Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANNYA


__ADS_3

" Hentikan ! Berani-beraninya kalian mengganggu gadis itu. " Teriak Arkana dengan penuh amarah. Ia tak begitu mengenal anak-anak tersebut, ia yakin mereka bukan anak kampus itu.


Keenam pemuda itu langsung menyerbu Arkana, mereka berusaha mengeroyok dirinya. Baku hantampun tak terelakkan lagi, namun kali ini keenamnya terkapar akibat tendangan pria tersebut.


Mereka lari tunggang langgang meninggalkan tempat itu. Ingin rasanya Arkana mengejar mereka, akan tetapi untuk saat ini Seroja lebih penting.


Ia menghampiri gadis yang tengah terduduk dan menundukkan wajahnya. Untung saja dirinya barusan tak terlambat datang, ia sangat khawatir terjadi sesuatu pada Seroja.


" Kau tidak apa-apa? " ia berjongkok dan memegang bahu gadis tersebut untuk memastikan keadaannya.


Seroja justru mendorong pria itu hingga Arkana terjengkang karenanya. Dirinya kini telah berurai airmata.


" Sudah kubilang, aku tidak ingin kekampus. Aku ingin berhenti kuliah saja. Kau tidak tahu bagaimana cara mereka memandangku, mereka seolah benar-benar berpikir kalau itu memang tubuhku. Aku jijik ditatap seperti itu. " teriak Seroja dengan kedua pipi yang masih basah oleh air mata.


Arkana benar-benar tak tega melihatnya, rasanya ia ikut bersalah terhadap apa yang menimpa gadis tersebut. Ia kembali menghampiri gadis itu dan memeluknya.


" Maafkan aku, aku berjanji hal ini tidak akan terulang kembali. " netranyapun kini telah memerah menahan airmata.


Seroja membalas pelukan Arkana, iapun merasa butuh tempat bersandar kali ini. Setelah dirasa agak tenang merekapun segera keluar dari sana.


Tanpa sengaja, keduanyapun kembali berpapasan dengan Ardi. Pria itu menatap Seroja yang tengah berada dalam pelukan Arkana. Hatinyapun seakan tersayat melihat gadis itu yang terlihat lemah dan berlinang airmata.


Namun, rasa cemburu telah menyelimuti relung hatinya. Rasa cemburu yang telah membakar benih cinta yang tertanam dihatinya. Ardipun berlalu begitu saja tanpa menyapa kekasihnya.


Jleb...


Hati Serojapun seakan tertusuk duri melihat pria itu sama sekali tak memperdulikannya. Ardi memang benar-benar kecewa terhadapnya. Kata-kata Ardi waktu itupun masih terngiang di telinganya.


" Apa kau tak ingin mengejarnya dan menjelaskan semua kembali? " Arkana merasa tak enak hati karena menimbulkan kesalah pahaman diantara keduanya.


Ucapan Arkana barusan seketika membuyarkan lamunan Seroja. Gadis itu membuang nafasnya kasar, mencoba bersahabat dengan kenyataan.


" Tidak perlu, lebih baik kita kembali saja."


...----------------...


Tok...Tok...Tok....


Suara ketukan pintu mengalihkan konsentrasi Alvin yang tengah sibuk di depan laptopnya.


" Masuk. "


Terlihat Rico, sang asisten pribadi yang berjalan begitu tergesa-gesa menghampiri bosnya.


" Ada apa denganmu, kenapa kau terlihat gugup sekali?" Alvin penasaran dengan apa yang terjadi.


Dengan ragu Rico menyampaikan,


" Apa kau belum melihat surat kabar tadi pagi?"


Pertanyaan Rico semakin membuat Alvin penasaran,

__ADS_1


" Memangnya ada apa? Kau tidak perlu bermain tebak-tebakkan denganku. Cepat katakan! "


" Berita tentang putramu kini terpajang di surat kabar. Bahkan saat aku mengecek, berita itupun telah tersebar luas di masyarakat melalui internet. Aku yakin ada pihak tertentu yang sengaja mengambil keuntungan dari semua ini untuk menjatuhkan bisnis kita karena beberapa perusahaan mulai membatalkan kontraknya dengan perusahaan ini. " terang Rico.


Alvin menghela nafas panjang, ia tak menyangka kasus ini semakin berbuntut panjang. Semalam saja ia tak tega melihat Seroja yang terlihat begitu tertekan akibat berita dikampusnya.Apalagi kini, iapun harus menanggung malu didepan masyarakat umum.


" Tolong, segera kau cabut pemberitaan tersebut dari media masa dan internet. Aku tidak ingin berita ini semakin menyebar luas. Kita harus segera menangkap pihak yang berani menyebar luaskan berita ini." perintah Alvin pada sang asisten.


" Baik, akan segera ku kerjakan. Untuk masalah ini, apa kau sudah menanyakan pada putramu, siapa kira-kira yang dicurigainya sebagai dalang kejadian ini?" Rico mencoba mencari cela.


" Ada, dia salah satu mahasiswa sekaligus mantan pacar putraku. Arkana telah mengirimkan data sahabatnya itu padaku. Nanti kita akan menyelidiki tentang gadis ini. Huh,, putraku itu benar-benar keterlaluan sebenarnya, ini juga sedikit banyak merupakan imbas dari perbuatannya. " Alvin merasa miris dengan kelakuan Arkana selama ini.


Rico tersenyum seraya meledek atasan sekaligus sahabatnya itu,


" Aku heran punya turunan dari mana putramu bisa jadi playboy seperti itu. Sepertinya kau harus segera menikahkannya supaya ia tidak suka bermain-main dengan wanita. " guraunya.


Alvin tampak berpikir, sepertinya ia justru menanggapi dengan serius apa yang disampaikan Rico barusan.


" Ucapanmu ada benarnya juga, sepertinya dia harus segera memiliki pendamping hidup. Dengan begitu ia bisa belajar lebih dewasa dan bertanggung jawab atas keluarganya. "


Rico terbelalak seketika,ia tak menyangka Alvin menanggapinya dengan serius.


" Terserah kau saja, asal putramu siap menjalani nikah mudanya." pria itu ingin tertawa, seolah tak percaya putra bosnya itu mau menikah muda.


...----------------...


Arkana dan Seroja melajukan mobil menuju mansion. Keduanya hanya terdiam, Arkana tahu gadis itu masih bersedih hingga saat ini. Ia membuka bagian atas mobilnya, berharap hembusan angin jalanan bisa sedikit mengurangi beban pikiran mereka saat ini.


Keduanya tiba dilampu merah, tiba-tiba seorang pedagang koran menawari koran pada keduanya.


Seroja hanya melirik sekilas, " Tidak, terima kasih. "


Namun, ia penasaran saat sepintas dirinya melihat foto yang mirip dengan foto yang beredar dikampus kemarin. Iapun kembali memanggil loper koran tersebut dan membeli satu untuknya.


Dirinya begitu terperanjat, foto tersebut benarlah dirinya bersama Arkana. Kini berita itupun ternyata telah menyebar luas pada masyarakat umum.


Air mata kembali meluncur dari pelupuk matanya, untuk menghadapi para mahasiswa dikampus saja ia hampir tak sanggup. Apalagi sekarang, ia akan berhadapan dengan masyarakat umum yang pasti akan menghina dan mencemoohnya.


Arkana segera menghentikan laju mobilnya ketika melihat Seroja kembali menangis.


" Kau kenapa lagi? Tolong jangan terlalu kau pikirkan kejadian tadi. Aku jamin hal itu tidak akan terulang kembali." ia berusaha menenangkan.


" Kita lebih baik cepat pulang, kau baca saja ini sendiri. " ia mengusap air mata dan memberikan surat kabar tersebut pada Arkana.


Pria itu terperanjat kaget saat membaca berita yang tertulis disana. Kini nama baik keluarganya benar-benar tercemar, bukan hanya di kampus melainkan pada masyarakat umum juga.


" Brengs**k,, keterlaluan Helena! Aku pasti akan membuat perhitungan dengannya! " ia meremas koran tersebut dan membuangnya begitu saja. Iapun melajukan mobil menuju kediamannya kembali.


Setelah tiba dimansion Seroja langsung berlari menuju kamarnya. Rasanya ia ingin menumpahkan segala kesedihan di atas ranjang miliknya. Ia mengunci pintu kamarnya lantaran tak ingin diganggu oleh siapapun.


Malam menjelang, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menikmati makan malamnya. Bianca mengamati sekeliling, sedari tadi ia tak melihat keberadaan Seroja.

__ADS_1


" Intan, dimana kakakmu? Kenapa dia tidak bergabung makan malam dengan kita?" tanyanya pada adik Seroja.


" Tadi aku sudah mengajaknya, Nyonya. Tapi, kakak tidak mau keluar dari kamarnya. Ia mengatakan sedang tidak enak badan. " kata Intan yang tidak tahu menahu masalah yang menimpa kakaknya.


" Baiklah, kita makan malam saja terlebih dahulu. Nanti biar aku saja yang mengantar makanan ke kamarnya." ajak Bianca pada semua yang ada disana.


Arkana tertunduk lesu, ia yakin gadis itu masih memikirkan apa yang menimpanya tadi siang.


Seusai makan malam, Alvin dan Bianca meminta putranya untuk kembali menemui mereka di ruang kerja Alvin. Mereka yakin Arkana tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Seroja.


Arkanapun menceritakan apa yang telah dialami Seroja tadi siang, serta foto-foto mereka yang tersebar di media massa.


Bianca begitu terkejut, ia tak menyangka masalahnya semakin meluas. Sedangkan Alvin, ia hanya membuang nafasnya kasar mencoba untuk lebih tabah menghadapi semuanya.


" Jadi kalian berduapun sudah tahu? Bahkan, berita itu juga tersebar luas di dunia maya. Papa telah meminta Om Rico untuk menghapus berita itu dari seluruh media dan mencari tahu dalang dibalik semuanya. Berita ini sepertinya cukup berdampak bagi perusahaan, sebab para investor dan perusahaan lain beberapa tiba-tiba membatalkan kerjasama dengan perusahaan kita." jelas Alvin.


Arkana tertunduk menyesal,


" Maafkan aku, Pa. Aku sangat menyesal terhadap apa yang terjadi. Aku tak menyangka kejadiannya akan meluas seperti ini. "


Bianca merasa trenyuh hatinya, ia yakin Seroja semakin terpuruk karenanya.


" Mama tidak bisa membayangkan betapa terpukulnya Seroja saat ini. Kasihan sekali gadis itu, martabat dan kehormatannya telah tercoreng oleh tuduhan yang sama sekali belum pernah ia lakukan. " wanita tersebut mulai menitikkan airmata karena iba.


" Kau benar, Sayang. Benar atau tidaknya, ini semua telah menjadi konsumsi publik. Nama baik kita kini telah tercemar sekarang. Dan gadis itu, kejadian ini pasti menjadi trauma mendalam baginya. Tapi, sepertinya Papa memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah ini. " ungkap Alvin.


Bak diterpa angin segar Bianca dan Arkana begitu antusias untuk mendengar apa yang akan disampaikan Alvin.


" Arkana? Maukah kau menikah dengan Seroja? " tanya Alvin pada putranya.


Arkana begitu terkejut mendengar ide yang pernah dicetuskan oleh Mamanya itu. Ia sudah pernah menolaknya, tapi kini pertanyaan itu kembali dilontarkan oleh sang Papa.


" Tidak, Pa. Aku tidak bisa. Sudah sering aku katakan bahwa aku tidak bisa menikah dengan Seroja. Kami sama sekali tidak saling mencintai, manamungkin kami bisa menikah tanpa cinta? Papa dan Mamapun tahu bukan? Siapa gadis yang sampai sekarang aku cintai? Aku ingin menikah dengan Aluna, Pa. " netranya memerah saat ini, ia cukup kecewa dengan permintaan sang Papa.


Alvin mencoba untuk membujuk putranya,


" Tapi bagaimana nasib Seroja kedepannya? Bagaimana nasib keluarga kita? Meskipun berita ini telah terbukti tidak benar, itu tidak bisa menghilangkan begitu saja asumsi buruk masyarakat terhadap kita, terutama Seroja. Apa kau tidak berpikir? Dia itu seorang gadis, masa depannya masih panjang. Tapi, dirinya harus menanggung aib yang tidaj pernah ia lakukan. " Alvin mencoba memberi pengertian pada putranya.


" Kaupun tidak tahu bukan, bagaimana perilaku Aluna sekarang ini? Ia adalah seorang model di negara yang seluruh masyarakatnya mendambakan kehidupan bebas. Pergaulan bebas telah menjadi makanan sehari-harinya. Belum tentu dirinya masih mencintaimu saat ini. " terang Alvin kembali.


Arkana menatap penuh kekesalan pada Papanya, ia tak terima sang Papa menjelek-jelekkan gadis yang dicintainya.


" Tidak, Pa. Keputusanku sudah bulat, aku tidak bisa menikahi Seroja! Aku tahu aku bersalah padanya, tapi aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak aku cintai. Aku yakin setelah pelakunya tertangkap, semuanya pasti akan beres. Papa tidak usah menjelek-jelekkan Aluna, aku lebih mengenalnya dari siapapun! " tekannya pada Alvin. Pria itu langsung pergi begitu saja dari ruangan Papanya.


" Arkana, berhenti. Dengarkan Papa dulu!" cegah Alvin, tapi Arkana tak menggubrisnya sama sekali.


Bianca begitu terpukul mendengar pertengkaran ayah dan anak tersebut. Sejak kejadian ini, rasanya kedamaian keluarganya mulai menghilang. Wanita itu terduduk lemas tak mampu lagi menjaga keseimbangan tubuhnya. Wanita itu kini telah berlinang airmata.


Alvin menatap iba pada istrinya, ia menghampiri dan memeluk hangat Bianca untuk menenangkannya.


" Kau bersabarlah. Masalah ini pasti akan segera berlalu. Aku berjanji akan segera menyelesaikan semuanya. "

__ADS_1


Bersambung,,


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima dan vote seikhlasnya untuk karya keduaku. Dukungan kalian semangat Author untuk tetap berkarya. Makasih sebelumnya....


__ADS_2