Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MEMPERINGATKAN ALUNA


__ADS_3

Luka yang nampak sulit untuk ditutupi, tapi lukanya hati hanya diri sendiri yang pertama mampu menyelami.


Raut wajah Seroja nampak murung, meskipun dirinya mampu menunjukkan pada Aluna bahwa dirinya seolah tak peduli dengan masa lalu sang suami. Akan tetapi, ucapan wanita itu sukses membuatnya gelisah kembali.


" Ada apa denganmu? Kenapa kau murung seperti itu? Apa ada sesuatu yang sedang mengganjal dihatimu? " Arkana cemas melihat istrinya yang lebih pendiam dari biasanya.


Seroja tersenyum datar, ia berusaha untuk menutupi kegelisahannya.


" Aku baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir seperti itu. Mungkin aku hanya lelah mengerjakan tugas-tugas kuliahku yang menumpuk."


" Benarkah? Apa kau butuh bantuanku? Coba kesinikan, siapa tahu aku bisa membantumu. " ajak Arkana berusaha mencairkan suasana. Namun, gadis itu justru menolak tawarannya.


" Tidak perlu,, aku telah menyelesaikannya. Sekarang sepertinya aku sudah mengantuk. Aku ingin beristirahat saja. " jawabnya lesu sambil berjalan menuju ranjang tidurnya lalu membaringkan diri diatas sana.


Arkana merasa semakin curiga, ia melihat buku-buku Seroja masih tampak berserakan dimeja. Dirinya mencoba membuka laptop sang istri, nyatanya masih ada beberapa tugas yang belum ia selesaikan.


Iapun berjalan menuju ranjang, kemudian membaringkan diri sambil memeluk sang istri dari belakang.


" Kumohon jangan menutupi apapun dariku. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Sebagai suami aku harus bisa membahagiakanmu, bukan malah membuatmu menderita." ia semakin mendekap erat tubuh istrinya, berharap sang istri menemukan kenyamanan disana.


Seroja enggan berkata-kata, rasanya ia malas bercerita tentang kedatangan Aluna tadi siang. Namun, ucapan wanita itu seolah mendorongnya untuk mencari kebenaran.


" Bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?" tanyanya ragu.


" Tentu saja boleh. Apa yang ingin kau tanyakan? " jawab pria itu meyakinkan. Mendengar istrinya mulai berbicara lagi membuatnya merasa begitu senang.


" Apa dulu kau dan Aluna dulu tinggal bersama di apartemen ini? " hatinya sesak menanyakan hal itu, ia takut jika apa yang Aluna katakan benar adanya.


" Iya. Dia memang sering menginap disini, baju-bajunyapun banyak yang sengaja ia tinggal disini. Dulu kau juga pernah memakai pakaiannya bukan? Kenapa kau menanyakan hal seperti itu? Apa kau masih cemburu padanya?" cecar pria itu, ia merasa ada yang janggal dari pertanyaan istrinya.


" Jika lelaki dan perempuan tinggal bersama apalagi keduanya ada hati. Apakah mungkin kalian bisa menahan hasrat untuk.." wanita itu tak berani melanjutkan kata-katanya. Sungguh dirinyapun tak sanggup menanyakan hal itu pada sang suami.

__ADS_1


Arkana segera membalikkan badan sang istri dan menatap dalam kedua bola mata istrinya.


" Katakan apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa kau sampai punya pemikiran sejauh itu? Aku bahkan baru berciuman sekali sebelum menikah dan itupun karena ketidaksengajaan. " jelas Arkana.


" Maksudmu ? " Seroja mendongakkan kepalanya lantaran penasaran akan maksud sang suami.


" Kau adalah wanita pertama yang berciuman bibir denganku." ungkap pria itu jujur.


" Kau bohong. Aku tak percaya seorang Arkana yang terkenal playboy belum pernah berciuman dengan seorang gadis." wanita itu memberengkut kesal lantaran hal itu seolah mustahil baginya.


" Bukankah kita saling percaya? " jawaban itu sontak membuat sang istri terdiam. Rasanya baru kemarin keduanya mengucapkan janji tersebut.


Arkana tersenyum lega, sepertinya kata-kata barusan sangat ampuh untuk menghentikan cecaran sang istri.


" Aku pernah menciumnya, tapi bukan dibibir. Waktu itu aku masih penakut, Mama selalu memperingatkanku supaya jangan berani berbuat macam-macam dengan makhluk yang bernama perempuan." ia mulai mengingat masa lalunya.


" Akupun menurut, makanya mereka mengijinkanku untuk membawa teman-teman bermain di apartemen yang mereka hadiahkan untukku saat menginjak SMA. Mereka bahkan memasang cctv di setiap ruangan agar bisa mengawasiku dari jauh." Arkana menceritakan betapa protektifnya kedua orangtuanya.


" Lalu kenapa gadis itu bisa sampai menginap disini? Bahkan beberapa bajunyapun tersimpan disini. " cecar Seroja penuh selidik.


" Tapi? wanita itu bilang kalian sering menghabiskan waktu berdua dan bercinta di tempat ini. " ungkap Seroja seraya menundukkan pandangannya. Ia menyesal lantaran sempat membayangkan sang suami bercinta dengan wanita lain.


Arkana membuang nafas kasar. Ia tak menyangka Aluna yang dulu begitu baik menurutnya, kini tega memfitnah dan mengadu domba dirinya dan Seroja.


" Berarti tadi siang dia kemari? Wanita itu sepertinya harus diberi pelajaran. Aku tidak mau dirinya kembali berulah dan mengganggu kehidupan rumah tangga kita nantinya."


" Sudahlah,, biarkan saja. Akupun tadi sudah memperingatkannya. Yang terpenting aku sudah mendengar kebenarannya langsung darimu. Maafkan aku." wanita itupun membalas hangat pelukan sang suami. Dirinya kini lega setelah mengetahui kebenarannya.


...----------------...


Pagi ini seperti biasa Arkana mengantarkan istrinya terlebih dahulu menuju kampus. Namun kali ini, dirinya tak langsung pergi ke kantornya. Pria itu berniat untuk menemui Aluna dirumahnya.

__ADS_1


Pria itu turun dari mobilnya saat tiba di sebuah rumah berpagar putih dengan bangunan dua lantai. Ia teringat kala dirinya sering mengantarkan Aluna pulang ke rumahnya sewaktu SMA dahulu.


Ragu-ragu pria itu memencet bel rumah tersebut. Tak berselang lama, seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Mama Aluna membukakan pintu untuknya. Beliau begitu senang dan menyambut hangat kedatangan Arkana.


Wanita itu memintanya untuk masuk, tetapi Arkana menolaknya.


" Nak Arkana, ayo masuk dulu. Sudah lama sekali kau tak berkunjung kemari bukan?" ajak wanita tersebut.


" Tidak perlu, Tante. Aku hanya sebentar kemari. Aku sedang ada perlu dengan Aluna. Bisakah Tante memanggilnya kemari? " ucapnya sopan.


Wanita itu sangat senang, ini sepertinya kabar baik untuk putrinya. Iapun segera memanggil Aluna yang baru saja selesai mandi dan berias di kamarnya.


Hati Aluna berbunga-bunga mendengar penuturan sang Mama. Ia seolah mendapat setitik harapan untuk bisa kembali merajut kasih dengan pria tersebut. Iapun buru-buru keluar menemuinya


" Arkana, aku tak menyangka kau mau berkunjung kemari. "


Sapanya seraya hendak memeluk pria tersebut, namun Arkana segera mendorongnya. Tatapan pria itu begitu dingin dan tajam kepadanya.


" Kedatanganku kesini tak lain hanya untuk memperingatkanmu. Aku minta kau untuk tidak mengganggu istriku apalagi mengusik rumah tanggaku! " ancamnya tegas.


Aluna dapat menebak sepertinya Seroja telah menceritakan kedatangannya kemarin. Ia memasang tampang memelas dan seolah teraniaya. Iapun mendekati Arkana kembali,


" Maafkan aku. Ta,, tapi aku melakukan semua itu karena aku masih sangat mencintaimu. Aku mohon, beri aku kesempatan kedua. Aku rela meski hanya menjadi seorang simpananmu." ucapnya kembali berusaha memeluk pria dihadapannya.


Kali ini kesabaran Arkana benar-benar habis. Iapun mendorong Aluna hingga terjatuh ke lantai.


" Kau sendiri yang memaksaku untuk berbuat kasar. Aku tak mungkin menduakan istriku. Ingat,, aku tak kan segan-segan membuat perhitungan denganmu jika kau berani berbuat seperti itu lagi! " ancamnya kembali seraya pergi meninggalkan wanita tersebut.


Aluna menatap kepergian Arkana dengan penuh kebencian.


" Hidupku tak akan tenang sebelum aku berhasil memisahkanmu darinya. Aku pastikan kaupun akan merasakan kehilangan orang yang kau cintai! " tekadnya dalam hati.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya😍


__ADS_2