
" Hei,, apa yang kau lakukan? Jauhkan dirimu dari tubuhku."
Arkana mencoba melepaskan pelukan gadis yang sudah menempel layaknya perangko di tubuhnya. Bukannya menurut, gadis itu semakin mengeratkan pelukan sembari menangis tersedu-sedu. Alhasil tubuh keduanya basah karena hujan yang mulai deras.
" Harusnya kau tadi menabrakku saja. Lebih baik aku mati dari pada harus bernasib buruk seperti ini. Hiks..." gadis itu kembali menangis sambil memukul dada bidang Arkana. Sesekali ia melirik untuk melihat respon pria tersebut.
Arkana bingung harus berbuat apa, iapun membawa gadis itu masuk ke dalam mobilnya dari pada mereka harus kedinginan karena hujan yang mengguyur malam ini. Dirinya merasa hari ini adalah hari tersial baginya. Setelah gagal menangkap pria misterius itu, dirinya kini harus berhadapan dengan gadis gila yang mencoba untuk bunuh diri.
" Ckckck..Katakan cepat dimana rumahmu ! Aku akan mengantarmu pulang." keluh Arkana sambil melirik gadis yang sedang menangis disampingnya. Entah mengapa dirinya seperti mengenal sosok tersebut.
" Aku tidak punya tempat tinggal sekarang. A,, aku diusir dari tempat kosku." ujarnya sambil menangis tersedu-sedu. Ia segera menurunkan pandangan kala kedua netra mereka saling bertemu.
Arkana terperanjat mendengar penuturan gadis itu, apa dia bukan gadis baik-baik hingga diusir dari rumah kosnya?
Dirinya memperhatikan penampilan wanita disampingnya dari atas hingga bawah. Yah, ia baru sadar gadis itu memakai sebuah mini dress yang cukup seksi dengan sepatu highheels yang terpasang di kakinya yang jenjang. Mungkin dia bukan wanita baik-baik. Seketika ia menghentikan laju mobilnya mendadak, hingga membuat gadis itu terkejut dibuatnya.
" Turun dari mobilku." ucapnya dingin tanpa memperhatikan lawan bicaranya. Ia khawatir wanita itu hanyalah seorang wanita malam yang ingin menjebaknya.
Gadis tersebut gelagapan melihat perubahan sikap Arkana, ia tak menyangka pria itu justru mengusirnya.
" Ta,,tapi? Aku benar-benar tidak punya arah dan tujuan. Tolong bantu aku, aku mohon. " pintanya memelas sambil bergelayut di lengan Arkana.
" Bukankah kau tadi mau mencoba untuk bunuh diri? Kenapa kau harus kebingungan karena tak memiliki arah dan tujuan? Apa kau sengaja ingin menjebakku?" sindirnya pada gadis disebelahnya.
Gadis itu kembali menangis tersedu-sedu.
" Kau benar. Tidak ada gunanya aku hidup di dunia ini. Aku telah kehilangan harta paling berharga dalam hidupku. Kekasihku meninggalkanku saat tahu diriku hamil anaknya, ibu koskupun mengusirku lantaran tahu akan hal itu. Aku sudah tidak punya siapa-siapa di kota ini. Jadi lebih baik aku mati saja ! " dirinya segera turun dari mobil Arkana.
Arkana kembali melajukan mobilnya, dirinya berusaha melupakan masalah gadis itu. Namun, saat mendengar bahwa wanita tersebut sedang hamil. Ia jadi teringat akan sang istri. Dirinya pasti akan merasa bersalah jika anak tak berdosa yang berada didalam rahim ibunya harus ikut menjadi korban.
Seroja yang sedang menyamar jadi kebingungan sekarang. Tadinya ia berusaha menarik simpati dari Arkana, tapi sepertinya gagal.
__ADS_1
Yah, Sejak kejadian dirinya yang tertangkap basah minggu lalu. Nyonya Almira mengizinkannya untuk pergi, namun dirinya harus menyamar agar tidak mudah dikenali.
Dengan bimbingan dari seorang make up artis kini dirinya telah pandai berdandan dan bergaya layaknya seorang wanita. Ia memakai rambut palsu diatas bahu, make up yang cukup tebal, kontak lens berwarna hazel, kaca mata bulat agar tak mudah dikenali, serta sebuah tahi lalat di bawah bibirnya.
Iapun kini telah pandai menirukan gaya seorang perempuan. Ini akibat keinginannya yang kuat agar bisa bertemu dengan sang suami. Namun, apa daya kini ia gagal menarik perhatian pria tersebut.
Gadis itu melamun karena kecewa akan usahanya yang sia-sia. Tanpa disadarinya, sebuah mobil melaju cukup kencang dari arah berlawanan. Netranya terkesiap menghadapi sorot lampu yang begitu menyilaukan. Ia memejamkan mata tanpa berniat untuk menghindar.
Bruughhhh....
Gadis itu kaget saat menyadari tubuhnya kini telah menindih seseorang. Netra keduanya bertemu, mata bulat sempurna milik Arkana yang begitu ia rindukan. Ternyata pria itu kembali dan menyelamatkannya barusan.
Degub jantungnya berdetak tak beraturan, ia mendekatkan bibirnya pada bibir sang suami untuk merasakan kembali candu asmara yang telah lama ia dambakan.
Aaaarrrghhhh.....
Teriak Seroja saat pria itu mendorongnya turun dari atas tubuhnya. Seketika lamunannya kembali, ia baru ingat jika saat ini dirinya sedang menyamar.
" Kau tega sekali mendorongku. Aku akan menuntutmu jika sampai terjadi sesuatu dengan calon anakku. " cebiknya kesal sambil membersihkan tubuh dan juga kacamatanya.
" Apa kau sudah gila? Kau mau menuntutku karena mencelakai calon anakmu, sedangkan kau sendiri justru berniat bunuh diri. Dasar gadis aneh." ungkapnya sebal.
Seroja tak terima dengan tuduhan Arkana, sebenarnya tadi dirinya tak menyadari ada mobil didepannya. Untung saja sang suami buru- buru menolongnya.
" Aku tidak memintamu untuk menolongku. Bukankah kau bilang bahwa kau tak peduli denganku barusan?" elaknya berpura-pura kesal.
Arkana menghela nafas panjang kemudian membuangnya perlahan. Wanita itu benar-benar menyebalkan. Namun, ada perasaan iba tersendiri dalam dirinya lantaran mendengar kemalangan gadis tersebut.
" Ayo ikut denganku. " pria itu menjulurkan tangannya.
Hati Seroja berbunga-bunga saat ini, ingin rasanya ia berdiri dan memeluk pria tersebut. Namun, lagi-lagi ia harus menjaga sikap dan perilakunya. Seolah berpikir sejenak, wanita itupun nampak ragu-ragu menerima uluran tangan Arkana.
__ADS_1
Pria itu membawanya masuk ke dalam mobil, lalu melajukannya kembali. Keheningan menyeruak diantara keduanya. Dari jalan yang dilewati, Seroja bisa menebak kemana pria itu akan membawanya. Namun, dirinya berpura-pura kebingungan dan cemas.
" Kau mau membawaku kemana? Atau jangan-jangan kau mau menculikku? " tanyanya dengan raut wajah ketakutan.
Arkana hanya melirik tanpa menjawab. Pria itu berusaha fokus untuk menyetir. Ia berencana membawa gadis itu ke apartemen karena posisinya yang lebih dekat dan ia sudah tak tahan merasakan hawa dingin akibat bajunya yang basah.
...----------------...
Keduanya telah tiba diapartemen, Seroja bersikap seolah baru pertama kali melihat apartemen tersebut. Ia segera berlari saat menyadari pria itu telah pergi jauh didepannya. Arkana menyunggingkan senyum kesalah satu sudut bibirnya. Sikap gadis itu hampir mirip dengan istrinya Seroja.
" Tidak. Tidak ada yang bisa menyamai istriku dalam hal apapun. " batinnya mengelak.
Keduanya masuk ke dalam apartemen. Masih seperti biasa, pria itu tak banyak bicara. Ia berjalan masuk ke dalam kamarnya dan meminta gadis tersebut duduk di ruang tamu.
Pria itu kembali keluar dengan membawakan kemeja besar dan sebuah celana panjang milik istrinya. Ia tak mau ada wanita yang berpenampilan seksi di tempatnya.
" Ini untukmu. Pakailah . Kau bisa mandi di kamar sebelah, kebetulan disana kosong. " ucapnya sambil menyodorkan pakaian tersebut.
Seroja hanya mengangguk, iapun berjalan menuju kamar yang dimaksud untuk membersihkan diri. Begitupun Arkana, iapun kembali ke kamarnya untuk segera mandi dan membersihkan badannya.
Hampir setengah jam, pria itu keluar dengan pakaian rumahan yang telah rapi. Ia mengamati sekitar, sepertinya gadis itu belum selesai. Iapun membuat secangkir kopi untuk menghangatkan badan sambil menunggu wanita itu. Dirinya berniat mengintrograsi guna mengetahui asal usul gadis tersebut.
Pria itu menyeruput kopi yang baru saja dibuatnya, namun netranya terbelalak saat melihat wanita itu berdiri dihadapannya dengan pakaian yang begitu seksi. Yah, dia hanya memakai kemeja tanpa celena panjang yang diberikan Arkana sehingga menampakkan paha mulusnya.
Buurrrrr...
Tanpa sengaja Arkana menyemburkan kopi dalam mulutnya karena kaget. Untung saja gadis itu segera menghindar darinya.
" Kenapa kau berpakaian seperti itu? Mana celana yang tadi kuberikan padamu! " bentaknya kesal.
" Maafkan aku. Celana itu terjatuh di kamar mandi barusan. Aku terpaksa memakai kemeja ini saja. Lagi pula kemeja ini cukup besar ditubuhku." ujarnya beralasan.
__ADS_1
Arkana berusaha mengontrol dirinya, ia bangkit dan berniat mengambil celana baru untuk gadis tersebut.
" Sial. Kenapa tubuhnya mirip sekali dengan tubuh istriku. Seroja, maafkan aku. Aku benar-benar tak sengaja melihatnya barusan." rutuknya dalam hati.