merah seperti tomat matang,
__ADS_1
" Dasar mesum. Kau tak perlu menjelaskan sedetail itu padaku." ia mencubit lengan sang suami karena malu.
" Aawwww,, kenapa kau suka sekali mencubitku. Aku berkata apa adanya, saat itu aku sadar bahwa diriku benar-benar bercinta dengan seorang wanita." gerutu Arkana sambil mengelus lengannya yang terasa nyeri.
Wanita itu tertawa geli, entah kenapa melihat suaminya merengut seperti itu terasa menggemaskan baginya.
" Maaf,, maaf. Habisnya kau imut sekali kalau marah seperti itu. Ayo lanjutkan kembali ceritamu."
Arkana hanya mampu geleng-geleng kepala, kelakuan ibu hamil kadang memang sedikit menyebalkan menurutnya. Tapi tak mengapa, yang terpenting istrinya senang walau harus diatas penderitaannya.
" Aku segera meminta rekaman CCTV pada pemilik hotel. Saat itu terlihat jelas bahwa wanita yang keluar dari kamar itu benar-benar dirimu. Aku senang sekaligus penasaran karena kau justru pergi meninggalkanku. Kuperhatikan lebih lanjut rekaman itu, aku mulai sadar bahwa pakaian yang kau pakai sama persis dengan pakaian Andara saat menguntitku dari belakang gara-gara kencan dengan Aluna. " jelasnya kembali.
" Iya. Itu karena kau memang buaya darat, baru ditinggal sebentar malah kencan dengan perempuan lain." cebiknya kesal mengingat dirinya terbakar cemburu waktu itu.
Arkana menurunkan kaki Seroja lalu mendekatkan dirinya pada sang istri. Ia memeluk erat wanita yang saat ini sedang kesal kepadanya.
" Maafkan aku. Bukankah tadi aku sudah menjelaskan kenapa aku berbuat seperti itu. Sudahlah, tolong jangan kau ungkit-ungkit kembali kejadian itu. Kau tahu? Sebenarnya saat di Jepang aku sedang menyiapkan sebuaj kejutan untukmu."
" Kejutan? Memangnya kejutan apa yang akan kau berikan untukku? " tanyanya penasaran.
" Cium dulu." ucap Arkana genit sambil terus memeluk tubuh sang istri.
" Tidak, katakan dulu." tolak Seroja kembali mencubit suaminya.
Arkana meringis kembali, hobby sekali wanita itu menyiksanya.
" Tidak. Cium dulu atau tidak ku katakan sama sekali. " sarkasnya tak ingin ditentang.
Dengan terpaksa Seroja mencium sekilas pipi sang suami, namun Arkana langsung menarik tengkuk sang istri dan membenamkan sebuah ciuman di bibirnya.
__ADS_1
" Nah, begitu baru betul." senyumnya penuh kemenangan.
" Sekarang, cepat katakan." cebik Seroja yanf sudah tak sabar.
Arkana berdiri lalu mengambil sesuatu yang tersimpan di laci paling bawah nakasnya. Ia membawa dua lembar kertas untuk diperlihatkan pada istrinya.
Netra Seroja berbinar seketika saat membaca apa yang baru saja suaminya perlihatkan padanya.
" Tiket bulan madu ke Jepang dan Korea? Wah,, pasti ini sangat menyenangkan sekali." ungkapnya bahagia. Namun, raut wajahnya berubah murung saat menyadari tiket tersebut telah kedaluarsa padahal dulu ia sangat menginginkannya.
" Sayangnya kita tidak jadi pergi kesana. Sudahlah, mungkin itu belum saatnya. Yang terpenting saat ini, kita bisa bersama kembali." ia mencoba menerima kenyataan tersebut lalu membalas pelukan sang suami.
Arkana menyeringai senang, dirinya mengambil sesuatu yang berada disaku celana dan mengeluarkannya.
Wajah Seroja kembali bersinar saat melihat dua lembar kertas yang baru saja dikeluarkan oleh Arkana. Yah, pria itu telah menyiapkan dua tiket baru untuk dirinya dan sang istri berlibur ke Jepang.
" Ka,,u menyiapkan semua ini untukku?" hati Seroja tengah berbunga-bunga saat ini.
" Bukan untuk nenekmu saja jika masih ada. " jawab Arkana sekenanya.
Seroja mengerucutkan bibirnya, tapi ia tahu suaminya sedang bercanda. Seketika wajahnya kembali bebinar, dengan begitu bersemangat ia menarik tengkuk Arkana dan menghujaninya dengan begitu banyak ciuman di wajahnya.
" Makasih, Sayang. Muah..Muah..Muah .." ucapnya manja sambil terus menciumi suaminya.
Arkana kewalahan menghadapi serangan istrinya, dengan segera ia menarik tangan Seroja dan mendekap wanita itu hingga tak mampu bergerak.
" Semua untukmu, Sayang."
Sebuah ciuman kembali ia benamkan dibibir sang istri. Sikap manja Seroja merupakan salah satu hal yang ia sukai dari wanita tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...