Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
FOTO MODEL MAJALAH DEWASA


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin malam, acara camping akhirnya dibubarkan. Pihak panitia khawatir kejadian serupa bisa saja kembali terjadi.


Arkana dan Seroja memutuskan untuk kembali ke apartemen setelah sebelumnya memeriksakan diri ke rumah sakit.


Arkana meminta Arzel untuk tidak menceritakan apa yang baru saja terjadi pada dirinya dan juga Seroja kepada orang tuanya terlebih dahulu. Mereka tak ingin Papa Alvin dan Mama Bianca jadi cemas lantaran Auliapun kemarin telah mengalami kecelakaan kecil.


Seroja nampak murung, dirinya merasa tak sanggup melihat keadaan sang suami yang terluka karena berusaha melindunginya.


" Seharusnya kau tak perlu mengorbankan dirimu seperti ini. Lihatlah tanganmu sampai dijahit gara-gara aku. " netranya berkaca-kaca, menyesalkan apa yang telah terjadi.


Arkana tersenyum untuk menenangkan istrinya, diapun tak kuasa melihat mendung menutupi wajah istrinya yang biasa manja dan ceria.


" Kau tidak boleh berpikir seperti itu. Aku justru lebih tak sanggup lagi jika sampai terjadi sesuatu padamu. Aku lebih baik mati jika.."


Seroja segera menutup mulut Arkana dengan jari telunjuknya. Ia tahu apa yang akan dikatakan pria itu selanjutnya.


" Aku tak ingin mendengar kata-kata itu lagi. Selamanya kita akan tetap bersama sampai akhir hayat nanti. Sudahlah, jangan membahas hal itu lagi. Lebih baik kau makan makanan yang aku masak spesial untukmu. " wanita itu berusaha mengalihkan perhatian.


Arkana kembali mengembangkan senyumnya dengan sempurna,


" Ada untungnya juga seperti ini, jadi dimanjakan istri." kelakarnya sambil melahap sesendok makanan yang disuapkan oleh Seroja.


" Kau ini, sedang sakit masih saja bertingkah." wanita itu mencubit suaminya karena gemas.


" Aawwww... "


Arkana merintih kesakitan, istrinya mencubit di bagian dekat tangannya yang terluka.


" Maaf,, maaf aku benar-benar tidak sengaja." Seroja terkekeh karenanya.


" Tidak. Kau pasti sengaja mengerjaiku. Harusnya kau berterima kasih pada suamimu ini. Aku bahkan belum mendengar kata-kata itu keluar dari mulutmu." protesnya seolah kesal pada sang istri.


" Baiklah. Terima kasih banyak, sayang." ucapnya sambil mencium sekilas Arkana.


" Tidak gratis. Kau harus membayar hutang budi yang kuberikan padamu. " jawab pria itu manja.

__ADS_1


Seroja mencebikkan bibirnya, tentu saja ia tahu upah apa yang dimaksud oleh sang suami.


" Jangan meminta yang aneh-aneh dulu. Tunggu kau sembuh, baru aku akan memberikannya. " ancamnya pada sang suami.


" Hanya tanganku saja yang sakit, sayang.Tapi senjataku selalu siap on fire." kekeh pria itu menggoda istrinya.


" Pokoknya tidak ya tidak. Aku tak bertanggung jawab jika nanti tanganmu kenapa-napa." tegas Seroja menghadapu suami mesumnya.


" Sebagai istri yang baik seharusnya kau tidak boleh menolak keinginan suamimu. Apalagi, suamimu baru saja berkorban nyawa untukmu. Sekali-kali, kau harus belajar untuk bisa memuaskan suamimu. Jangan aku terus yang setiap hari harus minta jatah padamu. " keluh Arkana seolah-olah kesal.


Seroja mencebikkan bibirnya, pria itu selalu saja pintar membuat alasan. Sepertinya dulu semasa sekolah Arkana sangat pintar dalam pelajaran Bahasa Indonesia menurutnya.


" Lalu kau mau apa? Aku harus bagaimana? " ia mencoba menuruti suami mesumnya itu.


" Berpakaianlah yang seksi di depan suamimu. Kemarin kau melakukan itu hanya untuk memaksaku mengabulkan keinginanmu. Itupun aku hanya melihaat sekilas, aku ingin kau berpakaian seperti itu dan menunjukkannya padaku." otak Arkana semakin konslet sepertinya.


" Tidak, tidak. Permintaan macam apa itu? Tak bisakah kau meminta yang lain, jangan yang aneh-aneh seperti itu." tolaknya keras.


" Ya sudah kalau kau tak mau memakai pakaian seperti itu. Sekarang kau telanjang saja didepanku. Mudah bukan? tinggal kau buka saja pakaianmu, akupun sudah biasa melihatmu seperti itu. Ayolah, sayang. Lusa aku sudah bekerja, sekarang aku ingin menikmati waktuku saat berdua denganmu." rajuk Arkana kembali.


Wanita itu berjalan menuju walk in closet, apalagi kalau bukan menuruti suami mesumnya itu.


" Disana ada pakaian merah muda, aku mau kau mencoba yang itu. " teriak Arkana dari kejauhan.


" Tidak. Siapa juga yang mau menurutimu. Aku hanya akan mengganti pakaian tidurku."


Wanita itu seakan menolak keinginan sang suami, tapi Arkana yakin istrinya pasti akan menuruti setiap keinginannya. Memang butuh kemampuan ekstra untuk menjinakkan kucing liar seperti istrinya.


Tak berselang lama, Seroja keluar dari ruang gantinya. Benar bukan yang ia duga, wanita itu keluar dari ruang ganti dengan baju berwarna merah muda, tapi bukan itu yang dia maksud.


" Bagaimana? Aku sudah menuruti keinginanmu bukan? "


Ia tersenyum penuh kemenangan, untung saja aja dres panjang tanpa lengan berwarna merah muda disana. Bukankah tidak salah? Suaminya hanya berpesan agar ia memakai pakaian berwarna merah muda yang ada disana.


Arkana mendengus kesal, sepertinya dia harus turun tangan sendiri menghadapj istrinya. Pria itu turun dari ranjang dan menghampiri sang istri.

__ADS_1


" Aku sendiri yang akan memilihkan pakaian untukmu. Anggap saja sekarang kau akan jadi foto model dadakan untuk suamimu. " ucapnya sambil memelototi sang istri.


Seroja menelan ludahnya kasar, pria itu pasti akan mengerjainya kali ini. Benar saja, tak berselang lama saat pria itu mengobrak- abrik seisi lemari pakaiannya. Ia tersenyum sambil menyerahkan pakaian kurang bahan yang ada ditangannya.


" Aku mau kau memakai yang ini."


Sebuah lingerie warna merah muda dengan potongan yang terbuka di bagian dada dan punggung belakangnya. Panjangnya hanya sebatas gundukan besar yang ada di belakang. Itupun dengan bentuk seperti saringan kelapa, terbuka dimana- mana.


Rasanya Seroja begitu gugup untuk menerima pakaian itu dari tangan suaminya. Itu seperti mendapatkan senjata bertuah yang tidak sembarang orang mampu memegangnya.


" Cepat, ambil. Giliran makanan saja kau langsung menyambarnya. Bukankah istriku seorang wanita pemberani? Apa kau takut hanya memakai pakaian seperti ini didepan suamimu sendiri? " ejek Arkana pada istrinya.


Seketika Seroja langsung menyambar pakaian itu dari tangan suaminya. Setidaknya, ia hanya melakukan itu didepan suaminya.


Wanita itu keluar dari ruang gantinya, urat malunya sangat dipertanyakan kali ini.Ia menutup bagian dada dan intimnya yang hampir- hampir tembus pandang menurutnya. Ia heran ide siapa membuat pakaian seperti ini? Kalau saja dia tahu, pasti akan dihajarnya sang profesor pencetus pakaian kurang bahan itu.


Dirinya sudah bak foto model majalah dewasa sekarang.


" Buka. "


Perintah suaminya yang sudah menegang segala- galanya dari ubun-ubun hingga ke ujung kakinya.


" A,, aku malu." jawab Seroja gugup.


" Kau tak perlu malu didepan suamimu sendiri." pria itu seolah mengalihkan pandangan ke lain arah, tapi tetap sesekali melirik istrinya. Siapa juga yang kuat iman melihat pemandangan seperti itu di depannya.


Seroja menyingkirkan kedua tangannya, semua sudah terlanjur basah kalau perlu mandi sekalian menurutnya. Arkana hampir- hampir tak berkedip melihat sang istri yang berjalan mendekatinya.


Seroja menyeringai, saat tepat berada di hadapan suaminya yang jadi gugup kali ini. Ia naik di atas ranjang, bukan tepatnya diatas pangkuan suaminya saat ini.


" Bagaimana? Apa kau suka yang seperti ini?" tanyanya menggoda.


Pria itu hanya manggut- manggut saja, kali ini ia yang akan menuruti kemauan istrinya.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku.Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..


__ADS_2