Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
SALING CURHAT


__ADS_3

" Kemarilah. " pria itu tersenyum sambil menepuk bangku yang ada disampingnya.


Seroja sungguh lega sekali, ia pikir Arkana akan marah padanya karena berani menanyakan perihal gadis itu kembali. Ragu-ragu ia mendekati dan duduk disamping pria tersebut dengan membuat sedikit jarak diantara mereka.


" Dia Aluna, cantik bukan? " sebuah senyum tersimpul diwajah Arkana saat menatap potret sang kekasih di layar laptopnya.


" Apa dia yang kau maksud cinta pertamamu? Dia benar-benar sangat cantik. Lalu kenapa aku tidak pernah melihatnya? Dan kau,, kau juga suka berganti-ganti pacar dikampus. "


Ia sedikit cemas mengatakan kalimat terakhirnya. Dirinya takut pria itu tersinggung, tapi semua terkalahkan oleh rasa penasarannya yang tinggi.


" Dia ada di Amerika, dulu dia berkuliah sebentar di Indonesia. Namun, orang tuanya memutuskan pindah kesana setelahnya dan diapun mengikuti dunia modeling di negara itu." jelas Arkana.


" Wah,, hebat sekali. Cantik, pandai paket komplit. Apa kalian sudah tidak menjalin hubungan lagi? Atau dia memutuskanmu karena suka berselingkuh? "


Pertanyaan gadis itu semakin menjadi-jadi, Arkana sampai menonyor pelan kepalanya.


" Kau ini, sembarangan. Aku dan dia masih saling mencintai sampai sekarang. Biasanya setahun sekali atau kalau ada waktu dia main ke Indonesia. Hanya dia satu-satunya gadis yang aku cintai. " jelas Arkana.


" Kami sudah mengenal sejak SMP dan saat menginjak bangku SMA aku baru mulai berani menyatakan perasaanku padanya. Cantik pasti, tapi satu hal yang paling aku suka darinya ia sangat lembut hatinya, baik, penyayang dan dermawan. Hal itu menurutku yang tidak semua orang memilikinya. " Arkana tersenyum sendiri saat memuji gadis itu.


" Tapi, bukankah sekarang dirinya seorang model, apalagi dia tinggal dinegara yang bebas seperti Amerika. Apa kau yakin dia akan tetap seperti itu dan setia padamu? " Sela Seroja bersemangat.


" Tentu, kami saling percaya. Kami saling mencintai satu sama lain. Aku berencana untuk menyusulnya setelah menyelesaikan kuliahku disini. " Arkana jadi teringat permintaan Papanya waktu itu.


" Kalau tidak ada halangan. " lanjutnya pasrah.


" Iya, halangannya karena kau ketahuan selingkuh. Uupps. " Kalimat itu secara spontan keluar dari mulutnya.


Arkana mendengus kesal, gadis ini sama sekali tidak bisa mengontrol ucapannya. Ia menatap tajam kepada Seroja,


" Aku tidak pernah berselingkuh. " ucapnya tegas. Seroja merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan Arkana barusan.


" Aku hanya menjaga hatiku untuknya. Selama ini aku sering berganti-ganti pacar karena teman-teman dulu sering meledekku tidak menyukai lawan jenis. Banyak gadis yang tergila-gila padaku, tapi kutolak begitu saja karenanya. Saat kujelaskan kekasihku ada di Amerika tidak ada satupun yang percaya sebab mereka belum mengenal Aluna. Jadi kuputuskan untuk menerima setiap gadis yang menembakku, begitu saja. Tapi aku tidak pernah berbuat lebih pada mereka, hanya saja aku suka memberikan hadiah untuk menyenangkannya. " jelas Arkana kembali.


Seroja mengangguk pertanda sedikit banyak ia bisa menerima alasan yang disampaikan pria itu. Ternyata pria itu tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini.

__ADS_1


" Maaf, selama ini aku selalu berpikiran buruk tentangmu. Kupikir kau hanyalah seorang playboy yang hobi memainkan perasaan wanita. Tapi kau beruntung, kalian berdua saling mencintai meskipun berjauhan. Tidak seperti aku, kami dekat tapi terasa jauh. "


Raut wajah Seroja berubah murung saat mengingat nasib percintaannya. Entah kenapa dirinya ikut terbawa suasana saat pria tersebut menceritakan kisah cintanya.


" Pasti pria yang waktu itu berpapasan dengan kita bukan? " tebak Arkana seketika.


Seroja menatap heran pria tersebut, "Bagaimana kau bisa tahu? "


Arkana tersenyum sinis seolah mengejek gadis tersebut, " Tentu saja aku tahu. Kekasihmu itu terlihat begitu cemburu saat aku berdekatan denganmu. Apalagi kau, tampangmu gugup seolah takut ketahuan selingkuh. "


" Kau salah. Dia bukan kekasihku. " Seroja menundukkan wajahnya seolah kecewa dengan kenyataan itu.


" Benarkah? Lalu siapa kekasihmu? Padahal, dari sorot mata pria itu saat menatapku, aku bisa merasakan kecemburuan yang besar olehnya. " Arkana tak menyangka tebakannya salah.


Seroja membuang nafas kasar dan berusaha bersahabat dengan kenyataan. Ia mulai bercerita tentang masa lalunya.


" Kak Ardi namanya. Kami kenal sejak aku pertamakali kuliah disini. Kebetulan dia masih satu kompleks denganku, hanya saja aku hanya mengontrak didaerahnya. Sedangkan dia berasal dari keluarga terpandang didaerah itu." Seroja mulai mengawali ceritanya.


" Dia selalu membantuku dalam segala hal. Aku sangat kagum padanya karena dia selain tampan, dia juga rajin, cerdas dan baik hati. Kami sangat dekat, kami berangkat dan pulang kuliah bersama-sama. Namun, ibunya sangat tidak menyukaiku sebab aku hanyalah seorang gadis miskin. " ungkapnya miris.


Arkana segera memotong cerita Seroja, " Apa dia belum pernah mengungkapkan perasaannya padamu? Atau sebaliknya, kau pernah menyatakan cintamu padanya? " tanyanya penasaran.


Arkana berusaha menghibur gadis itu, " Baiklah, kau tenang saja. Nanti aku akan membantumu untuk membuatnya mengakui perasaannya padamu. "


Sebuah senyuman kembali menghiasi wajahnya, setidaknya ia sudah berbagi cerita dengan orang lain, selain Aulia tentunya.


" Terimakasih sudah mau menjadi pendengar setia. Aku heran, kenapa kita bisa jadi curhat seperti ini. Ya sudah, aku kekamarku terlebih dahulu." Seroja hendak beranjak dari sana, tapi Arkana menahan tangannya.


" Tunggu dulu. Apa kau sudah mengantuk? Aku ingin sekali bermain play stasion, maukah kau batle denganku? " ajak Arkana.


Seroja menertawakan pria itu, " Kau seperti anak kecil saja, tapi boleh juga. Tunggu aku akan mengambil sesuatu. " gadis itu pergi sebentar meninggalkan Arkana kemudian kembali lagi kesana.


" Kau sudah tidak betah dengan pakaian wanita? " sindir Arkana. Ternyata ia hanya berganti pakaian menggunakan kaos longgar dan celana panjang sambil membawa sebuah kantong kresek.


" Apa yang kau bawa itu? " lanjutnya penasaran.

__ADS_1


" Taraaa..." Seroja mengeluarkan salah satu jepitan baju yang ada didalam kantong tersebut.


" Untuk apa kau membawa jepitan baju?" Arkana heran.


" Tidak seru hanya bermain PS saja. Aku mau yang kalah harus memasang jepitan baju ini di kepala dan wajahnya. Bagaimana apa kau setuju? " tantang Seroja bersemangat.


" Oke, siapa takut?! Aku yakin pasti bisa mengalahkan gadis tengil sepertimu. " Arkana menjawab tantangan itu dengan penuh percaya diri.


" Jangan sombong dulu. Kau belum tahu keahlianku dalam bermain seperti ini. " Seroja tak mau kalah.


Keduanyapun bermain bersama-sama. Permainan berjalan seimbang, mereka sama-sama memasang jepitan di kepala lawannya pada bagian yang sesuai keinginan pemenang.


Tak terasa malam telah larut, tanpa disadari keduanyapun tertidur ditempat tersebut dengan jepitan baju yang masih menempel dikepalanya.


Jam tiga malam Aulia terbangun, ia merasa kehausan. Gadis itu lhendak turun untuk mengambil minuman dingin didapur. Ia heran sebab dari arah ruang keluarga masih terdengar seperti suara televisi berbunyi. Iapun menuju ruangan itu untuk memastikan.


Dirinya dikejutkan oleh kedua orang yang tidur saling bersandar satu sama lain dengan jepitan rambut yang memenuhi kepala mereka. Sebuah senyum tersimpul diwajahnya, ia rasa Arkana dan Seroja memang sangat cocok. Kakaknyapun sepertinya cukup nyaman dengan gadis itu.


Sebuah ide jahil terselip di kepalanya, dirinya mengambil seutas tali dan mengikat pada salah satu bagian kaki keduanya.


Setelah rencananya berhasil, Aulia meneriaki keduanya.


" Hei ! Apa yang kalian lakukan disini? Cepat kembali kekamar! " bentaknya agar kedua orang itu kaget dibuatnya.


Seroja yang semula tertidur segera terbangun mendengar teriakan Aulia. Gadis itu mengusap matanya, ia begitu terkejut saat menyadari dirinya bersandar di punggung Arkana.


Begitupun Arkana, pria itu tersadar saat merasakan sesuatu bergerak dipunggungnya. Keduanya sama-sama terkejut, Seroja segera beranjak untuk menjauh dari pria itu. Begitu juga Arkana, iapun segera berdiri dan hendak menjauh dari Seroja.


Bruugghh....


Alhasil keduanyapun terjatuh dan bertabrakan kembali karena terbelit tali. Aulia tertawa puas karena rencananya kali ini berhasil.


" Makanya, bangun dulu dan perhatikan sekitar. Kena kalian ku kerjai."


Keduanya kompak menatap kesal pada Aulia, " Awas kau ! Tunggu pembalasanku. " ucap mereka kompak sambil menunjuk gadis itu.

__ADS_1


Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2