Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENCARI KEBERADAAN SEROJA


__ADS_3

Malam semenjak Seroja meninggalkan mansion, Arkana segera mencari keberadaan gadis tersebut. Ia takut terjadi sesuatu pada Seroja atau bahkan dirinya takut gadis itu berani berbuat nekad.


Ibu Serojapun menanyakan keberadaan putrinya yang tidak terlihat sejak kemarin. Bianca terpaksa membohongi wanita tersebut dengan mengatakan bahwa Seroja sedang ada tugas diluar kampus bersama teman-temannya. Bianca berdalih bahwa Seroja hendak berpamitan, namun ibunya sedang tidur waktu itu.


Arkana menyusuri sepanjang jalanan barang kali gadis itu belum jauh, tetapi hasilnya nihil. Ia tak mampu menemukan keberadaan gadis tersebut. Dirinya baru teringat untuk mencoba menghubungi ponselnya, namun Seroja tidak mau menjawab teleponnya.


" Kemana perginya gadis ini? Kenapa sulit sekali dihubungi? " rasa kesal,cemas dan gelisah meliputi perasaan Arkana.


Arkana mencoba menghubunginya berkali-kali, tapi hasilnya tetap sama. Seroja tidak mengangkat panggilan darinya. Untung saja ponsel Seroja masih aktif, jadi ia bisa melacak keberadaan gadis itu melalui GPS.


Ia menyusuri jalan sesuai petunjuk yang ia dapatkan. Akan tetapi, dirinya merasa asing sebab jalur yang ia tempuh telah melewati batas perkotaan.


" Untuk apa dia pergi keluar kota? Apa mungkin ia kembali kekampungnya? Tapi, aku sama sekali tidak tahu dimana kampung halamannya. " Arkana berpikir keras.


" Sepertinya Mama tahu dimana alamat kampungnya. " ia mulai menemukan solusi.


Dia teringat Mama dan Papanya sempat mencari keberadaan anak dan cucu bi Irah hingga ke kampung halaman beliau. Arkana segera menghubungi Bianca untuk memastikan bahwa daerah yang sedang ia telusuri saat ini memang jalan menuju kampung Seroja.


Arkana bisa sedikit bernafas lega, akhirnya ia mulai mendapat petunjuk tentang keberadaan Seroja. Bianca membenarkan jika jalan yang dilalui putranya saat ini memang jalan menuju kampung tersebut. Iapun memberikan alamat Pak Anwar pada putranya, barangkali saja Seroja pergi menemui ayahnya.


Penduduk kampung begitu heran dan takjub, tidak biasanya mobil sport mewah melintas dikampung tersebut apalagi pemiliknya terlihat begitu tampan dan tak seperti pemuda kampung pada umumnya. Mereka yakin pria itu berasal dari kota.


Arkana memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu penduduk disana mengenai alamat rumah Pak Anwar. Setelah beberapa lama mencari, akhirnya iapun menemukan alamat rumah yang ia cari.


Sedikit ragu, pria itu turun dari mobilnya. Ia memastikan alamat tersebut sama dengan alamat yang diberikan Mamanya. Ditatapnya rumah tersebut, hatinya miris memperhatikan rumah yang begitu kecil dan kurang terawat itu, rasanya sungguh berbanding terbalik dengan kehidupannya yang mewah dan bergelimang harta.


Tok...Tok...Tok...


Arkana mengetuk pintu dan memberi salam pada sang pemilik rumah. Namun, beberapa kali dirinya mengetuk, tidak ada respon sama sekali dari dalam rumah. Ia tak berputus asa, pria itu kembali mengetuk-ngetuk pintu rumah Pak Anwar.


" Cari siapa Den? Pak Anwar tidak ada di rumah. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang wanita tua yang kebetulan lewat di dekat sana.

__ADS_1


Arkana tersenyum ramah,


" Maaf Pak, saya ingin bertemu dengan Pak Anwar dan putrinya, Seroja. Apa Bapak tahu dimana mereka sekarang?" tanyanya sopan.


Wanita tersebut memandang Arkana dari atas hingga bawah, ia seperti mengenal pria itu. Wajahnya terasa tidak asing baginya.


" Saya Arkana, teman Seroja dari kota. Kebetulan saya ada perlu dengannya. " jawabnya jujur.


" Oh,, teman Seroja? Apa Aden kesini mau menghadiri pernikahan Seroja dengan Juragan Jarot? Pak Anwar dan Seroja sudah ada di rumah Juragan Jarot sekarang. Besok pagi rencananya mereka akan menikah. " terang wanita tersebut.


Arkana membelalak tak percaya. Tidak ada angin, tidak ada hujan, bagaimana mungkin Seroja bisa menikah secepat itu pikirnya. Ia memperlihatkan foto Seroja pada wanita itu untuk memastikan apakah Seroja yang ia maksud sama dengan Seroja yang ada difoto tersebut.


" Iya,, Den. Seroja ini yang saya maksud. Kebetulan, saya ini masih ada hubungan kerabat dengan Seroja. Saya kemari diperintahkan oleh juragan Jarot untuk mengambilkan pakaian Pak Anwar. Malang sekali nasib gadis itu, ia terpaksa harus mau menikah dengan pria tua hanya untuk melunasi hutang-hutang bapaknya. " wanita tersebut tiba-tiba menitikkan airmatanya.


Arkana semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Ia meminta waktu pada wanita tersebut agar menjelaskan padanya duduk permasalahan yang sebenarnya.


Keduanya duduk dibangku yang ada diteras rumah Seroja. Wanita itupun mulai menceritakan kehidupan keluarga Seroja serta perilaku bapaknya yang suka berjudi dan mabuk-mabukan. Tentang Juragan Jarot yang sejak dulu menginginkan gadis tersebut menjadi istrinya sebagai pelunas hutang sang ayah.


Glekkk...


Arkana menelan ludahnya sendiri ketika mendengar penuturan wanita paruh baya tersebut. Untung saja ibu itu tidak sadar jika pria yang ada difoto tersebut adalah dirinya. Lagi-lagi, gara-gara foto rekayasa Helena tersebut Seroja kembali terkena imbasnya, tapi kali ini masalahnya sungguh pelik.


" Kasihan sekali gadis itu, lagi-lagi dirinya harus terkena imbas dari kesalahanku. Bagaimanapun aku harus menolongnya, apalagi ini menyangkut masa depannya." tekad Arkana dalam hati.


..." Nak, kenapa kau melamun saja. Apa yang sedang kau pikirkan? " tanya wanita itu heran lantaran Arkana hanya diam dengan tatapan matanya yang kosong....


Ucapan wanita tersebut membuyarkan segala angan-angannya,


" Ti,,tidak apa-apa, Bu. Aku hanya mencemaskan keadaan Seroja. Bolehkah aku tahu dimana rumah Juragan Jarot berada. Aku harus membebaskan Seroja darisana. " pinta Arkana.


Ibu tersebut kaget sekaligus takut,

__ADS_1


" Kau jangan gegabah, Nak. Juragan Jarot bukan orang sembarangan. Dia orang paling kaya di kampung ini. Rentenir yang terkenal mencekik dan anak buahnyapun dimana-mana. " wanita itu berusaha mencegahnya, ia takut pemuda itu bisa saja kehilangan nyawanya.


Arkana tersenyum tipis, ia tahu ibu tersebut sangat mencemaskan keselamatannya.


" Ibu jangan khawatir. Aku pasti akan lebih berhati-hati. Aku tidak bisa membiarkan masa depan Seroja dirusak pria bajingann seperti itu. " tegasnya.


Dengan berat hati wanita itu memberikan alamat juragan Jarot. Ia terpaksa sebab pemuda tersebut terus saja memaksanya. Meskipun dirinya tak memberi alamat, Arkana tetap nekad mencari keberadaan Seroja.


" Kau ini benar-benar keras kepala. Apa kau kekasihnya Seroja? Dia beruntung punya kekasih sebaik dirimu." wanita ity memukul pelan pundak Arkana karena gemas.


Arkana tertawa seketika, ibu itu terlalu berlebihan menurutnya.


" Ibu ini ada-ada saja. Aku dan Seroja hanyalah sahabat. Sebagai teman aku tergerak untuk menolongnya." elak Arkana.


" Ya sudah kalau kau tidak mau mengaku. Aku tidak akan percaya kata-katamu. " sanggah wanita itu telak.


Arkana menyeringai tipis,


" Apa semua keluarga Seroja memang menyebalkan seperti dirinya ya? " gerutunya dalam hati.


" Baiklah kalau begitu aku permisi dulu. Aku akan mencari keberadaan Seroja disana. Terima kasih, Bu. " Arkana berpamitan dengan ibu tersebut.


Wanita itu menatap kepergiannya, ia masih penasaran rasa-rasanya ia pernah melihat pemuda tampan tersebut, tapi dimana?


Mulutnya ternganga saat dirinya baru sadar bahwa pemuda itu adalah pria yang berada difoto bersama Seroja.


" Astagfirulloh hal adzim, jadi mereka...? " jiwa keponya mulai berbicara.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like, koment, rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2