Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MUNGKINKAH AKU JATUH CINTA PADANYA?


__ADS_3

" Lepaskan ! " Seroja menghempaskan kembali genggaman Arkana saat tiba diparkiran mobil.


Pria itu mendengus kesal, Seroja memang gadis yang sulit diatur.


" Cepat masuk mobil." perintahnya kembali dengan wajah dingin.


Seroja sudah tidak mempan dengan semua itu, ia tetap berniat untuk pergi dari sana. Arkana mengejar gadis itu sebelum pergi jauh.


" Kau mau kemana? Apa kau mau kembali menemui pemuda brengsek itu? Dimana harga dirimu sebagai seorang wanita yang telah bersuami? Bukankah kau bilang tidak boleh ada orang ketiga diantara kita? "


Seroja mengepalkan genggaman erat untuk meredam amarahnya. Dirinya tak menyangka Arkana bisa berpikir sebodoh itu. Ia memandang pria itu dengan netra yang telah berkaca-kaca.


" Harga diri sebagai seorang istri kau bilang? Yah, aku memang tidak punya harga diri, jika aku punya harga diri, manamungkin aku mau menikah kontrak dengan pria yang tidak pernah menganggapku. Apa pedulimu jika aku dekat dengan pria lain? Bukankah memang aku tidak berarti apa-apa untukmu. Mungkin kaupun berpikir jika aku hanyalah wanita murahan yang bisa dekat dengan pria manapun. Kau jahat ! " gadis itu kini menangis tersedu-sedu setelah mengungkapkan segala kekesalannya pada Arkana.


Pria itu mematung seketika, hatinya ikut sakit melihat Seroja tengah menangis dihadapannya. Tiba-tiba sebuah pesan dari Aulia masuk melalui ponselnya.


" Kakak,, jangan salah paham dengan Seroja. Tadi dia dan Arzel sedang menungguku membeli pakaian sebentar. Kami tadi pergi bertiga."


Jleb...


Arkana semakin merasa bersalah. Lantaran emosi yang mengalahkan akal sehatnya, dia telah menuduh istrinya yang bukan-bukan.


Padahal, jika memang Seroja memiliki hubungan dengan Arzel bukannya seharusnya tidak apa-apa? Sedangkan dirinya sendiri juga masih berhubungan dengan Aluna sampai saat ini. Entahlah, dirinya sendiri bingung dengan sikapnya yang aneh akhir-akhir ini.


Pria itu mendekati Seroja dan memeluk gadis tersebut untuk menenangkannya.


" Maafkan aku. Aku telah salah menuduhmu. Kau boleh berbuat apa saja asal itu bisa menyembuhkan hatimu yang terluka olehku." ungkap pemuda itu tulus.


Seroja memukul-mukul dada bidang sang suami untuk melampiaskan amarahnya. Pria itu tak bergeming, ia berharap dengan begitu amarah Seroja akan semakin mereda.


Tiba-tiba saja gadis itu memeluk erat tubuhnya. Arkana terhenyak saat menyadari hal itu. Sedikit ragu, iapun memberanikan diri untuk memeluk gadis dihadapannya.


Rasa marah, benci, galau bercampur aduk menjadi satu dalam hati Seroja. Namun perasaan itu terkikis sudah oleh rasa nyaman saat berada dipelukan Arkana. Yah,, tempat itu memberikan kehangatan tersendiri bagi dirinya. Ia tak tahu sejak kapan perasaan seperti ini hinggap dihatinya.


Arkana semakin mempererat pelukannya, dirinya begitu tenang saat gadis itu berada di dalam pelukannya. Jika saja waktu bisa berhenti, ia tak ingin kehilangan moment seperti ini begitu saja.


" Tolong lepaskan aku. Mari kita pulang." ucap gadis itu pelan.


Wajahnya kembali bersemu merah lantaran malu, dirinya telah berani memeluk terlebih dahulu seorang laki-laki. Untung saja Arkana tidak mendorong atau memakinya. Kalau tidak, mungkin sekarang ia harus menenggelamkan wajahnya didasar bumi.


Arkana tersadar dari angan-angannya, ia segera melepaskan pelukannya pada Seroja. Dirinyapun kini tak kalah gugup,


" Maafkan aku. Apa sekarang kau sudah tidak marah lagi padaku? "

__ADS_1


Seroja tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Arkana begitu senang, ingin rasanya ia memeluk gadis itu kembali, tapi dirinya tak boleh gegabah. Mungkin saja Seroja bisa marah kembali jika ia nekad melakukannya.


" Baiklah. Kalau begitu mari kita pulang sekarang. " ia membalas senyuman gadis tersebut.


Keduanya berjalan menuju mobil. Saat Arkana hendak membukakan pintu untuk Seroja, tanpa sengaja ia mendengat perut gadis itu keroncongan.


" Kau lapar? " tanyanya seraya mengerutkan dahi.


" Iya. Harusnya tadi aku sudah makan bersama Aulia dan Arzel, tapi gara-gara kau semuanya gagal. " gadis itu mengerucutkan bibirnya.


" Bagaimana kalau kita balik lagi kesana? Siapa tahu mereka belum pergi? " ajaknya pada sang suami.


" Tidak,, aku tidak mau. Kita makan ditempat lain saja, didekat sini banyak restoran yang memiliki cita rasa yang begitu enak. " tolak pria itu seketika. Meskipun Arzel dan Seroja tidak memiliki hubungan apa-apa, tapi ia harus tetap waspada sebab mereka satu jurusan saat ini.


Keduanyapun akhirnya masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju sebuah restoran ternama tak jauh dari sana. Mereka mendatangi sebuah restoran bergaya western. Arkana berniat mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian casual.


Pria itu mulai melonggarkan dasi, mencopot jas serta membuka satu persatu kancing kemejanya hingga terlihat dengan jelas otot-ototnya yang kekar.


" Tunggu, kau mau apa? " Seroja menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dengan jari terbuka. Arkana menurunkan kedua tangan gadis itu sambil menertawakannya.


" Bukankah sudah kubilang kau harus terbiasa dengan ini. Tolong ambilkan kaosku yang ada dibelakang. Aku malu berpakaian seperti orang dewasa, sedangkan dirimu masih seperti ABG labil. " ejeknya.


Seroja membuang nafas kasar, " Dimana


membalas ucapan Arkana tadi.


Arkana tertawa, ternyata gadis itu bisa membalikkan keadaan. Ia segera merampas kaos miliknya dan membuka kemejanya untuk berganti pakaian.


Seroja memunguti dan merapikan pakaian bekas pria tersebut. Ia hampir tak berani mengangkat kepalanya karena gugup.


" Bagaimana bisa dia menyuruhku untukku terbiasa melihatnya bertelanjang dada seperti ini? Sedangkan jantungku seakan hampir terlepas membayangkan dada bidangnya yang begitu nyaman saat dipeluk. "


" Hei,, ayo cepat turun. " hardik Arkana yang telah selesai mengganti pakaiannya. Pria itu sengaja mengagetkannya lantaran ia tahu gadis itu sedang tidak fokus saat ini.


Seroja gelagapan, ia segera merapikan semua pakaian Arkana dan menyusul pria itu turun dari mobilnya. Arkana terkekeh memperhatikan tingkah Seroja barusan.


Keduanya masuk kedalam restoran dan duduk berdampingan di salah satu meja yang terletak di sudut restoran.


" Kau mau pesan apa?" Arkana menyodorkan sebuah buku menu pada gadis tersebut.


" Aku mau spaghetti kelihatannya enak." ungkapnya bersemangat.


" Ya sudah. Aku akan memesan spaghetti untukmu dan steak untukku. " Arkana memanggil salah seorang pelayan dan menyampaikan pesanannya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, pesanan mereka kini telah tiba. Seroja sudah tidak sabar menikmati makanannya, energinya terkuras cukup banyak akibat kekesalannya hari ini.


Arkana sudah hafal watak gadis yang begitu hobi makan, namun badannya tak kunjung besar. Mungkin makanan itu habis termakan oleh cacing-cacing liar dalam perut Seroja.


Ia memilih untuk menikmati steak yang tersaji dihadapannya. Arkana sesekali memperhatikan cara gadis itu makan, sepertinya spaghetti milik Seroja cukup menggugah selera.


" Coba sini. Aku ingin mencoba makananmu, sepertinya enak. " ia mengambil sedikit spaghetti milik gadis itu, ternyata rasanya memang enak.


" Bagaimana, apa kau suka? " tanya Seroja penasaran.


" Iya, rasanya lumayan enak." jawab pria yang baru saja menelan spaghetti di mulutnya.


" Buka mulutmu...Aa..." Seroja hendak menyuapkan sesendok spaghetti pada Arkana.


Pria itu terdiam sesaat, untuk pertama kalinya ia berbagi sendok dengan lawan jenis.


Seroja hampir kecewa ketika Arkana tak kunjung membuka mulutnya. Namun, tiba-tiba pria itu tersenyum sambil membuka lebar mulutnya.


Senyuman Serojapun mengembang sempurna tatkala ia berhasil menyuapkan sesendok spaghetti ke mulut Arkana.


" Sekarang giliranmu. " pria itu memotong daging di piringnya kemudian menyuapkannya pada gadis tersebut.


Tanpa Seroja sadari saos beefsteak itu belepotan di ujung bibirnya. Arkana mengelap perlahan bibir merah muda yang pernah begitu ingin ia nikmati.


Jantung Seroja berdetak tak karuan. Dulu Ardi sering melakukan hal seperti ini, dirinya gugup namun rasanya berbeda dengan yang ia rasakan sekarang.


" Perasaan apa ini? Mungkinkah aku jatuh cinta padanya." pertanyaan itu tiba-tiba saja tercurah dari dalam sanubarinya.


" Tidak,, tidak. Aku tidak boleh jatuh hati padanya. Aku takut akan semakin jatuh terpuruk saat menyadari dirinya memilih yang lain. " ia sadar pria itu telah memiiki kekasih yang begitu dicintainya.


" Bagaimana? Apa kau sudah kenyang sekarang? " pertanyaan pria itu kembalu membuyarkan lamunannya. Gadis itu kembali gelagapan dan tidak mengerti pertanyaan Arkana barusan.


" Ada apa denganmu? Dari tadi kau sering saja melamun?" tanya pria itu kembali.


" Ti,, tidak. Aku ingin segera pulang, mataku mengantuk setelah perutku terisi kenyang. " kelakar Seroja sembari tertawa.


" Kau ini. Ada-ada saja." pria itupun tertawa sambil mencolek hidung Seroja lantaran gemas



Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...

__ADS_1


__ADS_2